<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PT Industri Soda Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.bumn.go.id/isi/id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bumn.go.id/isi</link>
	<description>PT Industri Soda Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Dec 2010 08:49:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/isi/id/uncategorized/hello-world/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/isi/id/uncategorized/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 07:44:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Industri Soda Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/isi/id/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to KBUMN Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://www.bumn.go.id/">KBUMN Sites</a>. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/isi/id/uncategorized/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BUMN ditargetkan akan berkurang jadi 100 perusahaan</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/bumn-ditargetkan-akan-berkurang-jadi-100-perusahaan/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/bumn-ditargetkan-akan-berkurang-jadi-100-perusahaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 08:42:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Industri Soda Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/isi/id/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA:  Menneg BUMN Sofyan Djalil menargetkan akhir 2007 jumlah BUMN kurang  dari 100 perusahaan, dari lebih dari 144 BUMN saat ini.
Dengan begitu program pemerintah untuk memangkas perusahaan negara  menjadi 25 yang pada awalnya ditargetkan akan terealisasi pada  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/bumn-ditargetkan-akan-berkurang-jadi-100-perusahaan/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA:  Menneg BUMN Sofyan Djalil menargetkan akhir 2007 jumlah BUMN kurang  dari 100 perusahaan, dari lebih dari 144 BUMN saat ini.</p>
<p>Dengan begitu program pemerintah untuk memangkas perusahaan negara  menjadi 25 yang pada awalnya ditargetkan akan terealisasi pada 2020,  dapat dipercepat.</p>
<p>&#8220;Kami targetkan pada akhir 2007 jumlah BUMN kurang dari 100 perusahaan  yang tersisa,&#8221; ujarnya, sesaat setelah mendarat di Bandara Halim Perdana  Kusuma, seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan  kunjungan kerja ke Temanggung, Jawa Tengah, hari ini.</p>
<p>Target itu, diyakininya dapat terealisasi dengan kondis pada saat ini  yang dinilainnya cukup kondusif untuk menawarkan saham perdana (initial  public offering/IPO) sejumlah BUMN. &#8220;Kami harapkan IPO sebanyak mungkin,  karena pasar semakin bagus. Sekarang ini semakin banyak yang kami IPO  kan, semakin bagus,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Terkait hal itu, dia mengemukakan rencana pemerintah itu akan dibahas  lebih lanjut dengan DPR. Selain menjadikan BUMN sebagai perusahaan  terbuka, ujarnya, sejumlah BUMN akan digabung menjadi sebuah perusahaan  induk. Sofyan Djalil menyebutkan BUMN yang akan dikonsolidasi adalah  perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan, pupuk, dan  sejumlah BUMN karya.</p>
<p>BUMN yang berkembang baik, dapat berdiri sendiri, dan membidangi sektor   strategis yang harus ditangani pemerintah, ujarnya, akan dipertahankan.  Data Bisnis menyebutkan dari sejumlah BUMN yang ada saat ini, hanya 10  BUMN menyumbang 80% dari seluruh keuntungan. Sebaliknya, 10 BUMN dengan  prestasi terburuk menyumbang 84% dari total kerugian.</p>
<p>Menurut Sofyan, menjadi perusahaan terbuka merupakan langkah strategis  dan efektif untuk mengembangkan BUMN. Hal ini karena perusahaan publik  wajib menyampaikan laporan kinerja perusahaan kepada masyarakat,  sehingga praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) di perusahaan  negara dapat dicegah.</p>
<p>Dari sisi legal, lanjutnya, UU tentang Penanaman Modal mengharuskan  bahwa jika sebuah perusahaan dengan pemilik saham lebih dari 30 pihak,  perusahaan tersebut wajib menjadi perusahaan publik.</p>
