Masyarakat Bengkulu Tak Ingin Ada PLTU di Wilayahnya

Masyarakat Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Bengkulu, menolak rencana pembangunan PLTU berkapasitas 200 megawatt (mw) di kawasan pelabuhan Pulau Baai, karena khawatir kesehatan mereka teranggu akibat menghirup udara tidak segar.

 

Ketua Adat Kelurahan Teluk Sepang, Syaiful Anwar mengatakan penolakan warga Desa Kelurahan Teluk Sepang terhadap rencana pembangunan PLTU di kawasan pelabuhan Pulau Baai, kota Bengkulu itu, disampaikan pada acara pertemuan dengan pihak Dinas ESDM dan BLH Bengkulu di kantor Dinas ESDM setempat pada Jum'at (2/9).

 

Karena itu, jika rencana pembangunan PLTU ini, tidak bisa di bendung lagi, sebaiknya pemerintah merelokasi warga ke tempat lain dan tanah warga yang ada harus dibayar ganti rugi, sehingga mereka berusaha di tempat yang baru tersebut. Selain itu, Syaiful juga mengimbau pihak perusahaan dan Dinas ESDM jika melakukan sosialisasi tentang rencana pembangunan PLTU ini, tidak hanya melibatkan pihak tertentu saja, seperti Lurah, Camat dan sebagian RT saja di Kelurahan Teluk Sepang, tapi semua warga harus dilibatkan.

 

Semenatra itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Hermansyah Burhan menegaskan, sebelum ada pertemuan atau sosialisasi antara masyarakat dengan pihak perusahaan, pihaknya memastikan tidak akan ada aktivitas di lokasi rencana pembangunan PLTU tersebut. Sebab, masyarakat Bengkulu masih membutuhkan tambahan daya listrik. Karena itu, salah satu solusi mengatasi kekurangan daya listrik itu, perlu dibangun PLTU di Kota Bengkulu. "Jadi, pembangunan PLTU ini mengatasi kebutuhan listrik masyarakat Bengkulu, pada saat ini dan masa mendatang," ujar Hermansyah, Minggu (4/9).

Sumber


Kategori Berita