13 BUMNIS PAMER BARENG DI IBD EXPO 2017

JAKARTA – Sebanyak 13 Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) kembali kompak memamerkan hasil inovasinya secara bersama. Kekompakan ini ditunjukkan melalui ajang pamer bersama pada salah satu pameran bisnis berskala nasional, Indonesia Business and Development (IBD) Expo, atau yang disebut IBD EXPO 2017.

Perhelatan yang digelar pada 20-23 September di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta kali ini mengusung tema Sinergy for The Nation. Makanya, meskipun BUMNIS tersebut terbagi menjadi dua cluster besar di Kementerian BUMN, yaitu National Defence and Hitech Industry (NDHI) dan National Shipbuilding and Heavy Industry (NSHI), plus PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, 13 BUMN ini sepakat merancang dan merampungkan kegiatan akbar ini secara bersama-sama di BUMNIS Paviliun.

Cluster (NDHI) terdiri dari PT DAHANA (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) alias INTI, PT Dirgantara Indonesia (Persero) alias PTDI, PT Pindad (Persero), PT Len Industri (Persero) alias Len, dan PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) alias Inuki. Sementara, cluster NSHI terdiri dari PT PAL Indonesia (Persero) alias PAL, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) alias DKB, PT Dok Perkapalan Surabaya (Persero) alias DPS, PT Industri Kapal Indonesia (Persero) alias IKI, PT Barata Indonesia (Persero) alias Barata, dan PT Boma Bisma Indra (Persero) alias BBI. Sinergi pemasaran dan publikasi bersama ini juga mengikutsertakan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. alias KS.

“Ini adalah sinergi efektif kami dari NDHI, NSHI, dan KS yang untuk kesekian kalinya melakukan pemasaran dan publikasi bersama,” ungkap Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT INTI (Persero) selaku Koordinator BUMNIS Indonesia, di sela perhelatan IBD Expo 2017 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno serta jajaran Kementerian BUMN, Rabu (20/09).

Perhelatan ini kembali digelar lantaran pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh sekitar 5,0%. Realisasi pertumbuhan ekonomi ini masuk peringkat ketiga terbaik di antara negara-negara anggota G-20. Peningkatan ini dapat dicapai tentunya dengan tetap menjaga tingkat inflasi yang terkendali sebesar 3,1%, sekaligus kontribusi dari BUMN. Berdasarkan data Kementerian BUMN, setidaknya  BUMN telah membukukan total aset mencapai Rp5.395 triliun, dengan pendapatan sebesar Rp1.728 triliun, kontribusi pajak Rp220 triliun, dan total dividen Rp38 triliun. Bahkan, komponen belanja modal pun mengalami peningkatan menjadi Rp555 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan 52 jalan tol, 17 bandara, 13 pelabuhan, dan 19 jalan kereta api, serta infrastruktur lainnya. Poin kontribusi ini sedemikian penting, sehingga BUMNIS Indonesia pun kembali terlibat dalam ajang pamer yang didukung Kementerian BUMN.

Pada ajang ini, NDHI menampilkan produk-produk unggulannya, seperti PT DAHANA (Persero) membawa BOMB P 100 LIVE Sukhoi Fighter serta Pindad memamerkan alat tempur buatannya yaitu panser Badak 6x6 Armored Combat Vehicle 90mm. Lalu, INTI memboyong satu set produk unggulannya yaitu INTI Gas meter, INTI Pay, INTI KTP Reader, STB Hybrid, ONT Homegateway, serta Smart Energy Metering. Selain tampil di BUMNIS Paviliun, INTI Pay dan INTI KTP Reader pun unjuk gigi pada Best Inovation Product yang juga dipamerkan di IBD Expo 2017 tersebut.

Tak mau kalah, PTDI juga membawa produk unggulannya yaitu N219 Connecting The Archipelago untuk dipamerkan sekaligus didemokan melalui N219 Cockpit Simulator. Sementara Len maju dengan Railway Signaling Sytem produksinya. Lalu,  Inuki unjuk gigi dengan salah satu produk unggulannya yaitu Nuclear Fuel Element.

Di jajaran NSHI, PAL membawa produk buatannya yaitu SSV-123M First Export Naval Ship, DKB unjuk gigi dengan KRI Tarakan 905 (fleet tanker with replenishment at sea system), dan DPS pamer MT Kamojang LTDW 6500.

Hadir juga IKI yang memperlihatkan produknya yaitu Ferry Roro750 GT KMP Lakaan, Barata yang memperkenalkan proyeknya PLTU NTB berkapasitas 2x25 MV, serta BBI yang hadir membawa De Bromo Boiler Indonesia yang merupakan proyek pabrik kelapa sawit. Terakhir, KS memboyong sejumlah hasil produksinya yaitu Hot Rolled Coil, Wire Rode, Pipe Plains Bar, Deformed Bar, dan Channel UNP.

Pamer produk ini diharapkan menjadi panggung untuk produk-produk unggulan, kinerja dan program dari berbagai pemangku kepentingan di Indonesia. Sebab, sinergi pemasaran dan publikasi ini ditargetkan bisa menjadi ajang promosi, interaksi, pendidikan, negosiasi dan transaksi bagi para pelaku bisnis. “Kami harapkan sinergi pemsaran dan publikasi ini tidak hanya sebatas eksibisi, tapi wahana ratusan BUMN untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan dapat membangun kesadaran publik atas prestasi, inovasi, kreativitas dan perannya dalam membangun negeri,” tutur Endang. ***


Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Artikel,Berita,Kegiatan,Publikasi