OPENING MEETING ASSESSMENT KPKU PT INTI

Senin, 05 Februari 2018, telah berlangsung Opening Meeting Assessment Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU). Acara ini dibuka langsung oleh Direktur Keuangan PT INTI Nilawati Djuanda dan dihadiri oleh para karyawan yang tergabung dalam The Champion Team.

Assessment KPKU itu berlangsung selama lima hari, tepatnya 05-09 Februari 2018, dan dilakukan oleh lima asesor yang berasal dari PT Krakatau Steel Tbk., PT Pelindo III, PT Pindad, PT INKA, dan PT INTI.

KPKU ini dianggap penting dan strategis karena dunia usaha yang kian ketat persaingan. Berkembangnya program unggulan guna meningkatkan kinerja perusahaan menjadi suatu hal serius yang harus dilakukan setiap perusahaan agar mempunyai performansi kinerja yang baik. Oleh karena itu, tiap perusahaan akan berupaya untuk meningkatkan kemampuan bersaingnya untuk menjadi perusahaan yang mempunyai daya saing unggul di kelas dunia.

Pengukuran kinerja perusahaan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini masih menekankan faktor hasil finansialnya saja, sedangkan persaingan pada era globalisasi saat ini menggunakan alat ukur/metode pengukuran kinerja yang tidak hanya berdasarkan hasil, tetapi juga proses sehingga menjadikan pengukuran kinerja perusahaan lebih komprehensif.

Jika dikaitkan dengan rencana strategis perusahaan, pengukuran kinerja di Kementerian BUMN dinilai masih belum menunjukkan posisi strategis perusahaan. Makanya, Kementerian BUMN melakukan beberapa perubahan terkait sistem pengukuran kinerja. Sistem pengukuran yang awalnya dilakukan dengan berdasarkan analisis laporan keuangan berubah menjadi sistem pengkuran berbasis KPKU.

Keputusan strategis ini berdasarkan Surat Kementerian BUMN Nomor : SK-16/MBU/01/2016 tentang Rencana Strategis Kementerian Badan Usaha Milik Negara Tahun 2015–2019. Rencana Strategis (Renstra) Kementerian BUMN tahun 2015-2019 merupakan penjabaran visi misi Kementerian BUMN selaku penyelenggara urusan pemerintahan di bidang pembinaan BUMN. Renstra ini dilengkapi rencana nasional yang hendak dicapai dalam rangka mencapai sasaran program prioritas Presiden.

KPKU ini diadopsi dari Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence. KPKU bertujuan menjadi metode terpadu dalam pengelolaan kinerja BUMN yang bertujuan untuk menghasilkan nilai yang meningkat bagi pelanggan dan pemangku kepentingan. Sehingga, pada akhirnya, berdampak pada keberlangsungan perusahaan dan meningkatkan efektifitas dan kapabilitas BUMN secara menyeluruh.

Penilaian kinerja unggul pun dibagi menjadi tujuh katagori riil perusahaan yang menyoroti soal kepemimpina, perencanaan strategis, fokus pelanggan, pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan, focus tenaga kerja, focus operasi, serta hasil. Tujuh kriteria ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu enam poin fokus pada proses, dan satu poin membahas tentang hasil.

Nantinya, kategori inilah yang akan menjadi dasar penilaian implementasi KPKU secara independen oleh Komite BUMN. Hasil pengukurannya pun menggunakan skor dengan rentang 0–1000, yang menunjukkan pencapaian kinerja BUMN. Tingkatan skor mulai dari 0–275 (early development), 276–375 (early result), dan seterusnya hingga skor 876–1000 (world leader). Menurut paparannya kinerja 2016, INTI berada  pada posisi skor 376–475 (early improvement), sedangkan target INTI tahun ini berada pada level skor 476–575 (good performance). ***


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan,Kinerja,Pengumuman,Publikasi