ADS-B, PRODUK NAVIGASI UDARA BUATAN ANAK BANGSA, PERTAMA DI INDONESIA

Akhirnya PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) alias INTI resmi mengantongi Sertifikat Tipe Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B). Sertifikat itu akan menjadi tiket bagi perusahaan berbasis telekomunikasi dan teknologi informasi ini untuk dapat menjadi produsen navigasi pesawat buatan dalam negeri pertama di Indonesia. Penyerahan Sertifikat Tipe Automatic Dependent Surveillance-Broadcast dari Kementerian Perhubungan pada PT INTI (Persero) itu berlangsung Rabu (15/03), di Kementerian Perhubungan.

Sertifikat ini didapat setelah menjalani serangkaian proses pengujian sejak 2008 dan uji coba di Semarang dan Bandung. ADS-B ini sudah terbukti memenuhi standar yang ditetapkan. Produk ini merupakan bukti kerja sama solid antara PT INTI (Persero) sebagai perwakilan industri, BPPT sebagai lembaga riset, PT AirNav Indonesia (Persero) sebagai operator, dan Kementerian Perhubungan sebagai regulator. “Di dunia ini tidak banyak yang suplai ADSB, sehingga sertifikat yang kami dapat ini penting, karena ADS-B PT INTI ini akan menjadi produk navigasi buatan dalam negeri, pertama di Indonesia, karya anak bangsa,” ungkap Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, usai menerima Sertifikat Tipe Peralatan Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Rabu (15/03.

Upaya memperjuangkan sertifikasi inipun terkait dengan niat perusahaan dalam membangkitkan industri dalam negeri. Apalagi, selama ini sistem ADS-B yang diimplementasikan di ruang udara Indonesia masih sangat bergantung pada produk dan perusahaan luar negeri. Seperti diketahui, terdapat 295 bandara yang tersebar di seluruh Indonesia meliputi 13 bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I, 14 bandara di bawah PT Angkasa Pura II, dua bandara di bawah pengelolaan TNI, 239 bandara di bawah Unit Penyelenggara Bandar Udara, dan 27 bandara di bawah Unit Pelayanan Teknis (UPT) Daerah. Dari total 295 yang ada, sekitar 255 bandara non-radar di antaranya berpotensi membutuhkan perangkat ADS-B untuk Mini ATC dan Surface Movement Monitoring, serta penambahan Ground Station di lokasi lain.


Kategori Berita