<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PT Danareksa (Persero)</title>
	<atom:link href="http://www.bumn.go.id/danareksa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bumn.go.id/danareksa</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 07:14:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Bursa Efek Nantikan Kiprah BUMN</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/bursa-efek-nantikan-kiprah-bumn/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/bursa-efek-nantikan-kiprah-bumn/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 03:26:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heni.hariyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/danareksa/?p=2914</guid>
		<description><![CDATA[OTORITAS Jasa Keuangan akan berkomunikasi dengan Kementerian BUMN untuk mendorong perusahaan-perusahaan pelat merah agar melantai di bursa melalui penawaran saham umum per dana (IPO). Soalnya, BUMN terbukti menarik minat investor di bursa sehingga kehadiran mereka akan membuat Bursa Efek Indonesia  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/bursa-efek-nantikan-kiprah-bumn/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OTORITAS Jasa Keuangan akan berkomunikasi dengan Kementerian BUMN untuk mendorong perusahaan-perusahaan pelat merah agar melantai di bursa melalui penawaran saham umum per dana (IPO). Soalnya, BUMN terbukti menarik minat investor di bursa sehingga kehadiran mereka akan membuat Bursa Efek Indonesia lebih dinamis.<br />
&#8220;BUMN yang go public menarik bagi investor untuk menempatkan dana investasinya,&#8221; ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida di Jakarta, kemarin.<br />
Menurutnya, publik mengenal BUMN sebagai perusahaan yang memiliki tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Dengan demikian, mereka akan memilih BUMN sebagai target investasi.<br />
Secara terpisah, Menteri BUMN Dahlan Iskan menuturkan pihaknya memang tengah mendorong perusahaan pelat merah untuk melantai di bursa. Salah satu BUMN yang akan melakukan penawaran umum perdana ialah PT Semen Baturaja yakni di Juni tahun ini.<br />
Realisasi rencana itu semakin dekat setelah Presiden menandatangani peraturan pemerintah sebagai dasar hukum IPO BUMN. Pemerintah berencana menawarkan 20% saham Semen Baturaja dengan target perolehan dana Rp1,2 triliun. &#8220;Semen Baturaja akan melaksanakan paparan publik di Juni 2013,&#8221; kata Dahlan.<br />
Direktur Utama Semen Baturaja Pramudji Rahardjo sebelumnya mengungkapkan perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi semen menjadi 3,85 juta ton pada 2016. Target itu akan direalisasikan melalui pembangunan pabrik cement mill dan Baturaja 2.<br />
&#8220;Pembangunan cement mill dilakukan sejak 2009 dengan investasi sebesar Rp350 miliar. Dananya berasal dari kas internal,&#8221; terangnya.<br />
Untuk pabrik Baturaja 2, kata Pramudji, kapasitas produksi sebanyak 1,85 juta ton. Investasi yang dibutuhkan sebesar Rp2,5 triliun. Dana investasi Rp1 triliun diambil dari kas internal. Sisanya akan diambil dari dana hasil IPO dan pinjaman perbankan. (*/E-3)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/bursa-efek-nantikan-kiprah-bumn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Memberi Imbal Hasil Tinggi di Lelang SUN</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/pemerintah-memberi-imbal-hasil-tinggi-di-lelang-sun/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/pemerintah-memberi-imbal-hasil-tinggi-di-lelang-sun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 06:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heni.hariyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/danareksa/?p=2911</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) sukses menggelar lelang surat utang negara (SUN), kemarin. Pemerintah memenangkan lelang sebesar Rp 9,35 triliun, lebih tinggi ketimbang target awal Rp 8 triliun.
