Laporan Keuangan Perum Jamkrindo Tahun 2015 (Audited)

Jakarta | Di tengah angka pertumbuhan kredit pada 2015 yang tak mencapai target, aset Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia dan Entitas Anak (Jamkrindo) tumbuh 16 persen. Laba perusahaan pun masih tumbuh 18 persen.
 
“Aset perusahaan tumbuh dari Rp 10,029 triliun pada 2014 menjadi Rp 11,643 triliun pada 2015,” kata Direktur Utama Jamkrindo Diding S Anwar, dalam laporan hasil audit keuangan yang dilansir Jumat (12/2/2016).
 
Adapun laba komprehensif, lanjut dia, naik dari Rp 715,664 miliar pada 2014 menjadi Rp 845,163 triliun. Sementara itu, pertumbuhan aset didukung oleh kenaikan kas sebesar Rp 398,229 miliar dibandingkan pada akhir 2014 menjadi Rp 5,595 triliun.
 
Kepemilikan surat berharga juga turut menyumbang kenaikan aset, yang tumbuh dari Rp 2,7 triliun pada 2014 menjadi Rp 2,925 triliun pada 2015. Aset tetap Jamkrindo juga melonjak menjadi Rp 396,123 miliar pada 2015 dari sebelumnya Rp 54,425 miliar pada 2014.
 
Diding mengatakan, pndapatan Jamkrindo pada 2015 lalu berkurang dibandingkan setahun sebelumnya sejalan dengan perlambatan kredit nasional. Pendapatan perusahaan tercatat Rp 1,563 triliun pada 2015 dari sebelumnya Rp 1,686 triliun pada 2014. Adapun laba yang masih tumbuh, lanjut dia, didukung pendapatan komprehensif lainnya, yang melonjak dari Rp 52,461 miliar pada 2014 menjadi Rp 219,809 miliar.
 
Bersamaan itu, liabilitas perusahaan bertambah pula dari Rp 1,625 triliun pada 2014 menjadi Rp 2,167 triliun pada 2015. Lonjakan itu didorong oleh pendapatan yang ditangguhkan, utang pajak, dan utang penjaminan ulang. Namun, cadangan klaim berkurang, demikian pula utang lain-lain dan liabilitas imbal pasca-kerja.
 
Untuk menopang kinerja, salah satu badan usaha milik negara (BUMN) ini pada 2015 mendapatkan tambahan penyertaan modal negara (PMN) Rp 500 miliar, dari sebelumnya Rp 6,638 triliun pada 2014. Ekuitas perusahaan bertambah—dari Rp 8,405 triliun pada 2014 menjadi Rp 9,476 triliun pada 2015—disumbang pula oleh kenaikan cadangan saldo, cadangan-cadangan lain, dan komponen ekuitas lain.
 
Jamkrindo adalah BUMN yang menjamin kucuran beragam jenis kredit, baik kredit bersubsidi bunga dari Pemerintah maupun kredit lain. Di antara kredit yang dijamin Jamkrindo adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), KUR Ritel, KURT TKI, Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE), Kredit Usaha Pembibitan Sapi, serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
 
Selain itu, Jamkrindo juga menjadi penjamin kredit dan pembiayaan lain, mulai kredit dan pembiayaan mikro, umum, konstruksi dan pengadaan barang jasa, hingga penjaminan sistem resi gudang. Produk pembiayaan syariah juga masuk dalam penjaminan Jamkrindo meskipun porsinya belum signifikan. (adv/tim/kompas/berbagai sumber)

Laporan keuangan Perum Jamkrindo dapat dilihat secara lengkap di tautan berikut ini.