Produk
Bidang usaha Jasa Marga adalah membangun dan menyediakan jasa pelayanan jalan tol. Untuk itu Jasa Marga melakukan aktifitas usaha sebagai berikut:
- Melakukan investasi dengan membangun jalan tol baru.
- Mengoperasikan dan memelihara jalan tol.
- Mengembangkan usaha lain, seperti tempat istirahat, iklan, jaringan serat optik dan lain-lain, untuk meningkatkan pelayanan kepada pemakai jalan dan meningkatkan hasil usaha perusahaan.
- Mengembangkan usaha lain dalam koridor jalan tol.
Saat ini Jasa Marga mengelola dan mengoperasikan 13 hak pengusahaan (konsesi) jalan tol melalui sembilan kantor cabang dan satu anak perusahaan yaitu :
- Jalan tol Jagorawi
- Jalan Tol Jakarta-Tangerang
- Jalan Tol Jakarta- Cikampek
- Jalan Tol Dalam Kota Jakarta
- Jalan Tol Prof. Dr.Ir. Sedyatmo
- Jalan Tol Serpong-Pondok Aren (dioperasikan oleh JLJ)
- Jalan Tol Cikampek -Purwakarta-Cileunyi
- Jalan Tol Padalarang –Cileunyi
- Jalan Tol Palimanan-Kanci
- Jalan Tol Semarang
- Jalan Tol Surabaya Gempol
- Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa
- Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (dioperasikan oleh JLJ)
Dibawah ini adalah anak perusahaan Jasa Marga pemegang konsesi Jalan Tol :
- PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ) Jalan Tol JORR kepemilikan rsaham sebesa 99%

- PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Jalan Tol Bogor Ring Road kepemilikan saham sebesar 55%

- PT Trans Marga Jateng (TMJ) Jalan Tol Semarang-Solo kepemilikan saham sebesar 60%

- PT Marga Trans Nusantara (MTN) Jalan Tol JORR II Serpong-Kunciran kepemilikan saham sebesar 60%

- PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) Jalan Tol Surabaya-Mojokerto kepemilikan saham sebesar 55%

- PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) Jalan Tol JORR W2 Utara kepemilikan saham sebesar 65%

- PT Trans Marga Jatim Pasuruan (TMJP) Jalan Tol Gempol-Pasuruan kepemilikan saham sebesar 80%

- PT Marga Kunciran Cengkareng (MKC) Jalan Tol JORR II Kunciran-Cengkareng kepemilikan saham sebesar 75%

- PT Margabumi Adhikaraya (MBAR) JAlan Tol Gempol-Pandaan dengan kepemilikan saham sebesar 52%

- PT Jasamarga Bali Tol Jalan Tol Benoa Bali dengan kepemilikan saham sebesar 60%