<p>Sebelumnya, Kementerian Negara BUMN akan mengusulkan 10 BUMN tambahan  untuk diprivatisasi ke Komite Privatisasi dan akan diupayakan  pelepasannya melalui pasar modal atau penawaran saham perdana. Sejumlah  BUMN yang akan diajukan ke Komite Privatisasi di antaranya adalah PT  Bank Tabungan Negara, PT Krakatau Steel.</p>
<p>Langkah ini ditempuh oleh Kementerian BUMN menyusul persetujuan yang  sebelumnya telah diberikan oleh Komisi XI DPR terhadap rencana  privatisasi 15 BUMN. Dari 15 BUMN tersebut ada tiga BUMN yang sedang  bersiap-siap melepas sahamnya di pasar modal yaitu PT Bank Negara  Indonesia Tbk, PT Jasa Marga dan PT Wijaya Karya. Privatisasi satu BUMN  yaitu PT Industri Soda Indonesia akhirnya diputuskan batal setelah  pemerintah melikuidasi perusahaan tersebut. (Bisnis, dj)</p>
<p>Sumber : Bisnis Indonesia , 13 Juni 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/bumn-ditargetkan-akan-berkurang-jadi-100-perusahaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kementerian BUMN dan Departemen Energi Sepakat Koordinasi</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/kementerian-bumn-dan-departemen-energi-sepakat-koordinasi/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/kementerian-bumn-dan-departemen-energi-sepakat-koordinasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 08:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Industri Soda Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/isi/id/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta:Kementerian  Badan Usaha Milik Negara akan berkoordinasi dengan Departemen Energi  merampungkan proses pembentukan induk perusahaan pertambangan. &#8220;Agar ada  koordinasi yang baik seperti arahan wakil presiden,&#8221; kata
Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu seusai menghadiri rapat Menteri  dengan  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/kementerian-bumn-dan-departemen-energi-sepakat-koordinasi/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta:Kementerian  Badan Usaha Milik Negara akan berkoordinasi dengan Departemen Energi  merampungkan proses pembentukan induk perusahaan pertambangan. &#8220;Agar ada  koordinasi yang baik seperti arahan wakil presiden,&#8221; kata<br />
Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu seusai menghadiri rapat Menteri  dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (19/2).</p>
<p>Koordinasi juga akan dilakukan terkait penciutan jumlah BUMN ke depan.  &#8220;Karena kadang ada departemen yang menolak,&#8221; katanya tanpa memerinci  depatemen tersebut. Koordinasi juga akan dilakukan dengan Dewan  Perwakilan Rakyat.</p>
<p>Deputi Meneg BUMN Bidang Pertambangan Roes Aryawijaya menambahkan,  rencana pembentukan perusahaan induk pertambangan termasuk yang  dilaporkan oleh Menteri BUMN kepada wakil presiden.</p>
<p>Pemerintah memang akan menciutkan jumlah perusahaan negara. Tahun lalu  ada 139 perusahaan negara. Jumlah ini akan dikurangi menjadi 102  perusahaan pada 2007 dan menjadi 87 perusahaan pada 2008. Pada tahun  berikutnya menjadi 69 perusahaan, 2012-2015 menjadi 50 perusahaan. Lalu,  setelah itu jumlahnya akan hanya menjadi 25 perusahaan.</p>
<p>Menurut Said, penciutan BUMN akan dilakukan dengan likuidasi, merger,  dan akuisisi. Pada tahun ini saja ada perusahaan yang akan dilikuidasi,  yaitu PT Iglass dan PT Industri Soda. (TEMPO Interaktif)</p>
<p>Sumber : Bisnis Indonesia , 19 Februari 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/kementerian-bumn-dan-departemen-energi-sepakat-koordinasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Divestasi Iglas dan Cambrics segera digelar</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/divestasi-iglas-dan-cambrics-segera-digelar/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/divestasi-iglas-dan-cambrics-segera-digelar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 08:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Industri Soda Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/isi/id/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA,  Kementerian Negara BUMN segera menggelar divestasi dua BUMN yaitu PT  Iglas dan PT Cambrics Prissima yang diperkirakan menghasilkan pendapatan  total Rp48 miliar.
Menneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan pertimbangan utama divestasi ini  karena dua sektor tersebut  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/divestasi-iglas-dan-cambrics-segera-digelar/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA,  Kementerian Negara BUMN segera menggelar divestasi dua BUMN yaitu PT  Iglas dan PT Cambrics Prissima yang diperkirakan menghasilkan pendapatan  total Rp48 miliar.</p>
<p>Menneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan pertimbangan utama divestasi ini  karena dua sektor tersebut dinilai bergerak di industri yang kompetitif  dan tidak strategis.</p>
<p>&#8220;Kami akan melepas seluruh saham pemerintah di BUMN tersebut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>10 BUMN tambahan diusulkan untuk diprivatisasi ke Komite Privatisasi dan  akan diupayakan pelepasannya melalui pasar modal atau penawaran saham  perdana (IPO) a.l. PT Bank Tabungan Negara dan PT Krakatau Steel.</p>
<p>Langkah ini ditempuh menyusul persetujuan Komisi XI DPR terhadap rencana  privatisasi 15 BUMN. Dari 15 BUMN tersebut ada tiga BUMN yang sedang  bersiap-siap melepas sahamnya di pasar modal yaitu PT Bank Negara  Indonesia Tbk, PT Jasa Marga dan PT Wijaya Karya.</p>
<p>Privatisasi satu BUMN yaitu PT Industri Soda Indonesia akhirnya  diputuskan batal setelah pemerintah melikuidasi perusahaan tersebut.</p>
<p>Dalam program privatisasi 2007 ditetapkan BUMN yang akan didivestasi  jumlahnya 15 perusahaan dari sebelumnya 17 BUMN. Tetapi dua BUMN ditunda  yaitu Krakatau Steel dan BTN.</p>
<p>Pada program tahunan privatisasi perusahaan 2007 akan dilakukan pada  sembilan BUMN, enam perusahaan kepemilikan negara minoritas. BUMN  tersebut adalah PT Jasa Marga, PT BNI Tbk, PT Wijaya Karya, PT Garuda  Indonesia, PT Merpati, PT Industri Soda Indonesia, PT Iglas, dan PT  Cambrics Primisima, PT Jakarta International Hotel &amp; Development  (JIHD), PT Atmindo, PT Intirub, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri, PT  Kertas Blabak, dan PT Kertas Basuki Rahmat.</p>
<p>Sebanyak lima BUMN dilepas melalui strategic sales dan atau go public  yaitu PT Garuda Indonesia, PT Merpati Nusantara Airlines, PT PNM, PT  Iglas, dan PT Cambrics Primissima. Satu BUMN dengan kepemilikan saham  mayoritas yaitu PT Industri Soda Indonesia akan dilikuidasi karena tidak  memungkinkan untuk diprivatisasi. (Bisnis, tw)</p>
<p>Sumber : Bisnis Indonesia , 26 Juni 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/divestasi-iglas-dan-cambrics-segera-digelar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wajah BUMN Kita yang Tak Kunjung Berubah</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/wajah-bumn-kita-yang-tak-kunjung-berubah/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/wajah-bumn-kita-yang-tak-kunjung-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 08:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Industri Soda Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/isi/id/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Seperti  apa wajah BUMN di republik ini? Dari tahun ke tahun sesungguhnya  relatif tak pernah berubah. Gambaran seperti ini misalnya dapat kita  lihat dari hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK). Sebagai sebuah catatan,  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/wajah-bumn-kita-yang-tak-kunjung-berubah/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti  apa wajah BUMN di republik ini? Dari tahun ke tahun sesungguhnya  relatif tak pernah berubah. Gambaran seperti ini misalnya dapat kita  lihat dari hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK). Sebagai sebuah catatan, poin yang sama biasanya akan tetap muncul  pada pemeriksaan tahun anggaran berikutnya.</p>
<p>Dalam konteks ini, BPK memang senantiasa menjalankan tugas  konstitusionalnya selaku auditor eksternal pemerintah. Hasil audit  terhadap lembaga negara dilaporkan kepada DPR RI setiap semester.  Sehingga dalam setahun, BPK menyerahkan hasil auditnya dua kali.</p>
