Thursday, 17 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Industri Soda Indonesia

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Achievements

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Contact Us

pic

Polls

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Wajah BUMN Kita yang Tak Kunjung Berubah

5 July 2007

Seperti apa wajah BUMN di republik ini? Dari tahun ke tahun sesungguhnya relatif tak pernah berubah. Gambaran seperti ini misalnya dapat kita lihat dari hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sebagai sebuah catatan, poin yang sama biasanya akan tetap muncul pada pemeriksaan tahun anggaran berikutnya.

Dalam konteks ini, BPK memang senantiasa menjalankan tugas konstitusionalnya selaku auditor eksternal pemerintah. Hasil audit terhadap lembaga negara dilaporkan kepada DPR RI setiap semester. Sehingga dalam setahun, BPK menyerahkan hasil auditnya dua kali.

Menurut audit BPK semester II tahun anggaran 2004, jumlah BUMN pada 2003 tercatat sebanyak 164 perusahaan. Jumlah ini berkurang satu dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 165 perseroan karena ada penggabungan antara PT Dharma Niaga (Persero) dan PT Pantja Niaga (Persero) ke dalam satu perusahaan menjadi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. Ketentuan ini berdasarkan PP No 22 Tahun 2003 tanggal 31 Maret 2003 tentang pembatalan PP No 29 Tahun 1998 tentang penambahan penyertaan modal negara Republik Indonesia ke dalam modal saham PT Dharma Niaga dan penggabungan perusahaan PT Pantja Niaga dan PT Dharma Niaga ke dalam perusahaan PT Pantja Niaga.

Di antara 164 perseroan itu, 11 perusahaan merupakan perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa. Jumlah saham pemerintah di BUMN yang telah go publik tersebut lebih dari 510 persen. Secara rinci BUMN yang telah go public itu seperti berikut.

Selain itu ada juga beberapa perusahaan BUMN yang terkait dengan kebijakan pasar modal seperti PT PLN, Perum Pegadaian serta PT Jasa Marga. Hal ini bisa terjadi karena BUMN-BUMN tersebut bukan berstatus listed company, tetapi mencatatkan obligasi yang dikeluarkannya di Bursa Efek Surabaya (BES).

Menurut hasil audit BPK itu, selama tahun buku 2003, terdapat 28 laporan keuangan (LK) BUMN yang terdiri dari 25 LK BUMN induk dan 3 LK anak perusahaan BUMN. Di luar itu masih terdapat pula audit BUMN berdasarkan bantuan Kantor Akutan Publik (KAP).

Sepanjang tahun 2003, BUMN yang memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) adalah sebanyak 136 BUMN. Opini auditor seperti ini mengandung arti angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan telah diyakini kewajarannya dan telah disajikan sesuai prinsip akuntansi yang lazim.

Sebanyak 13 BUMN mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP). Angka dan penyian wajar dan sesuai dengan prinsip audit. Namun ada beberapa pos tertentu yang bersifat material yang belum bisa diyakini karena alasan tertentu.

Sementara 5 BUMN mendapat predikat disclaimer karena auditor menolak untuk memberikan opini karena angka-angka yang masih diragukan kewajarannya. Dan 10 BUMN sampai dengan akhir November 2004 belum memberikan LK kepada BPK yaitu, PT Pertamina, Perjan RS Dr. Ciptomangunkusumo, PT Dirgantara Indonesia, Perjan RRI, PT Semen Gresik, PT Perhutani, PT Tirta Raya Mina, PT Usaha Mina, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Perum Bulog.

Tingkat Kesehatan

Atas dasar audit BPK itu, dapat diketahui pula tingkat kesehatan BUMN yang ada di negara ini. Dari 154 BUMN yang tingkat kinerjanya sehat sekali (SS) dan sehat (S) sebanyak 81 BUMN. Adapun yang kurang sehat (KS) dan tidak sehat (TS) sebanyak 53 BUMN.

Selain itu masih ada juga BUMN yang tidak dapat dinilai kerjanya karena auditor tidak dapat memberikan opininya. Jumlah BUMN yang masuk kategori ini sebanyak 5 perusahaan yaitu PT Industri Soda Indonesia, PT Inhutani V, PT Perikani, Perum PPD serta PT Bina Karya. (suarakarya-online, Mangku)

Sumber : Bisnis Indonesia , 7 Maret 2007



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>