Rabu, 16 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

*** Visi Jasa Marga : "Menjadi Perusahaan modern dalam bidang pengembangan dan pengoperasian jalan tol, menjadi pemimpin (leader) dalam industri jalan tol dengan mengoperasikan mayoritas jalan tol di Indonesia, serta memiliki daya saing yang tinggi di tingkat Nasional dan Regional." ***

Prestasi

Penghargaan MURI PJU Solar Cell Terpanjang

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Pro-Kontra Tol Layang ke Senayan

21 Juni 2012

Pembangunan jalan layang akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/6/2012). Jalan tersebut diharapkan memperlancar arus distribusi barang menuju dan dari pelabuhan Tanjung Priok.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan PT Jasa Marga Tbk untuk membangun jalan tol layang Cibubur-Senayan sepanjang 23 kilometer mendapat reaksi pro dan kontra. Jalan tol layang boleh, tetapi hanya untuk bus trans-jabodetabek.

Namun, pihak yang kontra menegaskan, jalan tol layang dari Cibubur-Senayan ini, dalam jangka panjang, malah memperburuk kondisi kemacetan di Jakarta dan sekitarnya.

”Saya tidak mengerti jalan berpikir BUMN dan Jasa Marga. Kota-kota besar di Amerika saja telah mengerem pembangunan tol dalam kota. Sulit dibayangkan kemacetan di dalam kota seusai turun dari tol itu,” ujar Harun al-Rasyid Lubis dari Transportation Research Group Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Ahli transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, yang dihubungi terpisah, menyetujui tol layang itu meski dengan syarat khusus. ”Begitu terbangun, ya, jangan untuk kendaraan pribadi, tetapi manfaatkan saja untuk bus trans-jabodetabek. Itu lebih bermanfaat sebab mengangkut banyak penumpang,” ujarnya.

Ketua Umum Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Eka Sari Lorena kaget dengan usulan tol layang yang dikatakan menurunkan kemacetan hingga 30 persen. ”Itu kajian dari mana, ya? Kalau pengambil kebijakan itu mengerti, seharusnya takkan membangun tol dalam kota,” ujarnya.

”Di Amerika itu sudah disadari percuma membangun tol dalam kota sebab tak memecahkan masalah,” ujar Eka, yang lama studi di Amerika.

Fransiskus Trisbiantara dari Universitas Trisakti menekankan, lebih baik pemerintah membangun transportasi berbasis rel. ”Sudah ada upaya, misalnya dengan memperluas Stasiun Bogor. Nah, upaya semacam itu perlu dipercepat,” katanya.

Peneliti perkeretaapian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Taufik Hidayat, mengatakan, masa depan Jakarta hanya akan cerah bila perkeretaapian digenjot. ”Ini bukan lagi soal mau atau tak mau, pembangunan kereta api itu harus,” kata Taufik.

Sebelumnya, Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk Hasanudin menjelaskan, jalan tol layang ini akan terdiri dari dua lajur kendaraan dengan dimensi lebar jalan efektif 10 meter, yakni terdiri dari 2 x 3,5 meter lebar lajur, 2,5 meter lebar bahu luar, dan 0,5 meter bahu dalam. PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya akan bergabung dengan PT Jasa Marga untuk membangun proyek tersebut. (RYO)

Sumber Tulisan dan Foto: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/06/21/08442616/Pro-Kontra.Tol.Layang.ke.Senayan



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>