<p>Menurut audit BPK semester II tahun anggaran 2004, jumlah BUMN pada  2003 tercatat sebanyak 164 perusahaan. Jumlah ini berkurang satu  dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 165 perseroan karena ada  penggabungan antara PT Dharma Niaga (Persero) dan PT Pantja Niaga  (Persero) ke dalam satu perusahaan menjadi PT Perusahaan Perdagangan  Indonesia. Ketentuan ini berdasarkan PP No 22 Tahun 2003 tanggal 31  Maret 2003 tentang pembatalan PP No 29 Tahun 1998 tentang penambahan  penyertaan modal negara Republik Indonesia ke dalam modal saham PT  Dharma Niaga dan penggabungan perusahaan PT Pantja Niaga dan PT Dharma  Niaga ke dalam perusahaan PT Pantja Niaga.</p>
<p>Di antara 164 perseroan itu, 11 perusahaan merupakan perusahaan yang  mencatatkan sahamnya di bursa. Jumlah saham pemerintah di BUMN yang  telah go publik tersebut lebih dari 510 persen. Secara rinci BUMN yang  telah go public itu seperti berikut.</p>
<p>Selain itu ada juga beberapa perusahaan BUMN yang terkait dengan  kebijakan pasar modal seperti PT PLN, Perum Pegadaian serta PT Jasa  Marga. Hal ini bisa terjadi karena BUMN-BUMN tersebut bukan berstatus  listed company, tetapi mencatatkan obligasi yang dikeluarkannya di Bursa  Efek Surabaya (BES).</p>
<p>Menurut hasil audit BPK itu, selama tahun buku 2003, terdapat 28  laporan keuangan (LK) BUMN yang terdiri dari 25 LK BUMN induk dan 3 LK  anak perusahaan BUMN. Di luar itu masih terdapat pula audit BUMN  berdasarkan bantuan Kantor Akutan Publik (KAP).</p>
<p>Sepanjang tahun 2003, BUMN yang memperoleh opini wajar tanpa  pengecualian (WTP) adalah sebanyak 136 BUMN. Opini auditor seperti ini  mengandung arti angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan telah  diyakini kewajarannya dan telah disajikan sesuai prinsip akuntansi yang  lazim.</p>
<p>Sebanyak 13 BUMN mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP).  Angka dan penyian wajar dan sesuai dengan prinsip audit. Namun ada  beberapa pos tertentu yang bersifat material yang belum bisa diyakini  karena alasan tertentu.</p>
<p>Sementara 5 BUMN mendapat predikat disclaimer karena auditor menolak  untuk memberikan opini karena angka-angka yang masih diragukan  kewajarannya. Dan 10 BUMN sampai dengan akhir November 2004 belum  memberikan LK kepada BPK yaitu, PT Pertamina, Perjan RS Dr.  Ciptomangunkusumo, PT Dirgantara Indonesia, Perjan RRI, PT Semen Gresik,  PT Perhutani, PT Tirta Raya Mina, PT Usaha Mina, PT Perusahaan  Perdagangan Indonesia dan Perum Bulog.</p>
<p>Tingkat Kesehatan</p>
<p>Atas dasar audit BPK itu, dapat diketahui pula tingkat kesehatan  BUMN yang ada di negara ini. Dari 154 BUMN yang tingkat kinerjanya sehat  sekali (SS) dan sehat (S) sebanyak 81 BUMN. Adapun yang kurang sehat  (KS) dan tidak sehat (TS) sebanyak 53 BUMN.</p>
<p>Selain itu masih ada juga BUMN yang tidak dapat dinilai kerjanya  karena auditor tidak dapat memberikan opininya. Jumlah BUMN yang masuk  kategori ini sebanyak 5 perusahaan yaitu PT Industri Soda Indonesia, PT  Inhutani V, PT Perikani, Perum PPD serta PT Bina Karya.  (suarakarya-online, Mangku)</p>
<p>Sumber : Bisnis Indonesia , 7 Maret 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/wajah-bumn-kita-yang-tak-kunjung-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalangan DPR Kaget 9 Unit BUMN Akan Dijual</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/kalangan-dpr-kaget-9-unit-bumn-akan-dijual/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/kalangan-dpr-kaget-9-unit-bumn-akan-dijual/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 08:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Industri Soda Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/isi/id/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta,  Kalangan DPR mengaku kaget dengan rencana penjualan 9 unit Badan Usaha  Milik Negara (BUMN) akan