<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PT Dahana ( Persero )</title>
	<atom:link href="http://www.bumn.go.id/dahana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bumn.go.id/dahana</link>
	<description>PT Dahana ( Persero )</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2013 10:07:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>LOWONGAN BLASTER</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/dahana/peluang/lowongan/lowongan-blaster/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/dahana/peluang/lowongan/lowongan-blaster/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 10:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muryan Awaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lowongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/dahana/?p=3366</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bumn.go.id/dahana/files/2013/05/Lowongan-blaster-Dahana.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3367" src="http://www.bumn.go.id/dahana/files/2013/05/Lowongan-blaster-Dahana.jpg" alt="" width="534" height="600" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/dahana/peluang/lowongan/lowongan-blaster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dahana Garap Kuari di Belitung</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/dahana-garap-kuari-di-belitung/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/dahana-garap-kuari-di-belitung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 03:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muryan Awaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/dahana/?p=3363</guid>
		<description><![CDATA[Dahana, Dua  tahun belakangan, Divisi Kuari &#38; Konstruksi PT DAHANA (Pesero)  terus mencatatkan kinerja yang keminclong. Ini kian memantapkan Divisi  Kuari &#38; Konstruksi PT Dahana (Persero) sebagai market leader terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar domestik lebih  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/dahana-garap-kuari-di-belitung/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/IMG_0477-2.jpg"><img class="alignleft" src="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/IMG_0477-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><strong>Dahana, </strong>Dua  tahun belakangan, Divisi Kuari &amp; Konstruksi PT DAHANA (Pesero)  terus mencatatkan kinerja yang keminclong. Ini kian memantapkan Divisi  Kuari &amp; Konstruksi PT Dahana (Persero) sebagai <em>market leader</em> terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar domestik lebih dari 90  persen. Berbagai site-site baru dibuka, baik sektor kuari maupun  konstruksi, kini tersebar hampir merata di seluruh wilayah Kepulauan  Indonesia. Salah satu yang teranyar, divisi yang kini dinahkodai Asep  Maskandar ini kini sedang menggarap <em>site</em><em> </em>Kuari Belitung, Bangka Belitung.<span id="more-3363"></span></p>
<p><em>Jobsite</em> kuari batu granit ini terletak sekitar 8 kilometer ke arah Selatan Kota  Pangkal Pinang, Ibukota Propinsi Bangka Belitung. Tepatnya di Desa  Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalbaru, Kabupaten Bangka Tengah. Mulai  beroperasi sejak Desember 2012, <em>site</em> yang dikelilingi bekas  galian tambang timah rakyat yang ditinggal penambangnya ini merupakan  konsesi pertambangan granit milik PT Mandiri Karya Makmur.</p>
<p>Dikatakan Yondra, Supervisor <em>Jobsite Project</em> Belitung, layanan yang diberikan PT Dahana (Persero) melingkupi operasi <em>drilling and blasting service</em>. “Dengan dibantu 7 orang personil yang meliputi 1 <em>site coordinator</em>, 1 juru ledak, 2 operator pengeboran, dan 3 <em>helper</em>. Kita targetkan mampu memproduksi 250.000 ton batu granit di site Belitung,” ujar Yondra melalui pesan elektronik pada <em>Dfile</em>.</p>
