PT INTI TEKEN KONTRAK PLTS 23 LOKASI DARI PLN

MERAUKE – Setelah tiga kali mendapatkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada awal tahun, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) alias INTI kembali memenangkan tender. Perusahaan yang sukses menggarap 57 lokasi PLTS pada tahun lalu itu secara resmi meneken empat paket kontrak kerja PLTS Terpusat untuk 23 lokasi di Provinsi Papua dan Papua Barat dari PT PLN (Persero), pada Jumat, 08 September 2017.

“Kontrak senilai kurang lebih Rp 106,3 milyar ini merupakan pengalaman kedelapan kami dalam pembangunan PLTS. Proyek ini merupakan kontribusi kami untuk mewujudkan Papua Terang 2020,” ungkap Direktur Bisnis PT INTI, Adiaris, usai penandatanganan kontrak tersebut, di Merauke, Jumat (08/09). Adapun penandatanganan dari pihak PT PLN (Persero) dilakukan oleh General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Papua dan Papua Barat Yohanes Sukrislismono.

Adiaris menandatangani kontrak untuk 23 lokasi dengan kapasitas daya sebesar 1200 kWp, yang tersebar di Provinsi Papua dan Papua Barat, meliputi :

1) Pembangunan PLTS Terpusat Paket Pertama, 12 lokasi, kapasitas daya 300 kWp.

2) Pembangunan PLTS Terpusat Paket Kedua, 6 lokasi, kapasitas daya 300 kWp.

3) Pembangunan PLTS Terpusat Paket Ketiga, 4 lokasi, kapasitas daya 400 kWp.

4) Pembangunan PLTS Terpusat Paket Keempat, 1 lokasi, kapasitas daya 200 kWp.

Sebelum paket pekerjaan di Provinsi Papua dan Papua Barat ini, PT INTI (Persero) menggarap PLTS di area Oksibil Provinsi Papua yang bekerja sama dengan PT PLN pada 2012. Lalu, selang dua tahun kemudian, PT INTI memenangkan tender dari Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM pada area Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Riau pada 2014. Pindah tahun, tepatnya pada 2015, PT INTI kembali mengerjakan proyek pembangunan PLTS di 17 lokasi yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.

Lalu pada 2016, PT INTI (Persero) pun menuntaskan proyek PLTS dengan kapasitas daya sebesar 2,16 MWp pada 57 lokasi di seluruh Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp 290,580 miliar. Kemudian, PT INTI (Persero) telah menggarap proyek PLTS berkapasitas daya 190 kWp pada enam lokasi di Provinsi Papua dan Papua Barat senilai Rp 21 milyar yang diteken kontraknya pada awal tahun. Lalu, perusahaan bermarkas di Bandung ini juga meneken kontrak PLTS Terpusat untuk tujuh lokasi di Provinsi Sulawesi Selatan I senilai Rp 39,1 miliar dengan kapasitas daya 525 kWp pada akhir triwulan I  tahun ini. Terakhir, INTI mengerjakan proyek PLTS Terpusat enam lokasi di Provinsi Sumatera Barat senilai Rp 34,083 miliar dengan kapasitas daya 380 kWp.

Menurut Adiaris, berbekal pengalaman, kompetensi, dan kapabilitas yang dimiliki, PT INTI (Persero) yakin paket pengerjaan PLTS Terpusat di Provinsi Papua dan Papua Barat dapat selesai tepat waktu. “Proyek PLTS yang tersebar di area Jayapura, Merauke, Timika, dan Sorong ini kami targetkan selesai tahun depan,” ujar Adiaris.

 

***

 


Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Berita,Kegiatan,Kinerja,Publikasi