dijual. Mereka meminta sebelum dilepas  sebaiknya dibuat kajian jauh dari unsur politis. Anggota Komisi VI DPR  dari Fraksi Partai Amanat  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/kalangan-dpr-kaget-9-unit-bumn-akan-dijual/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta,  Kalangan DPR mengaku kaget dengan rencana penjualan 9 unit Badan Usaha  Milik Negara (BUMN) akan dijual. Mereka meminta sebelum dilepas  sebaiknya dibuat kajian jauh dari unsur politis. Anggota Komisi VI DPR  dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) H Nasril Bahar, SE mengatakan,  kalau dalam konteks privatisasi BUMN sesuai dengan UU 19 Tahun 2003  untuk menyehatkan dan membesarkan BUMN wajar saja.</p>
<p>Namun Nasril yang berbicara di Jakarta, Jumat (23/2) mengingatkan agar  konteks privatisasinya tidak kabur diharapkan pelepasan 9 unit BUMN itu  tidak dilakukan akibat unsur politik. Untuk itu, Nasril menyarankan  sebelum unit-unit BUMN itu dilepas komite privatisasi diharapkan membuat  kajian dan analisis sehingga privatisasi itu benar-benar dalam konteks  penyehatan dan tidak dilandasi unsur politik.</p>
<p>Nasril juga berharap agar dari 9 unit BUMN yang rencananya dilepas,  dipilih selektif mungkin sehingga unit BUMN yang mencerminkan pereratan  Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seperti Garuda tidak  diprivatisasi. Ã¢â‚¬Å“Kalau pun diprivatisasi saya sarankan sahamnya dilepas  tidak melampaui batas kewajaran,Ã¢â‚¬Â ujar Nasril Bahar, anggota DPR-RI asal  Daerah Pemilihan Sumatera Utara III.</p>
<p>Sementara anggota Komisi XI DPR Ramson S merasa terkejut dengan rencana  pemerintah itu yang dinilai tanpa arah yang jelas. Ã¢â‚¬Å“Kita terus terang  sangat terkejut dan yang menjadi pertanyaan apa visi pemerintahan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjual aset-aset BUMN  itu,Ã¢â‚¬Â kata Ramson S , Jumat.</p>
<p>Menurutnya, dalam rapat kerja Komisi XI dengan Menteri Negara (Meneg)  BUMN 20 Februari lalu, penjelasan Menneg BUMN untuk melepas 9 unit usaha  BUMN itu tidak jelas arah privatisasi yang mau dilakukan oleh  pemerintahan SBY. Ã¢â‚¬Â Apa benefit yang optimal untuk bangsa ini atas  pelepasan 9 unit BUMN itu,Ã¢â‚¬Â ujar Ramson S.</p>
<p>Dia mengakui dalam UU APBN 2007 hanya satu yang disetujui untuk dijual  sahamnya yakni PT. BNI Tbk sebesar 15% , itu pun untuk menutupi defisit  anggaran di APBN 2007, yang dibutuhkan sebesar Rp 3,3 triliun. Ã¢â‚¬Å“Jadi  kita sangat terkejut ketika Menneg BUMN mengajukan rencana penjualan 8  BUMN yang lain, yang membonceng PT BNI,Ã¢â‚¬Â tambahnya.</p>
<p>Ramson dengan tegas menyatakan, visi yang diutarakan Meneg BUMN melepas 9  unit BUMN belum jelas sebab hanya mengutarakan model-model mekanisme  proses privatisasi. Ã¢â‚¬Å“Kita sangat prihatin, seharusnya kalau ada rencana  penjualan milik negara harus dengan visi yang jelas. Itu yang perlu,  jika ingin lebih baik maka Presiden sendiri yang memberi penjelasan  sehingga sistem kemandirian ekonomi yang diinginkan SBY dapat  dijabarkan,Ã¢â‚¬Â tegas Ramson.</p>
<p>Ditanya kemungkinan akan masuknya investor asing setelah sembilan unit  BUMN itu dilepas, Ramson S tidak membantahnnya. Ã¢â‚¬Å“Tentu orang luar akan  banyak masuk. Di pasar modal aja sebenarnya itu diportofolio 95 persen  investor asing jadi bukan investor dalam negeri. Kalau ada Indeks Harga  Saham Gabungan naik, maka keuntungannya 95% dinikmati investor asing,  karena investor dalam negeri paling tinggi 5% yang bermain dalam market  kapitalisasi.</p>
<p>Ramson mengakui sikap Komisi XI sampai saat ini belum final dan masih  dibahas dengan membentuk Panitia Kerja (Panja). Dalam rapat kerja Menneg  BUMN dengan Komisi XI, disebutkan ke 9 unit BUMN yang akan dilepas  yakni, perusahaan Jasa Marga kan dilepas dengan nilai 49 persen, PT. BNI  Tbk 49 %, PT Wijaya Karya, PT Permodalan Nasional Madani, PT Garuda  45%, Merpati 40%, PT. Industri Soda Indonesia 100%, Industri Gelas 63 %,  PT Kambric Primisina 29%. (WASPADA Online, aya)</p>