<p><a href="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/IMG_0599.jpg"><img class="alignright" src="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/IMG_0599-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Lebih  jauh menurut Yondra, seperti halnya handak di site tambang granit  lainnya, Dahana masih mengandalkan tiga varian handak yang terdiri dari  Anfo, Dayagel Magnum, serta detonator non elektrik di Belitung.  Penggunaan Anfo ini mengakibatkan beberapa hambatan saat hujan mengguyur  di pulau yang terkenal dengan cerita Laskar Pelanginya ini. “Kendala di  lapangan, cuaca yang tidak menentu, terkadang hujan dan panas datangnya  susah untuk diprediksi di Pulau Belitung ini,” papar karyawan yang  ditempatkan di Belitung sejak 1 Desember 2012 ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/dahana-garap-kuari-di-belitung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Riwayat Keterpurukan BPIS</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/belajar-dari-riwayat-keterpurukan-bpis/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/belajar-dari-riwayat-keterpurukan-bpis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 03:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muryan Awaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/dahana/?p=3360</guid>
		<description><![CDATA[Dahana, Sempat  terpuruk karena gelombang krisis ekonomi dan masuk dalam sengkarut  pusaran politik, hingga akhirnya harus dilikuidasi pada tahun 2002, tak  lantas membuat Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) sepenuhnya  mati. Tahun-tahun pasca reformasi, sebagai pusat nadi  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/belajar-dari-riwayat-keterpurukan-bpis/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/BPIS.jpg"><img class="alignleft" src="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/BPIS-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><strong>Dahana, </strong>Sempat  terpuruk karena gelombang krisis ekonomi dan masuk dalam sengkarut  pusaran politik, hingga akhirnya harus dilikuidasi pada tahun 2002, tak  lantas membuat Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) sepenuhnya  mati. Tahun-tahun pasca reformasi, sebagai pusat nadi industri strategis  nasional, membuat <em>holding</em>yang memayungi beberapa BUMN yang  masuk kategori industri strategis nasional ini tak terelakan dari  gejolak ekonomi dan politik saat itu.<span id="more-3360"></span></p>
<p>BPIS sendiri menjadi badan  negara yang mengoordinasikan pengembangan sepuluh BUMN industri  strategis terintegrasi yang meliputi PT Dahana (bahan peledak), PT  Barata Indonesia (peralatan berat), PT Boma Bisma Indra (peralatan  industri), PT LEN (elektronik), PT INKA (kereta api), PT INTI  (telekomunikasi), PT Dirgantara Indonesia (pesawat terbang), PT Krakatau  Steel (baja), PT PAL (kapal laut), dan PT Pindad (persenjataan).</p>
<p>Semangat  dan harapan itu muncul kembali saat bekas karyawan karyawati BPIS ini  bertemu di Kantor Manajemen Pusat (KAMPUS) PT DAHANA (Persero) Subang  pada Sabtu (20/04). F. Harry Sampurno, Direktur Utama PT Dahana  (Persero) yang juga bekas karyawan BPIS mengungkapkan, bubarnya BPIS  yang kemudian diikuti dengan periode masa sulit BUMN Industri Strategis  sempat membuat perusahaan-perusahaan vital plat merah ini hampir gulung  tikar. “Dahana sendiri bahkan terus maju dan belajar dari masa-masa  sulit yang telah dilewati Dahana sebelumnya, kuncinya terletak pada  manajemen perusahaan,” ujar Harry di depan seratusan eks karyawan  karyawati BPIS.</p>
<p>Dihadiri oleh hampir seluruh pejabat eks karyawan  BPIS dari tiga angkatan, yaitu angkatan sebelum 1989, angkatan 1989 –  1998, dan angkatan 1998 – 2002. Acara temu kangen bertajuk reuni akbar  ini tak hanya sebatas pertemuan melepas kerinduan antar karyawan, namun  menumbuhkan kembali semangat anak bangsa menghadirkan industri strategis  nasional yang sempat mengalami keterpurukan pasca reformasi.</p>