Total penawaran masuk untuk empat sen surat utang mencapai Rp 13,58 triliun.  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/pemerintah-memberi-imbal-hasil-tinggi-di-lelang-sun/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) sukses menggelar lelang surat utang negara (SUN), kemarin. Pemerintah memenangkan lelang sebesar Rp 9,35 triliun, lebih tinggi ketimbang target awal Rp 8 triliun.<br />
Total penawaran masuk untuk empat sen surat utang mencapai Rp 13,58 triliun. Minat investor paling banyak tertuju pada seri FR0065 bertenor 20 tahun (lihat label)<br />
Head of Debt Research PT Danareksa Sekuritas, Yudistira Slamet mengatakan, besarnya penyerapan pemerintah pada lelang kali ini disebabkan harga yang cukup bagus. Dari sisi imbal hasil, pemerintah memberikan yield yang premium. &#8220;Imbal hasil pada<br />
FR0065 cukup tinggi, dengan premium yield 5 basis poin di atas yield di pasar,&#8221; ujar Yudistira, Selasa (21/5). Pemerintah cenderung member! premium tinggi untuk seri SUN bertenor pendek.<br />
Yudistira mengatakan, lelang SUN akan tetap diminati oleh investor meski ketidakpastian kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih menyeruak. Nyatanya, investor masih membutuhkan penempatan dana. Di sisi lain, investor tidak agresif meminta harga murah.<br />
Analis NC Securities, I Made Adi Saputra menyoroti beberapa hal pada lelang, kemarin. Pertama, turunnya total penawaran yang masuk dibanding lelang sebelumnya. Menurutnya, investor cenderung menahan diri. Kedua, tingkat imbal hasil yang diminta investor lebih tinggi dibanding sebelumnya.<br />
Namun, pemerintah tetap mengejar target penerbitan. Kondisi tersebut mengakibatkan pemerintah memberi imbal hasil tinggi, sehingga membuat koreksi harga obligasi pada pasar sekunder. &#8220;Setelah pengumuman hasil lelang SUN, terjadi koreksi pada seri FR0064 dan FR0065 di pasar sekunder,&#8221; tutur Made.<br />
Ke depannya, Made menilai, investor akan memburu SUN tenor panjang yang masih menarik dari sisi imbal hasil. Namun, risiko volatilitas juga cukup tinggi. Alhasil, investor mengimbanginya dengan menempatkan sebagian dananya pada tenor pendek. Pada tenor pendek, harga relatif stabil di pasar sekunder. Dina Farisah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/pemerintah-memberi-imbal-hasil-tinggi-di-lelang-sun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Daulat di Negeri Sendiri</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/tanpa-daulat-di-negeri-sendiri/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/tanpa-daulat-di-negeri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 08:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heni.hariyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/danareksa/?p=2908</guid>
		<description><![CDATA[DEWASA ini, kebangkitan nasional mungkin sekadar simbol yang mewarnai setiap 20 Mei. Indonesia ternyata masih butuh waktu untuk bangkit dan berdaulat atas perekonomian sendiri.
Banyak sektor yang menjadi sendi perekonomian nasional belum dapat ditangani atau dikelola dengan mumpuni oleh para pemangku  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/tanpa-daulat-di-negeri-sendiri/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DEWASA ini, kebangkitan nasional mungkin sekadar simbol yang mewarnai setiap 20 Mei. Indonesia ternyata masih butuh waktu untuk bangkit dan berdaulat atas perekonomian sendiri.<br />
Banyak sektor yang menjadi sendi perekonomian nasional belum dapat ditangani atau dikelola dengan mumpuni oleh para pemangku kepentingan.<br />
&#8220;Persoalan terbesar ialah pertumbuhan ekonomi bagus, stabilitas lumayan, investasi tinggi, tapi hampir semua sektor enggak berdaulat,&#8221; ujar ekonom Indef Enny Sri Hartati di Jakarta, kemarin.<br />
Ia mencontohkan pada sektor paling strategis, yakni pangan. Jangankan ketahanan pangan, pemenuhan dari dalam negeri saja tidak mencukupi konsumsi nasional. Akibatnya, adiksi terhadap impor kian menjadi. Hampir 75% kebutuhan pangan di dalam negeri kini dipenuhi dari impor.<br />
&#8220;Di atas kertas, beras mungkin tidak mengalami ketergantungan. Tapi bagaimana dengan komoditas lain seperti kedelai, garam, atau daging? Kita negara agraris yang harus menyuplai ketahanan dunia, tapi malah mengimpor pangan,&#8221; tuturnya.<br />
Sejauh ini, ia melihat tiada good will pemerintah untuk melakukan perbaikan dan menempatkan petani sebagai garda terdepan dalam mencapai kedaulatan pangan.<br />
Pelaku usaha domestik juga dinilainya tidak berdaulat atas sektor energi, seperti pertambangan dan mineral. Dari hasil eksploitasi kekayaan mineral seperti emas, Indonesia hanya mendapat porsi royalti sedikit, tak lebih dari 1%.<br />
Jangan lupakan sektor logistik dan transportasi. Sudah menahun pengusaha mengeluhkan infrastruktur buruk.<br />
Itu membuat biaya logistik di Indonesia lebih dari 15%, yang termahal di lingkup ASEAN.<br />
Primadona asing<br />
Bagaimana dengan sektor perbankan yang notabene tulang punggung pembiayaan aktivitas ekonomi nasional?<br />
Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat saat ini banyak saham bank lokal yang diperjualbelikan kepada investor asing.<br />
Kondisi perbankan Indonesia menjadi primadona yang diburu asing. Saat ini, penguasaan asing di perbankan nasional, menurut BI, berkisar 30%-40%. &#8220;Asing tertarik karena bisa mendapatkan margin bunga bersih di atas 5%. Bahkan, ada yang jauh di atas itu,&#8221; kata Purbaya.<br />
Di lain hal, perbankan nasional tidak leluasa berekspansi di mancanegara karena kebijakan investasi yang cenderung lebih ketat oleh bank sentral setempat. Yang lantas terjadi, para bankir nasional menuntut kebijakan resiprokal kepada otoritas perbankan.<br />
&#8220;Kita tidak antiasing. Kita masih butuh mereka karena mereka punya modal dan teknologi. Namun, kita harus bisa mengendalikannya,&#8221; kata Komisaris BRI Aviliani.<br />
Gambaran sejumlah sektor itu merupakan secuplik dari pekerjaan rumah para stakeholder di Tanah Air. Problem utama dari mewujudkan kedaulatan sesungguhnya bukan pada berapa besar porsi asing, atau berapa besar impor, melainkan bagaimana komitmen dan strategi pembenahan perekonomian nasional dan penguatan daya saing.<br />
Satu saat nanti, kebangkitan ekonomi Indonesia seyogianya bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi di atas 6%, melainkan juga pengelolaan yang cakap atas beragam sektor perekonomian. Dengan begitu, tak perlu pelaku usaha kita gentar terhadap pihak asing. (Atp/E-2)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/tanpa-daulat-di-negeri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imbal Hasil Ungguli IHSG</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/imbal-hasil-ungguli-ihsg/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/imbal-hasil-ungguli-ihsg/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 10:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heni.hariyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/danareksa/?p=2903</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Dalam sepekan terakhir, imbal hasil (return) rata-rata produk reksa dana saham tumbuh 1,83%, melaju lebih kencang dari indeks acuannya IHSG yang menguat 39,75 poin, naik 0,77% ke level 5.145,68.