<p>Sumber : Bisnis Indonesia , 23 Februari 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/kalangan-dpr-kaget-9-unit-bumn-akan-dijual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jumlah BUMN dikurangi</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/jumlah-bumn-dikurangi/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/jumlah-bumn-dikurangi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 08:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Industri Soda Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/isi/id/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[
JAKARTA,  Jumlah badan usaha milik negara atau BUMN akan dikurangi secara  bertahap dan proporsional, sampai dengan tahun 2009. Pada tahun ini dari  139 BUMN diharapkan bisa dikurangi hingga menjadi 102 BUMN, pada tahun  2008 tinggal 87  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/jumlah-bumn-dikurangi/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3></h3>
<p>JAKARTA,  Jumlah badan usaha milik negara atau BUMN akan dikurangi secara  bertahap dan proporsional, sampai dengan tahun 2009. Pada tahun ini dari  139 BUMN diharapkan bisa dikurangi hingga menjadi 102 BUMN, pada tahun  2008 tinggal 87 BUMN, dan pada tahun 2009 menjadi 69 BUMN.</p>
<p>Pada tahun 2012-2015, BUMN hanya berjumlah 50 perusahaan. Setelah itu tinggal 25 BUMN.</p>
<p>Ã¢â‚¬Å“Penerapan kebijakan rightsizing (pengurangan jumlah BUMN hingga  mencapai ukuran ideal) bisa dengan penggabungan beberapa atau merger,  pembentukan induk usaha, atau dengan divestasi saham pemerintah,Ã¢â‚¬Â kata  Menteri Negara BUMN Sugiharto sesuai rapat koordinasi terbatas  (rakortas), Senin (19/2) di Jakarta.</p>
<p>Rakortas yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla itu dihadiri menteri  cabinet serta jajaran eselon I dan II Kementrian Negara BUMN. Dalam  jumpa pers seusai rakortas, Wapres menyatakan, pemerintah akan terus  mengurangi secara proporsional jumlah BUMN. Pendirian BUMN di masa lalu  dilakukan sesuai kondisi waktu itu. Ã¢â‚¬Å“Ada BUMN bidang jasa, kereta api,  laut dan udara. Ada juga BUMN yang dibentuk karena nasionalisasi. Namun,  ada juga yang didirikan karena kebutuhan. Oleh karena itu, pada waktu  itu terdapat 154 BUMN. BUMN itu mempunyai anak dan cucu sehingga  totalnya mencapai sekitar 600 BUMN,Ã¢â‚¬Â ujar Kalla.</p>
<p>Oleh sebab itu, menurut Kalla, harus dilakukan rasionalisasi agar BUMN mencapai jumlah ideal.</p>
<p>Menurut Sugiharto, studi kelayakan pengurangan jumlah BUMN telah  selesai. BUMN mana yang menjadi prioritas untuk digabung atau dijual,  kata Sugiharto, masih harus dikoordinasikan dengan menteri teknis. Juga  perlu pendalaman mengenai peraturan lain yang terkait penggabungan  tersebut.</p>
<p>Ã¢â‚¬Å“Untuk BUMN sector perkebunan yang saat ini jumlahnya 15 perusahaan,  jika dikelompokkan, akan dilihat apakah relevan jika dikelompokkan  berdasarkan wilayah atau berdasarkan komodita. Jika dikelompokkan  berdasarkan wilayah, harus mempertimbangkan juga aturan otonomi daerah,Ã¢â‚¬Â  kata Sugiharto.</p>
<p>Untuk BUMN pertambangan, yakni PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Batubara  Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk, studi kelayakan penggabungan  ketiganya menjadi Indonesia Resources Company (IRC) telah selesai.  Ã¢â‚¬Å“Namun, studi kelayakan ini harus kami sosialisasikan juga dengan  menteri teknis lainnya. Kami juga harus berbicara dengan Badan Pengawas  Pasar Modal dan Dirjen Pajak soal pembentukan IRC ini karena ketiganya  merupakan perusahaan terbuka,Ã¢â‚¬Â kata Sugiharto.</p>
<p>Pada tahun 2007, tiga BUMN yang sahamnya mayoritas dimiliki pemerintah  yang akan didivestasi, yakni PT Industri Soda Indonesia, PT Industri  Gelas, dan PT Cambrics Primissima. Seluruh kepemilikan saham pemerintah  akan dilepas melalui penjualan strategis.</p>
