Lahan Jadi Kendala Berat Pembangunan Mega Proyek 35 Ribu MW

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengakui permasalahan lahan jadi kendala berat dalam pembangunan proyek 35 ribu megawatt (MW).

Namun, menurut Komaidi, pemerintah harus bisa memprioritaskan pembangunan proyek listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Proyek strategis seperti pembangkit listrik harus memiliki previllage dari pemerintah.

“Tetapi tetap harus mengutamakan aspek AMDALnya. Tentu beda dengan proyek yang lebih ke kepentingan korporasi. Karena komando utama dari proyek ini tetap di tangan pemerintah,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Komaidi mengungkapkan, apabila, pembangunan pembangkit listrik selalu mengalami masalah pengadaan lahan, maka masyarakat akan menghadapi masalah pasokan listrik. Sehingga, proyek 35.000 MW dipastikan jalan di tempat.

“Ini semacam kasus nuklir yang tidak jalan-jalan. Sementara, negara lain sudah lama menikmati manfaat PLTN, masing-masing pihak harus objektif dan bijak dalam hal ini,” tandasnya.

Sumber

 


Kategori Berita