Menteri ESDM Sebut 3 Hal Ini Bisa Atasi Boros Listrik

Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said adalah konsumsi energi. Sebab, konsumsi energi masyarakat Indonesia masih tergolong boros.

Berdasarkan kajian PT Energy Management Indonesia (EMI), rata-rata pemborosan energi di rumah tangga 10%, di gedung perkantoran milik swasta 20%, industri 25%, toko-toko dan pasar 25%, sedangkan di kantor-kantor pemerintah 25-30%.

Sudirman menyebutkan, secara garis besar pihaknya akan berupaya mengubah kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang memboroskan energi melalui 3 hal.

Pertama, dari sisi regulasi Kementerian ESDM akan mewajibkan gedung-gedung perkantoran, pabrik, pasar, dan sebagainya untuk memiliki manajer energi yang tugasnya mengontrol konsumsi energi, terutama listrik.

Pemerintah juga akan mengaudit penggunaan energi di tempat-tempat tersebut untuk memeriksa apakah konsumsi energi sudah efisien.

"Kita ingin memasyarakatkan konservasi energi. Ada beberapa aspek. Pertama dari regulasi, mengharuskan audit energi, keharusan punya manager energi," kata Sudirman saat diwawancara detikFinance, beberapa waktu lalu.

Kedua, Sudirman juga mendorong adanya inovasi-inovasi yang dapat membuat konsumsi energi semakin efisien, misalnya lampu hemat energi, baterai yang bisa diisi kembali dengan menggunakan tenaga surya, dan lain-lain. Hasil dari inovasi tersebut juga harus bisa diperoleh masyarakat dengan mudah.

"Intinya bagaimana supaya muncul teknologi yang sifatnya hemat energi di mana-mana yang bisa diakses masyarakat," cetusnya.

Selain itu, Sudirman juga ingin menghidupkan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa konservasi energi. Perusahaan-perusahaan seperti PT Energy Management Indonesia (EMI) dibutuhkan untuk membantu memasyarakatkan konservasi energi.

"Ketiga, soal jasa atau energy service company, itu akan dihidupkan. EMI salah satu yang kita dorong," tutupnya.

sumber


Kategori Berita