Kementerian ESDM Luncurkan Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca

Kementerian ESDM Luncurkan Pedoman Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Sub Bidang Ketenagalistrikan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan meluncurkan Pedoman Penghitungan dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Bidang Energi pada Sub Bidang Ketenagalistrikan, di Jakarta, pada hari Selasa (15/5/2018).

Penyusunan Pedoman Inventarisasi GRK ini dilakukan untuk mempermudah penyelenggaraan inventarisasi, menyeragamkan metodologi, mendapatkan data yang valid, serta mengukur kinerja (performance) unit pembangkitan tenaga listrik yang ada di Indonesia, selain tentunya berkontribusi dalam memenuhi komitmen Indonesia dalam pengurangan emisi GRK. Selain bermanfaat bagi pelaku usaha Pembangkitan Tenaga Listrik dalam menghitung emisi GRK, pedoman ini diharapkan juga dapat memberi manfaat dalam mengukur kinerja unit pembangkitan tenaga listrik yang dimiliki. Penyusunan pedoman ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan didukung oleh United Nation Development Programme (UNDP) yang tergabung di dalam program Partnership for Market Readiness (PMR).

Penyelenggaraan Pedoman Inventarisasi GRK sub bidang ketenagalistrikan ini dirasa sangat penting agar pencapaian target penurunan emisi GRK bidang energi dapat terukur oleh Pemerintah, dimana Indonesia melalui Presiden Joko Widodo telah menandatangani Persetujuan Paris (Paris Agreement) bulan November tahun 2015 lalu. Dalam dokumen tersebut, pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan bantuan luar negeri di tahun 2030 dari Business as Usual (BaU). Komitmen tersebut merupakan tantangan bagi Indonesia khususnya dalam menyediakan energi yang cukup, sementara di sisi lain juga meminimalkan dampak terhadap lingkungan hidup terutama terhadap isu perubahan iklim.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Munir Ahmad, turut menyampaikan bahwa kegiatan penyusunan pedoman ini merupakan output dari kegiatan Pengembangan Profil Emisi GRK (Inventarisasi GRK) dengan pengembangan sistem dan uji coba pemantauan pelaporan-verifikasi (MRV) di sektor pembangkitan listrik dan sektor industri. "Sektor pembangkitan listrik dan industri memiliki jumlah emisi GRK yang besar dan signifikan dalam bauran emisi GRK secara nasional," kata Munir. Menurut Munir, dalam pedoman terdapat suatu skema insentif untuk kegiatan yang dapat menurunkan emisi GRK.

Peluncuran Pedoman Inventarisasi GRK ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, pelaku usaha pembangkitan tenaga listrik, asosiasi, dan juga media. Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan secara simbolik Buku Pedoman Inventarisasi GRK pada Sub Bidang Ketenagalistrikan dari Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM kepada perwakilan pelaku usaha pembangkitan tenaga listrik.

sumber


Kategori Artikel
Sub Kategori Berita