Krisis Listrik, Ancam Proyek Sejuta Rumah Murah

Foto: Sal/Kalteng Pos Online

PERUMAHAN: Salah satu kawasan perumahan di Kota Sampit yang dikembangkan PT Wengga Citra Jaya

SAMPIT-Tidak seimbangnya pertumbuhan pembangunan kawasan perumahan, dengan ketersediaan sambungan listrik baru, mengancam keberlangsungan usaha pengembangan kawasan perumahan oleh developer property. Padahal kebutuhan listrik menjadi urat nadi, terhadap keberlangsungan usaha yang dilakukan selama ini.

Direktur Utama PT Wengga Citra Jaya Sampit Ny Suprianti menungkapkan, keterbatasan sambungan listrik dan air bersih menganncam keberlangsungan usaha pengembangan rumah yang dilakukan pihaknya. Terlebih terbatasnya sambungan listrik baru, padahal aliran listrik sangat diperlukan bagi setiap unit rumah yang dibangun.

Menurut pengusaha property yang akrab dipanggil Bu Rambat, sejak dikeluarkannya ketentuan bahwa mulai  2011 pengembang perumahan tidak boleh lagi membangun jaringan listrik secara mandiri, khususnya di kawasan perumahan yang dikembangkannya, maka semakin mengancam keberlangsungan usaha.

Alasannya, ujar dia, peraturan semakin mempersulit pihaknya untuk mendapatkan sambungan listrik baru bagi kawasan perumahan yang dibangun.

Diakui Bu Rambat, listrik adalah kebutuhan utama setiap unit rumah yang dibangun. Pembeli tidak akan mau melakukan transaksi pembelian rumah baru, jika tidak ada jaminan ketersediaan aliran listrik. Berbeda halnya dengan ketersediaan air bersih yang masih bisa diupayakan dengan cara lain.

Apalagi beberapa kawasan di Kota Sampit, yang masih tersedia sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan bagi kebutuhan sehari-hari.

Selama ini, kata Bu Rambat, yang sukses membangun puluhan kawasan perumahan murah di Kota Sampit,  PT PLN (Persero) selalu memberikan respons positif atas permintaan kebutuhan listrik. Di antaranya dengan menyampaikan ke pihak cabang, hingga ke kantor pusat.

Dia mengharapkan, pada 2015, ada sambungan listrik baru, khususnya untuk kawasan perumahan metropolitan yang sedang dikembangkan pihaknya.Hal ini, ujar dia, terkait dengan proyek yang dikerjakannya saat ini, yaitu mendukung suksesnya pembangunan satu juta rumah murah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April lalu.

Pasalnya Kotim mendapat jatah sebanyak 10 ribu rumah, yang akan dikembangkan di kawasan Metropolitan di Kelurahan Baamang Barat Kecamatan Baamang.  

Pada kawasan Metropolitan, pihaknya tidak hanya sekadar membangun rumah murah yang dengan harga terjangkau, juga membangun kawasan wisata keluarga berupa Waterpark, yang akan difungsikan pada akhir Desember 2015 mendatang.

Sumber : http://kaltengpos.web.id/berita/detail/19105/krisis-listrik-ancam-proyek-sejuta-rumah-murah.html - 04 Mei 2015


Kategori Artikel