PLTB Tolo-1 Jeneponto Akan Selesai Medio 2018

Setelah sukses dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Pemerintah saat ini kembali membangun PLTB lainnya, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo-1 yang akan berdiri tepatnya di Desa Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Di lokasi tersebut, sudah terlihat pondasi dan sebagian tiang (tower) yang telah berhasil didirikan, dan saat ini sedang menunggu datangnya bilah turbin yang diangkut dari Makassar untuk kemudian dipasang di puncak tiang-tiang tersebut.

"Progres terus berjalan, targetnya pada pertengahan tahun ini pekerjaan fisik PLTB Jeneponto akan selesai, sekitar Juli atau Agustus nanti. Sementara untuk COD (commercial operation date) akan dilakukan setelah selesainya persiapan dalam mengintegrasikan listrik yang dihasilkan PLTB ke jaringan PLN," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Makassar (9/5).

Sementara itu saat ditemui di lokasi proyek, General Manager Business Development Vena Energy, Harry Miarsono juga menyampaikan hal yang sama. "Juli nanti ditargetkan pekerjaan fisik pembangkit akan selesai dan akan kita lakukan uji coba, sementara untuk COD akan menunggu sistem integrasi siap," ujarnya.

Agung kemudian menambahkan, pada saat proyek selesai nanti, PLTB Tolo-1 berkapasitas 72 MW ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin/bayu dengan kapasitas terbesar kedua di Indonesia setelah PLTB Sidrap (75 MW). Walaupun secara kapasitas sedikit di bawah PLTB Sidrap, namun infrastruktur per tower pada PLTB Tolo-1 adalah yang terbesar, dengan 20 turbin angin dengan masing-masing turbin memiliki kapasitas 3,6 Megawatt (MW). Adapun ketinggian menara PLTB Tolo-1 sendiri mencapai 138 meter dengan panjang bilah mencapai 64 meter. Sementara PLTB Sidrap memiliki ketinggian tower 80 meter dengan 3 bilah turbin masing-masing sepanjang 56 meter. Sebagaimana diketahui, sebanyak 30 buah turbin angin terpasang di Sidrap dengan kapasitas tiap turbin sebesar 2,5 MW.

Energi listrik PLTB Tolo-1 ini dihasilkan dari kecepatan angin sebesar 6-8 m/s yang merupakan potensi angin cukup besar untuk dikembangkan secara komersial. Nantinya, pembangkit listrik berbasis angin tersebut akan terkoneksi dengan jaringan transmisi sebesar 150 KV. Sebanyak 4 dari 10 tower transmisi 150 KV telah selesai dibangun, yang akan diinterkoneksikan melalui Gardu Induk Jeneponto.

Penandatangan jual-beli atau Power Purchase Agreement (PPA) telah ditandatangani oleh PLN bersama PT Energi Bayu Jeneponto pada 14 November 2016 dengan harga jual listrik sebesar USD cent 10,89 /kWh. Berdasarkan PPA tersebut, proyek akan COD pada 14 November 2019. Hadirnya PLTB Tolo-1 Jeneponto akan melengkapi keberadaan PLTB Sidrap untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan di Indonesia, sekaligus semakin meningkatkan kehandalan kelistrikan di Sulawesi Selatan, dimana rasio elektrifikasinya telah mencapai 99,12 persen. 

sumber


Kategori Artikel
Sub Kategori Berita