<p>Merunut  pada kilas sejarah yang diungkapkan Harry yang juga penulis buku  “Keruntuhan Industri  Strategis” ini, kelahiran industri nasional mulai  dihidupkan sejak dekade tahun 1970-an oleh Baharudin Jusuf Habibie yang  saat itu menjabat Menteri Riset dan Teknologi saat era Presiden  Soeharto. Sebagai tokoh sentral, Habibie kemudian mendirikan Divisi  Pengembangan Teknologi dan Penerbangan di PT Pertamina tahun 1975,  diikuti dengan pembentukan Tim Pelaksana Pengembangan Industri Strategis  (TPPIS), yang merupakan cikal bakal BPIS yang lahir sesudahnya tahun  1989.</p>
<p>Kelahiran BPIS inilah yang dikatakan Harry, menjadi tulang  punggung pengembangan industri strategis nasional yang modern dan  terintegrasi. “Tak ada negara manapun dengan industri militer yang  berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh industri strategis lainnya  dalam satu koordinasi,” papar Harry. Namun IMF mempunyai pandangan lain,  proyek berbagai industri strategis dianggap hanya sebagai mercusuar,  hanya menjadi kebanggaan rakyat dan pemerintah di kemasan luarnya, namun  di dalamnya industri ini sarat biaya yang mahal.  Dampaknya, saat  krisis ekonomi melanda, IMF menghentikan subsidi untuk pengembangan  teknologi penopang industri strategis, yang selanjutnya diikuti dengan  pembubaran BPIS sebagai koordinator dari operasi BUMN-BUMN vital  berbasis teknologi tersebut.</p>
<p>Mantan Direktur Utama PT Industri  Kapal Indonesia ini menilai, dengan dibubarkanya BPIS, merupakan langkah  mundur dari usaha industrialisasi industri strategis nasional yang  bergerak berbasis teknologi melalui penguasaan teknologi yang bertahap.  Meski pada akhirnya, hilir industri strategis mempunyai kecenderungan  diarahkan untuk kepentingan kemandirian alutsista dalam negeri.</p>
<p><strong>Transformasi Dahana</strong></p>
<p>Seperti  halnya BUMN yang tergabung dalam Industri strategis BPIS lainnya, PT  Dahana ikut terseret arus dalam periode sulit pasca krisis ekonomi.  “Berbagai kebijakan pemerintah mematikan industri strategis, aturan baru  pemerintah membuat keistimewaan perusahaan milik negara dipreteli satu  per satu seperti hak monopoli bahan peledak.  Namun justru dari periode  sulit tersebut, manajemen perusahaan belajar banyak dan tumbuh semangat  untuk tak bergantung pada pemerintah,” ungkap Harry.</p>
<p>Pembiaran  pemerintah terhadap Dahana tak lantas membuat BUMN handak ini  terjerembab. Sebaliknya, melihat persaingan segmen bahan peledak yang  kian ketat setelah dicabutnya hak monopoli, dengan semangat baru Dahana  justru berganti baju menjadi perusahaan yang bonafid dengan manajemen  yang sehat serta karyawan dengan kompetensi tinggi. Sebagai perusahaan  yang dimiliki sepenuhnya oleh negara, Dahana pun ikut berkontribusi  sangat besar untuk negara, baik dalam pajak maupun dividen yang disetor  ke kas negara.</p>
<p>Seperti diungkapkan Edi Suharia Bratanadiria,  Mantan Direktur Utama PT Dahana (Persero). Direktur yang menjabat saat  pembelian lahan dari PTPN yang kini menjadi Energetic Material Center  (EMC) ini, mengaku heran dengan pesatnya kemajuan perusahaan. “Dulu  lahan EMC hanya perkebunan karet yang hampir dianggap tak menguntungkan  buat PTPN, kini justru menjadi pusat bahan peledak yang bernilai sangat  strategis,” ujar Edi ditemui Dfile di Auditorium KAMPUS Dahana.(IDR)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/belajar-dari-riwayat-keterpurukan-bpis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kerjasama, Dahana Sambangi Medco</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/tingkatkan-kerjasama-dahana-sambangi-medco/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/tingkatkan-kerjasama-dahana-sambangi-medco/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 05:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muryan Awaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/dahana/?p=3357</guid>
		<description><![CDATA[Dahana, Guna  meningkatkan kerjasama kedua perusahaan yang sudah terbangun lama, Budi  Antono, Direktur Operasi PT Dahana (Persero) menyambangi Presiden  Direktur Medco Group Frila Berlini di Kantornya, di Energy Building  Jalan Jenderal Sudirman Jakarta.