Performa reksa dana berbasis ekuitas itu unggul ketimbang indeks reksa  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/imbal-hasil-ungguli-ihsg/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Dalam sepekan terakhir, imbal hasil (return) rata-rata produk reksa dana saham tumbuh 1,83%, melaju lebih kencang dari indeks acuannya IHSG yang menguat 39,75 poin, naik 0,77% ke level 5.145,68.<br />
Performa reksa dana berbasis ekuitas itu unggul ketimbang indeks reksa dana campuran yang juga meraih pertumbuhan return 1,08%. Adapun reksa dana pendapatan tetap yang menempatkan dana pada surat utang terus melemah 0,18% dalam periode yang sama.<br />
Pertumbuhan indeks reksa dana saham dominan disokong sektor konsumsi yang pekan lalu melambung 8,23%. Sejumlah produk reksa dana tematik yang fokus menempatkan dana pada sektor konsumsi menuai pergerakan positif.<br />
Danareksa Mawar Konsumer, misalnya, secara year to date 2013 telah meraih return 24,6%. Pengelolaan portofolio reksa dana itu dilakukan melalui analisa setiap emiten di setiap sektor dengan variabel-variabel fundamental selama 15 tahun terakhir.<br />
Zulfa Hendri, Direktur Utama Danareksa Investment Management yakin sektor konsumen masih menarik hingga akhir tahun, bahkan untuk beberapa tahun ke depan. Alasannya, tingkat daya beli di dalam negeri tergolong tinggi dengan target pertumbuhan PDB sebesar 6,5% tahun ini.<br />
Saat ini, dana kelolaan (asset under management/AUM) dari reksa dana Danareksa Mawar Konsumer 10 telah mencapai lebih dari Rp1,5 triliun. Zulfa menargetkan dana kelolaannya tembus Rp2 triliun hingga akhir 2013.<br />
Selain Danareksa Mawar Konsumer 10, reksa dana CIMB-Principal Indo Domestic Equity Fund kecipratan untung. Meski imbal hasilnya baru 1,73% dalam sebulan terakhir, reksa dana yang diluncurkan 11 April lalu, ditargetkan mendulang return 15%-20% setidaknya dalam 1 tahun pertama.<br />
Reksa dana CIMB-Principal Indo Domestic Equity Fund menempatkan investasi minimal 80% pada sektor domestik terdiri dari infrastruktur dan konsumsi, serta 20% investasi membidik pergerakan saham-saham non-domestik seperti komoditas.<br />
Fadlul Imansyah, Head of Investment CPAM meyakini sektor konsumsi dan infrastruktur bakal terus menjadi katrol pertumbuhan IHSG. Sektor domestik itu, serunya, kini menguasai sekitar 85% kapitalisasi pasar di bursa.<br />
Namun, CPAM juga tidak luput memperhatikan perkembangan sektor nondomestik seperti pertanian dan pertambangan dengan proyeksi peningkatan volume pengapalan ke pasar tujuan ekspor. Dia berharap kinerja reksa dana tematik inline dengan performa IHSG, dan memberikan return yang menggembirakan.<br />
Analis MNC Securities Edwin Sebayang menambahkan strategi portofolio untuk reksa dana indeks sektoral cenderung terbatas. Kelemahan itu membuat performa reksa dana saham sektoral cenderung bergerak lebih lambat ketimbang capaian IHSG. Surya M. Saputra</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/imbal-hasil-ungguli-ihsg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emisi Obligasi Rp4,3 Triliun</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/emisi-obligasi-rp43-triliun/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/emisi-obligasi-rp43-triliun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 10:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heni.hariyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/danareksa/?p=2901</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Tiga perusahaan pembiayaan milik pemerintah akan menerbitkan obligasi dengan total Rp4,3 triliun sepanjang semester I/2013 untuk membiayai kegiatan pengembangan usaha masing-masing perseroan.