<p>Pemerintah juga akan menjual kepemilikan saham minoritasnya pada enam  BUMN, yakni PT Atmindo, PT Intirub, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri,  PT Jakarta International Hotel Development, PT Kertas Blabak, dan PT  Kertas Basuki Rahmat.</p>
<p>Dalam jangka pendek, diharapkan pada 2007 sampai 2008, lima BUMN, yakni  PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), PT Pertamina, induk pertambangan,  Perusahaan Gas Negara, dan induk perkebunan telah selesai di  restrukturisasi dan siap menjadi BUMN unggulan (champion) yang berdaya  saing global.</p>
<p>Kinerja BUMN</p>
<p>Wapres menegaskan, kinerja BUMN pada 2007 harus bisa meningakt di atas  20 persen. Berdasarkan siaran pers Kementrian Negara BUMN, laba sebelum  pajak BUMN secara keseluruhan tahun 2007 diperkirakan mencapai Rp88,744  triliun atau naik 22,5 persen dari prognosa tahun 2006 sebesar Rp72,44  triliun. Laba terbesar tahun 2007 merupakan sumbangan dari 10 BUMN  sektor pertambangan, energi dan telekomunikasi Rp58,780 triliun. Adapun  belanja modal 2997 diperkirakan Rp102,968 triliun atau naik 247,67  persen dari prognosa 2006. (KOMPAS, HAR/TAV)</p>
<div>Sumber : Bisnis Indonesia , 20 Februari 2007</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/jumlah-bumn-dikurangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KARYAWAN PT INDUSTRI SODA INDONESIA MENUNTUT PEMBAYARAN GAJI</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/karyawan-pt-industri-soda-indonesia-menuntut-pembayaran-gaji/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/karyawan-pt-industri-soda-indonesia-menuntut-pembayaran-gaji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 08:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Industri Soda Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/isi/id/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Sidoarjo:  Sekitar 100 karyawan PT Industri Soda Indonesia, Waru, Sidoarjo, Jawa  Timur berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sidoarjo, Kamis (21/12). Aksi  tersebut dilakukan karena sudah 12 bulan karyawan pabrik tidak  mendapatkan hak gaji.
Mengingat perusahaan tersebut  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/karyawan-pt-industri-soda-indonesia-menuntut-pembayaran-gaji/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sidoarjo:  Sekitar 100 karyawan PT Industri Soda Indonesia, Waru, Sidoarjo, Jawa  Timur berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sidoarjo, Kamis (21/12). Aksi  tersebut dilakukan karena sudah 12 bulan karyawan pabrik tidak  mendapatkan hak gaji.</p>
<p>Mengingat perusahaan tersebut termasuk perusahaan Badan Usaha Milik  Negara, para pengunjuk rasa meminta Kementerian BUMN untuk lebih  memperhatikan nasib karyawan. Menurut para karyawan, setelah ada  penambahan mesin senilai Rp 200 miliar, nasib karyawan justru semakin  memburuk. Perwakilan aksi tersebut akhirnya diperbolehkan masuk menemui  anggota DPRD Sidoarjo untuk menyampaikan aspirasinya.(Metrotvnews.com,  NTF)</p>
<p>Sumber : Bisnis Indonesia , 21 Desember 2006</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/karyawan-pt-industri-soda-indonesia-menuntut-pembayaran-gaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Belas Perusahaan Plat Merah Akan Dijual Lagi</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/lima-belas-perusahaan-plat-merah-akan-dijual-lagi/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/lima-belas-perusahaan-plat-merah-akan-dijual-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 08:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Industri Soda Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/isi/id/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Menneg  BUMN Sugiharto menyatakan, sebanyak 15 perusahaan perseroan yang  terdiri atas sembilan perusahaan perseroan yang saham mayoritasnya  dimiliki pemerintah dan enam perusahaan yang kepemilikan sahamnya oleh  pemerintah minoritas, masuk dalam program privatisasi 2007.