“Silaturahmi ini untuk tujuan  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/tingkatkan-kerjasama-dahana-sambangi-medco/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/Medco.jpg"><img class="alignleft" src="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/Medco-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><strong>Dahana, </strong>Guna  meningkatkan kerjasama kedua perusahaan yang sudah terbangun lama, Budi  Antono, Direktur Operasi PT Dahana (Persero) menyambangi Presiden  Direktur Medco Group Frila Berlini di Kantornya, di Energy Building  Jalan Jenderal Sudirman Jakarta.<span id="more-3357"></span></p>
<p>“Silaturahmi ini untuk tujuan  mempererat kerjasama antara PT Dahana dengan Grup Medco, khususnya dalam  suplai bahan peledak, baik untuk keperluan <em>seismic</em> maupun <em>drilling</em>,”  ujar Budi.  Budi mengungkapkan, saat ini kerjasama kedua perusahaan  terus meningkat di banyak bidang.  Medco Group, perusahaan energi swasta  nasional terbesar di indonesia ini tercatat sudah menjadi konsumen  setia Dahana sejak lama, sejak dari perusahaan milik taipan Arifin  Panigoro mulai beroperasi tahun 80-an.</p>
<p>Berbagai proyek-proyek  eksplosif Migas Medco Group menggandeng  PT Dahana sebagai penyedia  handaknya.  Yang teranyar perusahaan handak plat merah ini  mulai  menggarap <em>tubing convey per</em><em>foration</em> (TCP) di sektor <em>drilling</em> Medco Group.</p>
<p>Budi  menambahkan, PT Dahana tak hanya berpartisipasi dalam penyediaan suplai  handak, namun saat ini sudah mulai merambah sektor jasa perforasi di <em>site</em><em> </em>eksplorasi  minyak milik Medco.  Tersebar merata di seluruh Indonesia, Divisi Migas  PT Dahana (Persero) saat ini tengah mengerjakan jasa <em>exsplosive service</em><em>s</em>, baik untuk eksplorasi maupun eksploitasi Migas milik Medco di Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi, dan Aceh.</p>
<p>Pada  kesempatan tersebut, Budi Antono tak lupa mengundang Frila Berlini  beserta stafnya untuk menyaksikan API TEST 19B produk Shaped Charges  DOJO yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Tahun ini pasar handak  sektor Migas, terutama konsumsi <em>sei</em><em>smic</em> berkembang  cukup pesat.  Peningkatan signifikan ini ditunjang dibukanya beberapa  Blok Migas baru, seperti Blok Mahakam. “Untuk tahun 2013, sektor Migas  sangat prospektif,” ungkap Budi Antono kepada<em> Dfile</em>. (IDR)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/tingkatkan-kerjasama-dahana-sambangi-medco/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gowes Pagi Menembus Belantara Kebun Karet</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/gowes-pagi-menembus-belantara-kebun-karet/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/gowes-pagi-menembus-belantara-kebun-karet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 05:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muryan Awaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/dahana/?p=3354</guid>
		<description><![CDATA[Dahana, Matahari belum sepenuhnya menampakan diri. Cahaya tipisnya menyelinap di antara celah-celah perbukitan yang bergelombang di sisi Timur Energetic Material Center (EMC) Subang, menyemburat keluar membentuk sekumpulan langit berwarna jingga keemasan. Pagi itu jarum jam baru menunjukan pukul 06.00 pagi,  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/gowes-pagi-menembus-belantara-kebun-karet/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.bumn.go.id/dahana/files/2013/05/mini-IMG_7091.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3355" src="http://www.bumn.go.id/dahana/files/2013/05/mini-IMG_7091-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Dahana, Matahari belum sepenuhnya menampakan diri. Cahaya tipisnya menyelinap di antara celah-celah perbukitan yang bergelombang di sisi Timur Energetic Material Center (EMC) Subang, menyemburat keluar membentuk sekumpulan langit berwarna jingga keemasan. Pagi itu jarum jam baru menunjukan pukul 06.00 pagi, saat Fajar Harry Sampurno telah bersiap dengan sepeda gunungnya. Mengenakan setelan baju senam Dahana dan sepetu kets, Direktur Utama PT DAHANA (Persero) ini terlihat sudah sangat bersemangat memulai petualangannya.<span id="more-3354"></span></p>