Berdasarkan catatan yang dihimpun Bisnis, perusahaan pembiayaan perumahan pelat merah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) telah menawarkan  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/emisi-obligasi-rp43-triliun/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Tiga perusahaan pembiayaan milik pemerintah akan menerbitkan obligasi dengan total Rp4,3 triliun sepanjang semester I/2013 untuk membiayai kegiatan pengembangan usaha masing-masing perseroan.<br />
Berdasarkan catatan yang dihimpun Bisnis, perusahaan pembiayaan perumahan pelat merah PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) telah menawarkan obligasi berkelanjutan tahap II 2013 senilai Rp1,3 triliun Maret lalu.<br />
Perusahaan pembiayaan lainnya, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memastikan akan menerbitkan surat utang senilai Rp1 triliun pada Juni mendatang.<br />
Sementara itu, PT Pegadaian (Persero) berencana menerbitkan surat utang tahap I Rp2 triliun pertengahan tahun nanti dari total penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi senilai Rp7 triliun yang disetujui pemegang saham.<br />
Direktur Keuangan Pegadaian Dwi Agus Pramudya menuturkan perseroan sudah mengantongi tiga nama perusahaan sekuritas milik pemerintah sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) dalam rencana tersebut, yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.<br />
&#8220;Penawaran obligasi tahap awal ini akan menargetkan raupan dana hingga Rp2 triliun. Sementara itu, sisanya sebesar Rp5 triliun baru akan diselesaikan hingga masa PUB berakhir,&#8221; ujarnya di sela-sela acara seminar yang diselenggarakan Bisnis Indonesia bertajuk Sinergi Investor-Investee BUMN dalam Menunjang Perekonomian Nasional di Jakarta, Kamis (16/5).<br />
Dalam mencari sumber pendanaan, pihaknya mengakui skema obligasi bukan satu-satunya instrumen yang akan digunakan perseroan. Pegadaian masih membuka skema pendanaan lainnya, seperti pinjaman perbankan atau opsi lainnya.<br />
&#8220;Jika ada perbankan yang menawarkan bunga menarik, maka sebagian akan kami dapatkan dari perbankan,&#8221; jelasnya.<br />
Dia menjelaskan penerbitan obligasi tersebut bertujuan untuk mendukung target outstanding pembiayaan yang ditargetkan mencapai Rp36,4 triliun tahun ini atau naik 27,4% dari realisasi tahun lalu.<br />
Dalam rapat rencana kerja dan anggaran perseroan (RKAP) awal tahun lalu, perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk dapat menerbitkan obligasi PUB hingga Rp7 triliun.<br />
Sekretaris Perusahaan PNM Gung Panggodo menuturkan perseroan telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian BUMN untuk merealisasikan penerbitan surat utang Rp1 triliun pada Juni.<br />
&#8220;Awal bulan lalu, kami sudah menerima izin sehingga kami perkirakan akhir Juni sudah bisa diterbitkan karena pertengahan Juni proses bookbuilding dilakukan,&#8221; tuturnya beberapa waktu lalu.<br />
Sementara itu, Sarana Multigriya Finansial telah menawarkan obligasi berkelanjutan II 2013 senilai Rp1,3 triliun Maret lalu. Penerbitan tahap II itu ditawarkan sebesar Rp614 miliar yang dijamin secara kesanggupan penuh dan ditawarkan dalam empat seri.<br />
Herdiyan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/emisi-obligasi-rp43-triliun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permata &amp; BNI Genjot Wealth Management</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/permata-bni-genjot-wealth-management/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/permata-bni-genjot-wealth-management/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 10:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heni.hariyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/danareksa/?p=2897</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA. Bank Permata masih mengandalkan divisi wealth management guna menggaet dana masyarakat. Tahun ini, bank patungan Astra Internasional dan Standard Chartered ini menargetkan bisnis wealth management tumbuh 20% &#8211; 25% dibanding tahun lalu.
