De Yong Adrian : Jiwasraya Melirik Segmen Anak Muda

Kesadaran masyarakat tentang manfaat asuransi jiwa dan kesehatan individu semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Memang, penetrasi asuransi jiwa di negara ini belum setinggi negara-negara tetangga. Namun perlahan, persentase terus meningkat. Hal ini setidaknya terlihat dari pertumbuhan pendapatan premi di industri asuransi jiwa yang tumbuh 15,1%.

Asuransi Jiwasraya termasuk salah satu pemain yang sukses memanfaatkan momentum pertumbuhan ini. Hingga kuartal ketiga tahun ini, perusahaan asuransi plat merah ini tumbuh hingga 40%. Bahkan hingga akhir tahun, pertumbuhannya bisa lebih besar lagi.

“Kami harapkan hingga akhir tahun 2016 ini, pertumbuhan pendapatan premi kami bisa mencapai 60% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah tertanggung di Jiwasraya tumbuh 12% dibanding tahun lalu,” kata De Yong Adrian, Direktur Marketing PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Tahun ini, perolehan pendapatan premi Asuransi Jiwasraya sudah melampaui tahun lalu yang di angka Rp 10, 2 triliun. Hingga Oktober 2016, pendapatan premi perusahaan ini telah di angka Rp 15,6 triliun.”Sampai akhir tahun prediksinya bisa menembus Rp 16,8 triliun. Untuk tahun 2017, target pendapatan premi kami di angka Rp 24 triliun,” kata pria yang meraih The Best Industry Marketing Champion 2016 dari sektor Insurance ini.

Ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan Asuransi Jiwasraya ini. Pertama, Jiwasraya terus menguatkan kanal distribusinya, baik itu lewat keagenan dan kerjasama dengan perbankan. Selain itu, mereka juga menguatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga nonkeuangan. Kedua, adanya kesadaran dari perusahaan-perusahaan untuk menyiapkan uang pesangon bagi karyawannya. Kesadaran ini datang setelah Indonesia meratifikasi International Financial Reporting Standars (IFRS).

“Dalam IFRS tersebut ada ketentuan bahwa para perusahaan harus menjalankan bisnis dengan mengacu pada undang-undang yang berlaku. Nah, UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan mengatur soal pesangon ini. Sehingga, banyak perusahaan yang membeli asuransi kumpulan untuk mempersiapkan pesangon bagi karyawannya,” jelas De Yong.

Untuk menjawab kebutuhan para perusahaan ini, Jiwasraya memiliki produk Program Pesangon. Produk ini merupakan kombinasi antara proteksi dan investasi. Tapi, investasinya tidak berupa unit link, tapi investement link yakni produk investasi yang dikaitkan dengan pendanaan.

Produk investment link ini mampu memberikan kontribusi signiikan pada Jiwasraya. Sekarang ini, kontribusi terbesar pada pendapatan Jiwasraya masih dari produk asuransi tradisional yang porsinya mencapai 60%. Kemudian, disusul oleh investement link yang menyumbang sekitar 30%. Sedangkan unit link kontribusinya baru di angka 10%.

Eko Adiwaluyo, Majalah Marketeers Edisi Desember 2016-Januari 2017


Kategori Berita