<p>Pagi itu menjadi hari yang istimewa untuk F. Harry Sampurno dan perusahaan yang dinahkodainya sejak September tahun lalu ini.  Sabtu (20/04), PT Dahana (Persero) menggelar gowes bersama beberapa karyawan perusahaan serta bekas karyawan karyawati eks Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS). Dengan titik start dari pelataran kompleks rumah dinas perusahaan, tepat pukul 06.30, rombongan pesepeda ini akhirnya mulai mengayuh sepeda menjelajahi rute Sumur Barang. Tak ketinggalan, satu mobil ambulan dan mobil patroli diikutsertakan dalam rombongan gowes tersebut.</p>
<p>Gowes kali ini sendiri menempuh rute keseluruhan sejauh 10 kilometer. Dengan suasana pagi pedesaan yang masih asri, rombongan melewati jalanan rumah penduduk Desa Sumur Barang hingga area perkebunan milik PTP. Keluar melewati kurang lebih satu kilometer dari EMC, para pegowes ini belum menemui banyak kendala berarti, jalanan beraspal mulus dengan pemandangan hijau pohon karet muda yang menghampar di kiri kanan jalan.</p>
<p>Selepas jalanan beraspal, tantangan medan terjal mulai menghadang setelah  rombongan gowes melalui jalanan tanah berbatu yang membelah perkebunan karet yang rimbun. Sulitnya medan ini membuat beberapa pegowes ini cukup menguras keringat, sehingga harus beberapa kali melambatkan sepeda dan berjalan zigzag menghindari lubang jalanan tanah liat ini. Tak kurang dari sejam dan melewati berbagai rintangan alam, para pegowes ini akhirnya sampai di titik pemberhentian terakhir di lahan garapan proyek Tol Cikampek – Palimanan.</p>
<p>Dari titik finish yang rencananya digunakan sebagai pintu toll inilah menara air “Si Bintang” dapat dilihat dengan jelas, tegak menyembul di antara permadani hijau perkebunan karet. Kesempatan ini tak dilewatkan F. Harry Sampurno, pria yang identik dengan kumisnya ini mengajak rombongan berfoto bersama dengan latar menara air Dahana dari kejauhan. Gowes ini sendiri menjadi bagian dari acara reuni akbar eks karyawan BPIS yang digelar di KAMPUS Dahana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/gowes-pagi-menembus-belantara-kebun-karet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Binaragawan yang Menjadi Juru Ledak</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/binaragawan-yang-menjadi-juru-ledak/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/binaragawan-yang-menjadi-juru-ledak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 04:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muryan Awaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/dahana/?p=3351</guid>
		<description><![CDATA[Edi Setiadi Karsana, Menjadi  binaragawan sekaligus juru ledak di pertambangan, dua dunia yang  terlampau berbeda. Keduanya hampir tak memiliki korelasi, butuh waktu  lama menjadi seorang binaragawan, bak seorang aktor seperti Ade Ray  dengan otot lengan kekar,  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/binaragawan-yang-menjadi-juru-ledak/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/168813_460023600683667_1576760069_n.jpg"><img class="alignleft" src="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/168813_460023600683667_1576760069_n-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><strong>Edi Setiadi Karsana, </strong>Menjadi  binaragawan sekaligus juru ledak di pertambangan, dua dunia yang  terlampau berbeda. Keduanya hampir tak memiliki korelasi, butuh waktu  lama menjadi seorang binaragawan, bak seorang aktor seperti Ade Ray  dengan otot lengan kekar, dan lekukan perut yang meyakinkan. Sebaliknya,  seorang juru ledak di site pertambangan dituntut bekerja seharian,  bahkan tak jarang hingga 7 hari dalam seminggu. Ditambah lokasi site  yang biasanya jauh di pedalaman, hampir mustahil seorang pekerja tambang  bersentuhan dengan peralatan olahraga di tempat gym.<span id="more-3351"></span></p>
<p>Namun itu  tidak berlaku bagi Edi Setiadi Karsana. Foreman peledakan yang sudah  lama malang melintang di dunia bahan peledak label Danfo ini mementahkan  anggapan bumi dan langit tersebut. Ayah dua anak ini tetap rajin  menyambangi tempat fitness di sela-sela rutinitas peledakan di site  Indarung milik PT Semen Padang (Persero) Padang, Sumatera Barat.</p>
<p>Bagi  Edi, seminggu tanpa sekalipun menyambangi tempat gym, menjalani  rutinitasnya ibarat sayur tanpa garam. “Fitness sudah menjadi hobi  wajib, ada kesenangan lahir batin dengan melakukan fitness rutin,”  ujarnya. Menurut karyawan yang juga penyuka olah raga sepeda gunung ini,  setidaknya ia melakukan olahraga tersebut dua kali dalam sepekan.  Seperti tambang semen pada umumnya yang terletak tak jauh dari keramaian  kota, membuat pria yang mengawali karirnya sebagai driver direksi ini  tak kesulitan menyalurkan hobinya tersebut.</p>
