Sabtu, 19 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

*** Visi Jasa Marga : "Menjadi Perusahaan modern dalam bidang pengembangan dan pengoperasian jalan tol, menjadi pemimpin (leader) dalam industri jalan tol dengan mengoperasikan mayoritas jalan tol di Indonesia, serta memiliki daya saing yang tinggi di tingkat Nasional dan Regional." ***

Prestasi

Penghargaan MURI PJU Solar Cell Terpanjang

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Jembatan Tol Bali, Membangun Tanpa Merusak Lingkungan

10 Juni 2013

Press Release Nomor : 10/2013, 10 Juni 2013

Jembatan Tol Bali, Membangun Tanpa Merusak Lingkungan

Ada beberapa kalangan yang menganggap pembangunan jalan atau jembatan tol, akan merusak lingkungan. Paling tidak inilah beberapa pendapat yang disampaikan kepada PTJasa Marga (Persero) Tbk. Karena menurut mereka, pembangunan jalan tol telah merusak ekosistem di sekitar jalan tol. Termasuk jalan tol yang ada di Bali. Selain adanya tanaman mangrove yang ditebang untuk keperluan konstruksi, pengurugan laut yang dilakukan pihak Jasa Marga, menurut mereka juga berpotensi mematikan ekosistem yang ada di laut.

“Padahal penebangan mangrove dan pengurugan laut itu adalah bagian dari prosedur kerja, dan dalam pembangunan jembatan toi lni kami juga mengedepankan teknologi yang eco friendly.” Ujar Abdul Hadi Hs, Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut Abdul Hadi, pengurugan terpaksa dilakukan karena untuk melakukan penanaman tiang pancang. Jumlah tiang pancang yang ditanam dalam proyek ini sekitar 38 ribu tiang pancang.“Setelah pekerjaan selesai, kondisi di bawah jembatan akan kami kembalikan seperti semula, yakni tetap dialiri air laut dan akan ditanami mangrove,” jelasnya.

Dalam melakukan pengurugan, Jasa Marga juga melakukannya dengan menggunakan metode ramah lingkungan, yaitu dengan melakukan pembuatan jalan kerja menggunakan timbunan batu kapur, atau limestone. Sifat batuan limestone yang terdiri dari kalsium carbonate atau mineral calcite berasal dari organisme laut. “Sehingga pembuatan jalan kerja dengan menggunakan batu kapur ini tidak mengganggu biota laut,” jelasAbdul Hadi.

Setelah konstruksi selesai, maka timbunan batu kapur tersebut akan dikeruk kembali sehingga tidak akan membendung atau mengganggu arus air laut yang melewati sela-sela tiang pancang jalan tol tersebut. Hingga Januari 2013, sebanyak 163.000 m3 timbunan batu kapur telah dipergunakan untuk membangun jalan kerja dan dirasakan sangat efektif untuk mempercepat proses pembangunan jalantol tersebut.

Selain itu, sebagai upaya untuk meminimalisasi dampak lingkungan dari pembangunan jalan tol, selain mitigasi melalui AMDAL, Perseroan  juga telah memastikan bahwa tidak ada spesies Daftar Merah (spesies langka) IUCN(International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) pada area tersebut dan melakukan upaya restorasi habitat melalui penanaman pohon kembali.

Lebih lanjut Abdul Hadi menjelaskan bahwa Pembangunan JembatanTol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa bersinggungan dengan daerah yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi di luardaerah yang diproteksi. “Proyek jalan tol ini bersinggungan dengan wilayah Taman Hutan Rakyat (Tahura) mangrove seluas 5,8 ha,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Jasa Marga berkomitmen untuk melakukan penghutanan kembali (re-foresting) mangrove di sepanjang jalan tol. Untuk permulaan, Perseroan bekerjasama dengan Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan LPPM Universitas Udayana sampai bulan Mei 2013 telah melakukan penanaman 10.000 batang mangrove yang dilakukan di wilayah Benoa dan Bundaran Ngurah Rai.

Jenis pohon mangrove yang ditanam adalah jenis Bakau Gandul dan Bakau Kurap yang sudah diisi dengan kalsium carbonate dengan maksud agar tanaman ini dapat beradaptasi dengan tanah yang ditimbun batu kapur. Dalam melakukan penanaman mangrove ini, Jasa Marga bekerja sama dengan Universitas Udayana (Unud).Program kerja sama ini meliputi program penelitian, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan mangrove di sekitar jalantol.

Kegiatan penanaman akan terus dilakukan dengan mempergunakan bibit mangrove yang telah disemai untuk mengganti mangrove yang mati. Karena pada prinsipnya, dalam membangun jalan tol tidak boleh merusak lingkungan. Lingkungan yang sempat rusak karena adanya prosedur kerja yang harus dilakukan,  maka harus dikembalikan seperti semula. “Bukan sekedar menanam mangrove, tapi yang kami tanam adalah kepercayaan. Kepercayaan ini adalah amanah yang harus kami lakukan, demi kelangsungan hidup ekosistem di sekitar jalantol agar nantinya tetap dapat dinikmati anak cucu kita,” ujarAbdul Hadi.

Bali, 10 Juni 2013

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

David Wijayatno

Sekretaris Perusahaan

Telp. 021 8413526 – 8413630

Fax. 021 87793976

Email. jasmar@jasamarga.com



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>