Jumat, 25 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

*** Visi Jasa Marga : "Menjadi Perusahaan modern dalam bidang pengembangan dan pengoperasian jalan tol, menjadi pemimpin (leader) dalam industri jalan tol dengan mengoperasikan mayoritas jalan tol di Indonesia, serta memiliki daya saing yang tinggi di tingkat Nasional dan Regional." ***

Prestasi

Penghargaan MURI PJU Solar Cell Terpanjang

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Target Selesai 12 Bulan Tol Gempol-Rembang Pembebasan Lahan Sudah 69 Persen

6 Juni 2012

Foto Ilustrasi

Indo Pos (05/6): Proses pembebasan lahan ruas tol Gempol-Rembang sepanjang 13,9 kilometer sudah mencapai 69 persen. Dari total lahan 134,7 hektare yang akan dibebaskan, sekitar 93 hektare sudah dibebaskan. Targetnya, pembebasan seluruh lahan sudah selesai sebelum Agus-tus 2013 sehingga konstruksi bisa dimulai Agustus 2013.

Pembangunan ruas tol Gempol- Rembang merupakan bagian dari proyek-jalan tol Gempol-Pasuruan yang akan me-makan dana Rp 2,75 triliun. Proyek ini terbagi dalam tiga tahap. Yaitu Gempol- Rembang sepanjang 13,9 km, Rembang- Pasuruan sepanjang 8,1 km, dan Pasuruan- Grati sepanjang 12,15 km.

Pembangunan jalan tol ini dikerja-kan PT Transmarga Jatim Pasuruan anak perusahaan PT Jasa Marga. Gempol- Rembang kita targetkan selesai dalam 12 bulan Rembang-Pasuruan selesai pada 2014, dan Pasuruan-Grati dapat dituntas-kan pada pertengahan 2015,” kata Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman ke-marin.

Dirut Transmarga Jatim Pasuruan Hengki Herwanto mengatakan, ruas tol Gempol-Pasuruan memiliki peran strategis untuk pengembangan jaringan jalan di Jawa Timur dan skala regional. “Karena menjadi akses penghubungan kawasan industrial Rembang dan Pelabuhan Tan-jung Perak di Surabaya,” Hengki.

Seperti diketahui, proyek tol Gem-pol-Pasuruan yang totalnya sepanjang 34,2 kilometer mendapat pinjaman dari be-berapa bank sebesar Rp l,937triliun. Bank Mandiri memberikan kontribusi terbesar yaitu Rp 702,187 miliar. Sedangkan BNI mengucurkan kredit sebesar Rp 614,413 miliar, BRI sebesar Rp 438,866 miliar, dan Bank Jatim sebesar Rp 182,134 miliar.

Kredit sindikasi sebesar Rp 1,937 triliun tersebut mencakup 70 persen dari total kebutuhan biaya untuk pembangunan ruas tol itu.

Sedangkan jangka waktu pinjaman adalah 15 tahun dengan masa tenggang (grace period) 17 bulan. Sisa kebutuhan pendanaan proyek senilai Rp 763 miliar diperoleh melalui ekuitas perusahaan yang

sebagian besar berasal dari Jasa Marga sebagai pemegang saham dengan ke-pemilikan 80 persen.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok mengata-kan, dukungan Bank Mandiri ini diharap-kan dapat memperkuat sektor infrastruktur nasional. Khususnya sarana jalan tol guna mempercepat laju roda perekonomian di- Jawa Timur.

Hingga Maret 2012, pembiayaan Bank Mandiri di sektor infrastruktur men-capai Rp 35,78 triliun meningkat 29,3 per-sen dari periode yang sama tahun sebelum-nya sebesar Rp 27,68 triliun. Dari portofo-lio kredit tersebut, pembiayaan untuk pem-bangunan jalan tol mencapai Rp l1,02 tri-liun, tumbuh sekitar 10 persen dari penya-luran pada Maret 2011 yang sebesar Rp 10,02 triliun.

Beberapa ruas tol yang memperoleh pembiayaan Bank Mandiri antara lain ruas Tangerang-Merak, Cinere-Jagorawi, Sema-rang-Solo, Bogor Ring Road, dan beberapa ruas lainya di sekitar Jakarta. qqq (dri)

Sumber :



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>