Ã¢â‚¬Å“Komite privatisasi telah memberikan  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/lima-belas-perusahaan-plat-merah-akan-dijual-lagi/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menneg  BUMN Sugiharto menyatakan, sebanyak 15 perusahaan perseroan yang  terdiri atas sembilan perusahaan perseroan yang saham mayoritasnya  dimiliki pemerintah dan enam perusahaan yang kepemilikan sahamnya oleh  pemerintah minoritas, masuk dalam program privatisasi 2007.</p>
<p>Ã¢â‚¬Å“Komite privatisasi telah memberikan arahan atas program tahunan  privatisasi perusahaan perseroan 2007 melalui KEP-03/M. EKON/01/2007  tanggal 31 Januari 2007, Ã¢â‚¬Â ujar Sugiharto dalam raker Komisi XI DPR di  Jakarta, Selasa (20/2).</p>
<p>Sembilan perusahaan plat merah mayoritas itu adalah Jasa Marga, BNI,  Wijaya Karya, Garuda Indonesia, Merpati Nusantara, Permodalan Nasional  Madani, Industri Soda Indonesia, Industri Gelas (Iglass), dan Cambrics  Primisima. Sedangkan, enam perusahaan persero minoritas adalah PT JIHD,  PT Atmindo, PT Intirub, PT PPLI, PT Kertas Blabak, dan PT Kertas Basuki  Rahmat.</p>
<p>Seperti diketahui, Kementerian BUMN mengusulkan adanya 12 perusahaan  persero mayoritas, lima BUMN konsultan konstruksi, dan tujuh perusahaan  patungan minoritas masuk dalam program privatisasi 2007.</p>
<p>Tapi, Komite Privatisasi hanya menyetujui privatisasi terhadap sembilan  perusahaan perseroan mayoritas dan enam perusahaan perseroan minoritas.</p>
<p>Komite Privatisasi meminta penundaan privatisasi terhadap BTN, Krakatau  Steel, Dirgantara Indonesia, Kertas Padalarang dan lima BUMN konsultan  karya untuk dilakukan kajian atau restrukturisasi. (wordpress.com, dina)</p>
<p>Sumber : Bisnis Indonesia , 21 Februari 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/lima-belas-perusahaan-plat-merah-akan-dijual-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setoran Dividen Bakal Menyusut</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/setoran-dividen-bakal-menyusut/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/setoran-dividen-bakal-menyusut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 08:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>PT Industri Soda Indonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/isi/id/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA  &#8211; Rencana Men BUMN Sofyan Djalil menggenjot program privatisasi  berdampak serius terhadap anggaran. Kebijakan tersebut, dipastikan  mengurangi setoran dividen perusahaan pelat merah ke APBN. Menteri  Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya bakal mencari  keseimbangan  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/setoran-dividen-bakal-menyusut/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA  &#8211; Rencana Men BUMN Sofyan Djalil menggenjot program privatisasi  berdampak serius terhadap anggaran. Kebijakan tersebut, dipastikan  mengurangi setoran dividen perusahaan pelat merah ke APBN. Menteri  Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya bakal mencari  keseimbangan antara kepentingan penyehatan BUMN dengan setoran dividen  kepada negara.</p>
<p>&#8220;Privatisasi bisa membikin setoran dividen menurun. Tapi, kita minta  prinsip lain, ada semacam kompensasi supaya tidak menjadikan BUMN lain  menjadi beban,&#8221; kata Menkeu dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR  kemarin malam. Bersama Kementerian BUMN, pihaknya terus merekonsiliasi  angka privatisasi dan dividen.</p>
<p>&#8220;Ada beberapa prinsip kebijakan yang bisa dilakukan. Kita akan memberi  kesempatan ke menteri BUMN untuk melihat semuanya. Me-review semua  kebijakan yang dibuat dan disesuaikan dengan berbagai aspirasi yang  muncul dan kebutuhan BUMN itu sendiri, maupun APBN,&#8221; kata dia. Setoran  dividen dalam APBN 2007 ditargetkan Rp 19,1 triliun, sedangkan target  privatisasi neto Rp 2 triliun.</p>
<p>Pada bagian lain, Sofyan Djalil mengajukan kembali sejumlah BUMN yang  rencana privatisasinya ditunda agar bisa dilepas ke pasar. &#8220;Kita  mengajukan lebih banyak lagi, supaya masuk dalam persetujuan,&#8221; kata  mantan Menkominfo tersebut.</p>
<p>Tahun ini, Komite Privatisasi menyetujui 15 BUMN untuk diprivatisasi,  termasuk enam perusahaan dengan kepemilikan saham pemerintah minoritas.  Tiga di antaranya, yakni PT BNI Tbk, PT Jasa Marga, dan PT Wijaya Karya  telah mendapat persetujuan parlemen. Sedangkan PT Garuda Indonesia, PT  Merpati Nusantara, dan PT Iglas masih menunggu persetujuan DPR.</p>
<p>Beberapa perusahaan dengan kepemilikan saham pemerintah minoritas adalah  PT Cambrics Primissima, PT JIHD, PT Atmindo, PT Intirub, PT PPLI, PT  Kertas Blabak, dan PT Kertas Basuki Rahmat. Semuanya masih menunggu  persetujuan DPR. Sedangkan PT Industri Soda Indonesia, karena kondisi  perusahaan tidak memungkinkan untuk diprivatisasi, bakal dilikuidasi.  (Jawa Pos Online, sof)</p>
<p>Sumber : Bisnis Indonesia , 28 Juni 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/isi/id/publikasi/setoran-dividen-bakal-menyusut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
