PENERIMA PENGHARGAAN DARI PRESIDEN, ANDALAN PT INTI CAPAI TARGET STRATEGIS

BANDUNG – Tepat pada puncak peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi, 13 karyawan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) alias INTI, meraih penghargaan Satyalancana Wirakarya dari Presiden. Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Dirjen Penyelanggara Pos dan Informatika Ahmad M. Ramli pada upacara peringatan yang digelar di Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero), Bandung. Penghargaan tersebut diberikan lantaran karyawan PT INTI tersebut dianggap telah sangat berjasa dan berbakti kepada bangsa dan negara.

“Kami bangga, 13 karyawan kami mendapatkan penghargaan dari Presiden. Ini merupakan bentuk apresiasi luar biasa karena pengabdian para karyawan kami selama puluhan tahun untuk Indonesia diakui oleh negara,” ungkap Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, usai rangkaian peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi ke-72, Rabu (27/09).

Dalam satu dekade terakhir, karyawan PT INTI mendapatkan Satyalancana, baik penghargaan Wirakarya ataupun Pembangunan, dari Presiden. Pengabdian para karyawan dalam pembangunan akses telekomunikasi dan listrik di seluruh belahan negeri, upaya mendorong industri dalam negeri melalui peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), hingga penciptaan inovasi produk tersebut berbuah apresiasi.

Berikut jumlah penerima Satyalancana dalam satu dekade terakhir :

  • Pada 2008, 9 karyawan.
  • Pada 2009, 6 karyawan.
  • Pada 2010, 5 karyawan dan tiga direktur.
  • Pada 2011, 4 karyawan dan dua direktur.
  • Pada 2012, 24 karyawan.
  • Pada 2013, 7 karyawan.
  • Pada 2014, 11 karyawan.
  • Pada 2015, 7 karyawan dan satu direktur.
  • Pada 2016, 19 karyawan.
  • Pada 2017, 13 karyawan.

 

Pada perhelatan yang diikuti semua perusahaan yang bergerak dalam industri pos dan telekomunikasi ini, PT INTI tak hanya mengirimkan karyawan terbaiknya untuk meraih penghargaan. Perusahaan yang berkantor pusat di Kota Bandung ini juga mengirimkan tim angklung INTI MOTO 77 yang dalam beberapa tahun terakhir populer dalam sejumlah ajang pemerintahan.

Penerima Satyalancana, Andalan INTI Capai Target Strategis

Para penerima penghargaan ini merupakan andalan perusahaan dalam mencapai target strategis tahun berjalan. Pada tahun ini, karyawan yang tersebar di tiga strategic business unit (SBU) menjalankan tanggung jawab yang besar. Pada SBU Broadband dipatok tanggung jawab target penjualan sebesar Rp 737,988 miliar, Smart Energy sebesar Rp 345,678 miliar, serta Defence & Digital Service sebesar Rp 539,219 miliar. Harapannya, target tersebut bisa tercapai melalui inovasi produk i-Perisalah Smart Meeting, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), Spare Part Management System (SPMS), KTP-el Reader, e-Voting, Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADSB), Sistem Informasi Dini Lalu Lintas (Sindila), Sistem Monitoring Kehandalan Struktur Jembatan (Simbagas), INTI Smart Exchange (ISE), dan produk lainnya, sembari terus menjalankan proyek berbasis telekomunikasi.

Tak hanya digenjot dalam mendukung target tahun berjalan, para penerima penghargaan dari Presiden itu masuk dalam jajaran yang berkontribusi dalam pembangunan proyek strategis nasional.  Sebut saja proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sektor ini memegang secara mayoritas perolehan kontrak pada 2016 yang secara total tercatat sebesar Rp 603,91 milyar. Selain itu, kontribusi pun ditunjukkan melalui pencapaian proyek modernisasi jaringan akses telekomunikasi kabel tembaga menjadi fiber optik yang dikenal dengan proyek trade in trade (TITO), proyek trading dan maintenance pada sejumlah operator, serta penjualan product genuine INTI pun berkontribusi besar pada tahun 2016 hingga membukukan penjualan sebesar Rp 678 milyar.

Kinerja korporasi pada tahun 2017 ditargetkan akan semakin baik. Hal itu diindikasikan melalui perolehan proyek pembangunan PLTS secara berturut-turut sejak awal tahun. Diawali dengan kontrak PLTS Terpusat untuk Provinsi Papua dan Papua Barat senilai PLTS berkapasitas daya 190 kWp pada enam lokasi di Provinsi Papua dan Papua Barat senilai Rp 21 milyar yang diteken kontraknya pada awal tahun. Lalu, PT INTI juga meneken kontrak PLTS Terpusat untuk tujuh lokasi di Provinsi Sulawesi Selatan I senilai Rp 39,1 miliar dengan kapasitas daya 525 kWp pada akhir triwulan I tahun ini. Kemudian, INTI mengerjakan proyek PLTS Terpusat enam lokasi di Provinsi Sumatera Barat senilai Rp 34,083 miliar dengan kapasitas daya 380 kWp. Terbaru, empat paket kontrak kerja PLTS Terpusat untuk 23 lokasi berkapasitas 1200 kWp di Provinsi Papua dan Papua Barat dari PT PLN (Persero) senilai Rp 106,3 milyar.

Perolehan proyek ini tak lepas dari kontribusi para peraih Satyalancana yang juga eksis dalam menggarap proyek PLTS dengan kapasitas daya sebesar 2,16 MWp pada 57 lokasi di seluruh Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp 302,557 miliar pada tahun lalu. ***


Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Berita,Kegiatan,Prestasi,Publikasi