KBN Sosialisasi Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan

Kepedulian PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) pada perlindungan pekerja perempuan mendapat apresiasi dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dalam Ketenagakerjaan, Rafail Walangitan mengatakan KBN telah mencatatkan sejarah sebagai perusahaan kawasan industri pertama di Indonesia yang mendirikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3). Saat ini sudah ada lima kawasan industri yang memiliki RP3.

”KBN yang pertama mendirikan dan yang pertama juga diresmikan oleh Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak,” kata Rafail Walangitan pada acara Sosialisasi Kebijakan Perlundungan Hak Perempuan tentang Rumah Perlindungan Pejerja Perempuan (RP3) di KBN Cakung, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

Kegiatan itu diikuti puluhan karyawan dari berbagai perusahaan yang beroperasi di Kawasan KBN. Rafail Walangitan tampil sebagai pembicara bersama Pengawas Ketenagakerjaan Made Dewi Sukanti. Pejabat KBN yang hadir adalah Kepala SBU KBN Cakung, Indra Dwi Yanto.

Rafail Walangitan menjelaskan, tujuan pembentukan RP3 adalah menguatkan upaya-upaya perlindungan pekerja perempuan yang sudah ada, mendekatkan jangkauan dalam upaya penanganan dan perlindungan perempuan terutama di kawasan industri, memberi ruang untuk kerja-kerja kolaborasi penanganan masalah-masalah kekerasan yang dialami perempuan di sektor industri.

Jenis layanan RP3 meliputi pencegahan kekerasan terhadap pekerja/buruh dan pegawai/karyawan perempuan, penerimaan pengaduan dan tindak lanjut, serta pendampingan (layanan kesehatan, pendampingan hukum dan rehabilitasi sosial).

 

Kategori Publikasi
Sub Kategori Berita,Kegiatan