Kamis, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Prestasi

Kegiatan

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Kontak Kami

pic

Jajak

Apa pendapat Anda tentang obat generik?

View Results

Loading ... Loading ...

KICK OFF PELATIHAN CPOB

2 Oktober 2012

Kick Off Pelatihan Cara Pembuatan Obat yang baik (CPOB) 2012-2013 dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Djakfarudin Junus pada Jumat  15 September 2012 di aula Pelatihan Cibitung. Kick off itu menandai dimulainya  serangkaian Pelatihan CPOB bagi Direktorat Produksi periode 2012-2013. Dalam sambutannya Djakfarudin amat mendukung progam ini yang akan dilakukan termasuk dukungan tentang resertifikasi CPOB dan sarana CPOB. Djakfarudin juga menekankan pentingnya motivasi, spirit dan kepeloporan dalam bekerja. Dirut juga melihat bahwa SDM Indofarma amat potensial dalam memajukan perusahaan, tinggal menanamkan kemauan, kesungguhan,  dan mengelolanya lebih bagus.

Sedangkan Eko Dodi Santosa, Manajer QA yang juga pimpinan tim CPOB dalam laporannya mengemukakan bahwa target pelatihan CPOB adalah meningkatnya pengetahuan, kemauan, dan ketrampilan karyawan sehingga CPOB menjadi budaya atau life style di Indofarma. Budaya kerja yang khas CPOB adalah budaya kerja yang peduli, teliti, dan bertanggungjawab.    .

Eko Dodi juga menyampaikan hasil assesment pengetahuan CPOB yang sudah  dilakukan kepada sejumlah karyawan Produksi dan Laboratorium. Hasil assesment itu menjadi pertimbangan bagi tema Pelatihan CPOB yang akan disajikan dan juga prioritasnya. Dengan demikian target Pelatihan CPOB adalah menutupi gap (kekurangan) yang masih ada dari hasil assesment CPOB tersebut. Eko Dodi juga menyampaikan bahwa peserta Pelatihan CPOB adalah THL, karyawan, supervisor, dan staf yang bahan-bahannya  disesuaikan kebutuhan kerja masing-masing peserta.

Kemudian acara dilanjutkan dengan paparan Rudi Mantik, konsultan senior CPOB yang  menyampaikan tentang ”CPOB Dinamis dan Perkembangannya”. Ia mengingatkan bahwa ketentuan CPOB adalah regulasi yang harus dipatuhi semua industri obat. Rudi juga  memaparkan sejarah ringkas CPOB periode 1988-2001, dan periode 2006-2012 dengan segala dinamika di dalamnya. Rudi mengingatkan meskipun CPOB dinamis tetapi tujuan CPOB itu  tetap yakni  memastikan semua produk obat yang dibuat terjamin aman, murni, dan efektif.

Pada dasarnya penerapan CPOB  adalah upaya meminimalkan  risiko berupa terjadinya kontaminasi,  pencampuran, dan kekeliruan dalam proses produksi obat. Proses produksi itu sendiri meliputi masalah bangunan, fungsi, dan pengelolaan.  Dalam hal pengelolaan ini diperlukan  Pelatihan CPOB dan juga Kualifikasi agar karyawan pelaku CPOB benar-benar mampu. Rudi juga mengingatkan bahwa dalam menerapkan CPOB kita harus berpedoman pada ”Tulis yang Anda Kerjakan” dan ”Kerjakan yang Anda Tulis”.Penerapan CPOB memerlukan tindakan konsisten berupa Corrective Action (CA), dan Preventive Action (PA) . Di sini ada tujuh langkah konsisten proses CA dan PA tersebut yakni 1. Identifikasi masalah. 2. Evaluasi. 3. Investigasi. 4. Analisis. 5. Rencana aksi. 6. Implementasi. 7. Tindak lanjut.  Rudi juga menjelaskan bahwa tantangan CPOB di Indonesia saat ini adalah 1. Harmonisasi dan Penerapan CGMP. 2. Pengakuan akreditasi internasional. 3. Pemakaian teknologi farmasi yang tepat.



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>