Bianto Surodjo, Senior Vice President Head, Retail Liabilities,  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/permata-bni-genjot-wealth-management/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA. Bank Permata masih mengandalkan divisi wealth management guna menggaet dana masyarakat. Tahun ini, bank patungan Astra Internasional dan Standard Chartered ini menargetkan bisnis wealth management tumbuh 20% &#8211; 25% dibanding tahun lalu.<br />
Bianto Surodjo, Senior Vice President Head, Retail Liabilities, WN and E-Channel Bank Permata, mengatakan kebijakan ini berdasarkan tingginya pertumbuhan kelas menengah dan stabilnya ekonomi Indonesia. Hal ini menyebabkan nasabah-nasabah tajir rajin mengendapkan dana mereka dalam bentuk simpanan, investasi dan asuransi.<br />
Hingga kuartal I-2013, divisi wealth management Permata mengelola dana antara Rp 40 triliun &#8211; Rp 45 triliun. Dana ini berasal dari 35.000 nasabah prioritas Permata. Agar bisa menjadi kelas nasabah tajir ini, minimal memiliki simpanan Rp 500 juta. Sebanyak 20% dana kelolaan wealth management Permata disimpan ke reksadana, asuransi dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Sisanya, dalam bentuk simpanan dan deposito.<br />
Nan, demi menarik nasabah kaya, Permata akan meningkatkan kerjasama dengan perusahaan asset management. Salah satunya, dengan Danareksa Investment Management, untuk memasarkan reksadana Mawar Konsumer 10. Dari kerjasama ini Permata berharap mampu menjual Rp 250 miliar &#8211; Rp 500 miliar dalam 12 bulan ke depan.<br />
Reksadana ini akan ditawarkan kepada nasabah ritel ataupun korporasi dengan dua skema pembelian. Yakni, minimal pembelian Rp 10 juta ataupun pembelian melalui tabungan minimal Rp 250.000 per bulan. &#8220;Nasabah kaya kami kebanyakan berasal dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan Makassar,&#8221; ujar Bianto.<br />
BNI juga tidak mau kalah. Bank pelat merah ini menargetkan dana kelolaan wealth management Rp 50 triliun pada akhir tahun ini atau tumbuh 35% ketimbang tahun lalu.<br />
BNI optimistis, target tersebut bisa tercapai karena berkaca pada pencapaian tahun lalu dimana dana kelolaannya juga tumbuh 35%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada produk asuransi premium dan investasi, masing-masing melonjak di 200% dan 300%.<br />
Sayang, kontribusi produk ini terhadap pendapatan berbasis komisi atau fee income BNI masih terbilang kecil. Sebab, produk yang ditawarkan ke nasabah masih produk dasar, seperti tabungan, deposito dan sukuk. &#8220;Tahun lalu fee income BNI mencapai Rp 1,2 triliun, kontribusi wealth management hanya 2%. Tahun ini kontribusinya akan kami naikkan,&#8221; ujar Direktur Konsumer dan Ritel BNI, Darmadi Sutanto. Nina Dwiantika</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/danareksa/uncategorized/permata-bni-genjot-wealth-management/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelolaan Danareksa hingga Kuartal I Rp 13,8 Triliun</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/kelolaan-danareksa-hingga-kuartal-i-rp-138-triliun/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/kelolaan-danareksa-hingga-kuartal-i-rp-138-triliun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 07:05:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heni.hariyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/danareksa/?p=2893</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; PT Danareksa Investment Management (DIM), perusahaan manajer investasi anak usaha PT Danareksa, membukukan dana kelolaan (asset under management) sebesar Rp 13,8 triliun hingga kuartal I 2013. Angka ini meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/kelolaan-danareksa-hingga-kuartal-i-rp-138-triliun/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; PT Danareksa Investment Management (DIM), perusahaan manajer investasi anak usaha PT Danareksa, membukukan dana kelolaan (asset under management) sebesar Rp 13,8 triliun hingga kuartal I 2013. Angka ini meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,43 triliun. Menurut direksi perusahaan, pertumbuhan dana kelolaannya tipis karena ada beberapa produk yang jatuh tempo senilai Rp 300 miliar.<br />
Zulfa Hendri, Direktur Danareksa Investment Management, mengatakan peningkatan dana kelolaan perseroan terutama didorong oleh produk reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap. Ia mengestimasi, dana kelolaan perseroan akan mencapai Rp 14 triliun pada akhir Mei 2013.<br />
Tahun ini, perusahaan menargetkan dana kelolaan sebesar Rp 18 triliun atau meningkat 20% dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp 15 triliun. Danareksa Investment Management akan fokus mengembangkan produk-produk yang sudah ada. &#8220;Produk yang kami miliki sudah lengkap, tinggal memaksimalkan hasilnya,&#8221; ujar Zulfa.<br />
