Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Inhutani IV Siap Kelola Padang Lawas

26 Agustus 2009

Cukup satu kata. Siap. Itulah penegasan Direktur Utama PT Inhutani IV, Mustoha Iskandar terkait rencana pengelolaan lahan hutan produksi Register 40 Padang Lawas, Sumatera Utara. Bahkan, rapat dan persiapan telah dan terus dilakukan sejak tahun 2008, ketika Menteri Kehutanan MS Kaban mengeluarkan SK No. 358/Menhut-II/2008 tentang Penunjukkan Badan Pengelola Sementara.

Kesiapan Mustoha ini sangat penting. Harap maklum, yang akan dikelola bukan aset sembarangan. Di atas lahan hutan produksi itu telah berdiri perkebunan kelapa sawit sekitar 47.000 haktare (ha) yang dikelola oleh PT Torganda, PT Torus Ganda, Koperasi Parsub dan Koperasi Perkebunan Kelapa Sawit (KPKS) Bukit Harapan. Semua itu dilakukan secara melanggar hukum yang berujung dijebloskannya sang pemilik, Darianus Lungguk Sitorus, ke penjara dengan vonis delapan tahun dan denda Rp 5 miliar.

Kasus ini juga sudah berkekuatan hukum tetap sejak Juni 2008, ketika Mahkamah Agung menolak upaya terakhir DL Sitorus melakukan peninjauan kembali (PK). Dengan demikian, berdasarkan keputusan MA No. 2642 K/Pid/2006 tanggal 12 Februari 2007, DL Sitorus dinyatakan bersalah dan merampas kebun kelapa sawit yang berada di Register 40 Padang Lawas berserta seluruh bangunan di atasnya untuk negara cq Departemen Kehutan
Dua tahun sejak kasus ini diputuskan MA, negara merugi sedikitnya Rp. 2 Triliun. Potensi kerugian ini dari produksi CPO yang tetap berjalan. Asal tahu, kebun sawit seluas 47.000 Ha ternyata sudah berproduksi, dimana tanaman terakhir yang dilakukan tahun 2003. Bahkan, kebun ini juga dilengkapai dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Menanggapi isu tak sedap yang bermunculan dilapangan, terutama menyangkut nasib ribuan pekerja. Semua itu ditanggapi dengan bijak oleh PT. Inhutani IV “Tidak ada perubahan. Semua karyawan tetap bekerja sebagaimana mestinya. Perubahan hanya terjadi pada level pengambil keputusan diperusahaan” tandas Mustoha.

Kebun yang sudah ada akan tetap dikelola dan dikerjasamakan dengan PTP. Nusantara III sampai usia daur produksinya. Namun, perlahan-lahan, diatas areal itu akan kembali diubah menjadi hutan lewat hutan tanaman industri (HTI). Dengan kata lain, hutan Register 40 Padang Lawas akan kembali kepada statusnya sebagai hutan produksi lestari. Selain itu, kawsan ini kembali kepada pemilik lamanya, PT. Inhutani IV.

Sumber : Agro Indonesia , 26 Agustus 2009



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>