Jumat, 18 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Asuransi Jasindo

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Depkeu siapkan PP perasuransian baru

18 November 2005

JAKARTA: Depkeu diketahui telah menyiapkan draf peraturan pemerintah (PP) terbaru mengenai usaha perasuransian yang salah satunya memuat peraturan tentang modal minimum.

Direktur Asuransi Ditjen Lembaga Keuangan Depkeu, Firdaus Djaelani mengatakan pihaknya tengah menyelesaikan rancangan PP tentang usaha perasuransian nasional dalam kerangka konsolidasi industri.

“Insya Allah dalam waktu dekat ketentuan berupa PP itu akan selesai,” ujar dia, awal pekan ini.

Salah satu poin utama dalam PP tersebut, menurut dia, akan memuat aspek permodalan minimum yang wajib dipatuhi guna menyehatkan industri perasuransian, baik perusahaan asuransi, reasuransi maupun broker serta agen.

Menanggapi hal ini, Frans Y. Sahusilawane Ketua umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengatakan pihaknya memberikan apresiasi positif karena memberikan kepastian regulasi sebagai aturan main bagi para praktisi.

“Ini kan melalui PP yang lebih tinggi dari Keputusan Menteri Keuangan (KMK), jadi lebih kuat walaupun acuannya masih pada UU No. 2/1992 tentang Perasuransian,” kata dia kepada Bisnis, kemarin.

Pemerintah sebenarnya telah memiliki regulasi khusus yang mengatur sektor perasuransian melalui PP No.63/ 1999, hasil revisi PP No.73/ 1992 yang salah satunya mengatur posisi modal disetor minimum Rp100 miliar, mengganti ketentuan untuk asuransi kerugian sebesar Rp3 miliar dan asuransi jiwa Rp2 miliar.

Sedangkan pada PP terbaru nanti, Depkeu menekan agar kalangan perusahaan asuransi segera memiliki modal dasar mencapai Rp100 miliar dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, dari sekitar 140 perusahaan asuransi hanya sekitar 24% yang memiliki modal di atas Rp100 miliar. Sebanyak 15% memiliki modal antara Rp50 miliar hingga Rp100 miliar. Adapun 61% sisanya memiliki modal di bawah Rp50 miliar.

Meski data Depkeu menunjukkan total aset perusahaan asuransi umum per akhir 2004 naik 17% menjadi Rp17,17 triliun sementara total aset asuransi jiwa juga naik 36% hingga Rp32,93 triliun.

Frans menambahkan pihaknya telah mengusulkan adanya tahapan konsolidasi sebelum mencapai target pemetaan industri asuransi milik pemerintah.

Oleh Fahmi Achmad
Bisnis Indonesia

Source :Bisnis Indonesia



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>