Menurut dia, perseroan juga akan meningkatkan jumlah nasabah menjadi sekitar 6 ribu hingga 7 ribu nasabah. &#8220;Kami masih mengandalkan kontribusi dari nasabah institusi,&#8221; ujar Zulfa. Danareksa Investment hanya akan menerbitkan dua produk reksa dana terproteksi untuk menggantikan produk yang jatuh tempo tahun ini.<br />
Salah satu produk andalan perseroan adalah Danareksa Mawar Konsumer 10. Zulfa menyatakan, dana kelolaan Danareksa Mawar Konsumer 10 hingga akhir tahun ini ditargetkan sebesar Rp 2 triliun. &#8220;Hingga akhir April 2013, dana kelolaan produk ini sudah mencapai Rp 1,5 triliun,&#8221; jelas dia.<br />
Kinerja return Danareksa Mawar Konsumer 10 secara year-on-year per 10 Mei 2013 mencapai 32,61% dibandingkan kinerja IHSG pada periode yang sama yang hanya sebesar 23,52%. Untuk mendistribusikan produk ini, Danareksa bekerja sama dengan tiga bank, yakni Commonwealth Bank Indonesia, DBS Indonesia .dan PT Bank Permata Tbk (BNLI).<br />
Bianto Surodjo, Head Retail Liabilities, Wealth Management dan e-Channels PermataBank, mengatakan perseroan menargetkan bisa menjual produk reksa dana Mawar Konsumer 10 Rp 250 miliar-Rp 500 miliar. &#8220;Target pasar kami adalah nasabah ritel dan menawarkan kelengkapan solusi finansial mereka,&#8221; jelas Bianto.<br />
Tumbuh Pesat<br />
PT Schroder Investment Management Indonesia, perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia, membukukan total dana kelolaan sebesar Rp 54,7 triliun hingga kuartal I 2013. Total dana kelolaan perusahaan ini telah mencapai 97,67% dari target sepanjang tahun ini Rp 56 triliun.<br />
Michael Tjoajadi, Direktur Utama Schroder Investment Management, mengatakan perusahaan lebih banyak mengelola reksa dana dibandingkan discretionary fund. &#8220;Kelolaan reksa dana kami hingga kuartal I 2013 telah mencapai Rp 39,3 triliun atau 71,85% dari total dana kelolaan perusahaan,&#8221; kata Michael kepada Finance Today.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/kelolaan-danareksa-hingga-kuartal-i-rp-138-triliun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BRI Siapkan Belanja Modal dan Dana Investasi Rp 4,99 Triliun</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/bri-siapkan-belanja-modal-dan-dana-investasi-rp-499-triliun/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/bri-siapkan-belanja-modal-dan-dana-investasi-rp-499-triliun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 05:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heni.hariyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/danareksa/?p=2886</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyiapkan dana sebesar Rp 4,99 triliun untuk belanja modal atawa capital expenditure (capex) dan dana cadangan untuk mendukung investasi pada tahun ini.
Muhammad Ali, Sekretaris Perusahaan BRI merinci penggunaan dana itu yakni sekitar  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/bri-siapkan-belanja-modal-dan-dana-investasi-rp-499-triliun/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyiapkan dana sebesar Rp 4,99 triliun untuk belanja modal atawa capital expenditure (capex) dan dana cadangan untuk mendukung investasi pada tahun ini.<br />
Muhammad Ali, Sekretaris Perusahaan BRI merinci penggunaan dana itu yakni sekitar Rp 2,59 triliun untuk dana untuk mendukung investasi. &#8220;Ini demi mendukung kinerja perusahaan kami,&#8221; terang Ali, Senin (13/5). Adapun sisanya yakni sebesar Rp 2,4 triliun untuk belanja modal.<br />
Dana investasi dikabarkan ada kaitannya dengan rencana BRI mengakuisisi, bank maupun lembaga keuangan non-bank. Akuisisi bank misalnya, BRI santer disebut-sebut akan mengakuisisi Bank Bukopin. Walau enggan memberikan informasi detail alokasi dana akuisisi, Ali tak membantah bila kesiapan dana tersebut menjadi bagian dalam rencana tersebut.<br />
Kedua, BRI juga berencana membeli Danareksa. Ali menegaskan, perusahaan incaran adalah perusahaan yang bisa bersinergi dengan BRI. &#8220;Akuisisi dilakukan, selama perusahaan itu bisa bersinergi dengan BRI. Jika bank, kami bisa melakukan fungsi holding atau merger,&#8221; ujar dia.<br />
Ali juga masih enggan menyebutkan detail waktu akuisisi. Ia hanya bilang, jika dana investasi tidak terpakai, BRI akan mengalokasikan dana itu untuk kegiatan produktif.<br />
&#8220;Dana investasi di luar dana capex. Intinya itu sudah disetujui pemegang saham,&#8221; tambah Ali.<br />
Seperti diketahui, dana investasi yang disiapkan BRI merupakan bagian dari sisa laba bersih senilai Rp 18,52 triliun yang tercatat pada akhir 2012. Saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), BRI menetapkan sebesar Rp 5,5 triliun sebagai dividen. RUPST juga menyetujui sisa laba senilai Rp 10,37 triliun sebagai laba ditahan.<br />
Ali menambahkan, pihaknya juga menyiapkan dana senilai Rp 2,4 triliun dari total dana itu menjadi alokasi capex. &#8220;Penggunaannya, untuk pengembangan infrastruktur IT, informasi sistem, dan pusat pendidikan,&#8221; tutur Ali.<br />
Sebagai perbandingan, sejak 2010, BRI selalu menetapkan capex yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Pada 2010, realisasi capex BRI hanya Rp 511,91 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp 649,97 miliar pada 2011. Tahun lalu, BRI merealisasikan capex senilai Rp 1,44 triliun.<br />
Informasi saja, tahun ini, BRI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 22%-24%, dengan komposisi dana murah tetap terjaga pada kisaran 60%. Selain itu, BRI juga menargetkan loan to deposit ratio (LDR) dalam rentang 80%-90% dengan non performing loan (NPL) tetap terjaga di level 2%. BRI juga mengincar pertumbuhan laba bersih untuk tahun 2013 berada pada kisaran 15%. Issa Almawadi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/bri-siapkan-belanja-modal-dan-dana-investasi-rp-499-triliun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Danareksa Rilis Reksa Dana Terproteksi Terbaru</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/danareksa-rilis-reksa-dana-terproteksi-terbaru/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/danareksa-rilis-reksa-dana-terproteksi-terbaru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 06:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heni.hariyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/danareksa/?p=2882</guid>
		<description><![CDATA[ANAK perusahaan PT Danareksa, PT Danareksa Investment Management (DIM), meluncurkan reksa dana terproteksi pada pertengahan kuartal II yang berbeda dengan produk yang pernah diluncurkan sebelumnya. Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi Global Prospektif III (Global Prospektif III) merupakan reksa dana terproteksi  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/danareksa-rilis-reksa-dana-terproteksi-terbaru/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ANAK perusahaan PT Danareksa, PT Danareksa Investment Management (DIM), meluncurkan reksa dana terproteksi pada pertengahan kuartal II yang berbeda dengan produk yang pernah diluncurkan sebelumnya. Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi Global Prospektif III (Global Prospektif III) merupakan reksa dana terproteksi yang berinvestasi pada efek obligasi dan efek derivatif, yaitu waran, sebagai underlying-nya.<br />
Direktur Utama Danareksa Investment Management Zulfa Hendri menjelaskan, pihaknya sengaja menambahkan porsi efek derivatif dalam portofolio reksa dana terproteksi dengan tujuan sebagai sumber penambahan hasil investasi. Sebab pada saat produk jatuh tempo, harga waran lebih tinggi jika dibandingkan dengan pada saat peluncuran. &#8220;Bagi investor produk ini sangat menarik karena investor diberikan minimum imbal hasil investasi, yaitu minimum 5% net pa.&#8221;<br />
Penjualan Global Prospektif III menjalin kemitraan dengan PT Bank Danamon Tbk sebagai agen penjual dan sudah dipasarkan pada 2 Mei lalu. Global Prospektif III merupakan satu-satunya produk reksa dana terproteksi yang memiliki underlying efek derivatif. Produk ini akan memperkaya pilihan para investor untuk berinvestasi dan bagi Danareksa Investment Management produk ini menjadi terobosan karena sudah sejak lama tidak terdapat produk sejenis dijual manajer investasi di Indonesia.<br />
Lebih jauh Zulfa berharap terbitnya produk reksa dana terproteksi dengan underlying efek derivatif dapat tumbuh lebih besar lagi di masa yang akan datang. Meski begitu, sosialisasi terhadap calon investor harus terus dilakukan.<br />
&#8220;Mengingat imbal hasil obligasi semakin rendah saat ini, reksa dana terproteksi dengan efek derivatif sebagai yield enhancement berpotensi menjadi pilihan,&#8221; ujarnya. (*/E-4)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/danareksa-rilis-reksa-dana-terproteksi-terbaru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rights Issue Trimegah Diminati Investor</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/rights-issue-trimegah-diminati-investor/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/rights-issue-trimegah-diminati-investor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 02:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heni.hariyanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/danareksa/?p=2879</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA-PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) telah melakukan rights issue dengan menerbitkan saham baru sebanyak 3,45 miliar saham dengan target dana Rp 345,43 miliar. Menurut direksi, rights issue yang dilakukan perusahaan ini mendapatkan minat yang tinggi dari pemegang saham lama.
Stephanus Turangan,  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/rights-issue-trimegah-diminati-investor/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA-PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) telah melakukan rights issue dengan menerbitkan saham baru sebanyak 3,45 miliar saham dengan target dana Rp 345,43 miliar. Menurut direksi, rights issue yang dilakukan perusahaan ini mendapatkan minat yang tinggi dari pemegang saham lama.<br />
Stephanus Turangan, Presiden Direktur Trimegah Securities, mengatakan hampir seluruh pemegang saham lama mengeksekusi haknya.&#8221;Jadi, tidak ada perubahan kepemilikan saham. Ini menunjukkan pemegang saham lama masih optimistis dengan perkembangan kinerja perseroan dalam tahun-tahun mendatang,&#8221;katanya kepada Finance Today.<br />
Menurut Stephanus, malah ada pemegang saham lama yang memesan saham rights issue Trimegah lebih tinggi dari haknya. Oleh karena itu, saat ini perusahaan sedang melakukan pengembalian dana pemegang saham tersebut. Namun, Stephanus tidak mengatakan berapa banyak jumlah investor yang meminta haknya lebih besar.&#8221;Saya lupa datanya,&#8221;ungkapnya.<br />
Berdasarkan laporan Trimegah kepada Bursa Efek Indonesia pada 29 April 2013, Advance Wealth Finance Ltd memiliki saham sebanyak 3,5 miliar atau setara dengan 49,23%. Morgan Stanley &amp; Co International Plc memiliki saham sebanyak 727,75 juta atau 10,24%. The Northern Trust Company memiliki 9,85% atau 700 juta saham dan publik memiliki 30,69% atau 2,18 juta.<br />
Sebelum melakukan rights issue, Advance Wealth Finance memiliki saham Trimegah sebanyak 49,21%, Morgan Stanley sebanyak 21,07%, The Northern Trust memiliki saham sebanyak 10,13%, dan masyarakat memiliki saham sebanyak 19,38%. Awalnya, dengan rights issue kepemilikan Advance Wealth Finance diestimasi akan meningkat menjadi 74,61% jika pemegang saham lama tidak mengeksekusi haknya.<br />
Porsi kepemilikan masyarakat berpotensi terdilusi menjadi 9,69% dari sebelumnya 19,38%. Hal ini dikarenakan rights issue yang dilakukan Trimegah Securities berpotensi mendilusi kepemilikan saham maksimum sebesar 48,59%. Rights issue ini dilakukan dengan rasio 1:1. Artinya, setiap pemegang satu saham berhak membeli satu saham rights issue.<br />
Stephanus mengatakan perusahaan akan mulai ekspansif sepanjang tahun ini setelah mendapatkan dana segar dari pemegang saham. Pasalnya, rights issue memang ditujukan untuk memperkuat memperkuat permodalan sehingga perusahaan dapat membalikkan (turnaround) kinerja keuangan ke arah yang positif. Pada tahun ini, Trimegah menargetkan laba bersihnya akan positif dan berada di atas Rp 20 miliar.<br />
Trimegah akan sangat ekspansif dalam melakukan penjaminan emisi sepanjang tahun ini. Perusahaan menargetkan melakukan penjaminan emisi minimal lima aksi korporasi termasuk initial public offering (IPO) dan penerbitan obligasi. Hingga saat ini, Trimegah akan menangani penerbitan obligasi  PT Intiland Development Tbk (DILD) dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) senilai Rp 1,5 triliun. Trimegah juga sedang menangani aksi korporasi dari perusahaan manufaktur. &#8220;Yang ini belum bisa kami ceritakan, bisa saja IPO namun bisa juga rights issue,&#8221;kata Stephanus.<br />
Selain penjaminan emisi, Trimegah juga akan meningkatkan bisnis brokerage. Hingga saat ini, rata-rata transaksi perdagangan Trimegah telah meningkat sebesar 66,67% menjadi Rp 150 miliar dari tahun lalu sebesar Rp 90 miliar. Perusahaan juga akan meningkatkan kinerja anak usahanya, PT Trimegah Asset Management. Pada tahun ini, total dana kelolaan Trimegah Asset Management ditargetkan naik 40% menjadi Rp 6,3 triliun dari akhir 2012 Rp 4,5 triliun.<br />
Obligasi<br />
PT Danareksa (Persero), induk usaha PT Danareksa Sekuritas, memilih menerbitkan obligasi untuk mendanai kebutuhan aksi korporasinya. Pada tahun ini, perusahaan berencana menambah nilai penerbitan obligasi berkelanjutan sebesar Rp 1 triliun menjadi Rp 2 triliun karena ada peningkatan kebutuhan pendanaan perusahaan. Aloysius K Ro, Direktur Eksekutif Danareksa, mengatakan perusahaan akan mengajukan izin penawaran umum berkelanjutan II sebesar Rp 1 triliun.<br />
Perusahaan berencana mengajukan izin penerbitan obligasi berkelanjutan tersebut paling cepat pada semester II 2013. &#8220;Penambahan obligasi ini untuk mengantisipasi besarnya kebutuhan pendanaan karena kami berencana meningkatkan direct investment,&#8221; kata Aloysius. Dana obligasi berkelanjutan tahap II tersebut akan dialokasikan untuk memperkuat modal Danareksa, khususnya dalam penanganan penjaminan emisi dan investasi langsung melalui anak usahanya, PT Danareksa Capital.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/danareksa/publikasi/berita/rights-issue-trimegah-diminati-investor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