<p>Memutuskan menggeluti  olah otot ini membawa pada konsekuensi tersendiri, khususnya perkara  makan hingga pola tidur yang ketat. Dua buah telor mentah ayam kampung  sudah lama menjadi menu wajib Edi. “Telur untuk menjaga kebugaran dan  bentuk otot selama aktivitas fitness,” ungkapnya. Di luar itu, tak ada  kiat-kiat khusus untuk menjadi seorang “binaragawan tambang”.</p>
<p>Di  tangan Edi, keduanya berjalan seirama, bahkan saling mendukung. Edi  meyakini dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. “Kalau kita  sehat, kerjaan pun beres,” ujar Edi kepada Dfile. Edi tak sungkan  mengajak karyawan lainnya menekuni olahraga yang satu ini, baginya  kesehatan merupakan salah satu aset berharga untuk semua perusahaan.  Karena secara tidak langsung akan meningkatkan produktifitas kerja  karyawan. (IDR)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/binaragawan-yang-menjadi-juru-ledak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dahana Serahkan Bantuan Seperangkat Komputer Kepada Desa Sadawarna</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/dahana-serahkan-bantuan-seperangkat-komputer-kepada-desa-sadawarna/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/dahana-serahkan-bantuan-seperangkat-komputer-kepada-desa-sadawarna/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 05:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muryan Awaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/dahana/?p=3348</guid>
		<description><![CDATA[PT  DAHANA (Persero) semakin peduli terhadap masyarakat sekitar perusahaan,  khususnya masyarakat Desa Sadawarna. Melalui Unit PKBL, perusahaan  handak yang berpusat di Subang ini menyerahkan bantuan peralatan  komputer pada Kantor Kepala Desa Sadawarna pada Senin (22/04).
Tak   &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/dahana-serahkan-bantuan-seperangkat-komputer-kepada-desa-sadawarna/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/PKBL_Ka-PKBL-vs-Kades.jpg"><img class="alignleft" src="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/PKBL_Ka-PKBL-vs-Kades-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>PT  DAHANA (Persero) semakin peduli terhadap masyarakat sekitar perusahaan,  khususnya masyarakat Desa Sadawarna. Melalui Unit PKBL, perusahaan  handak yang berpusat di Subang ini menyerahkan bantuan peralatan  komputer pada Kantor Kepala Desa Sadawarna pada Senin (22/04).<span id="more-3348"></span></p>
<p>Tak  seperti biasanya, penyerahan bantuan kali ini tak dilakukan di tempat  penerima bantuan, melainkan dilakukan di Gedung Sekretariat KAMPUS  Dahana. Diserahkan langsung oleh Sekretaris Perusahaan PT Dahana Mamat  Ruhimat, paket bantuan ini terdiri dari seperangkat komputer, printer,  serta jam dinding.</p>
<p>Mamat Ruhimat mengungkapkan, pemberian bantuan  seperangkat komputer ini selain mempererat silaturahmi, sekaligus untuk  mengenalkan staf unit PKBL kepada Kepala Desa Sadawarna yang baru.  Kepala Desa Sadawarna Samsudin, mengaku sangat berterimakasih atas  bantuan yang diberikan PT Dahana. “Komputer ini akan sangat bermanfaat  untukmemaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Samsudin.</p>
<p>Kepala  desa yang terpilih pada Oktober tahun lalu ini pun berharap, hubungan  perusahaan dan masyarakat Desa Sadawarna bisa terus terjalin harmonis  seperti saat ini. “Ke depan, masyarakat sekitar bisa berpartisipasi  dalam acara formal maupun non formal Dahana,” imbuh Samsudin.</p>
<p><a href="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/PKBL_Sekper-vs-Kades-2.jpg"><img class="alignright" src="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/PKBL_Sekper-vs-Kades-2-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Selain  pemberian bantuan langsung, beberapa program untuk masyarakat sekitar  juga digulirkan Unit PKBL PT Dahana untuk masyarakat sekitar. Perusahaan  dalam waktu dekat akan membuatkan saluran pembuangan air untuk  penanggulangan banjir di Kampung Cikareo, peningkatan kualitas jalan  dari Kantor Desa Sadawarna menuju Kampung Sadawarna, merehab beberapa  pos ronda, rehabilitasi ruangan kelas SD Sadawarna, perbaikan gang di  Kampung Sadawarna, serta pembuatan gapura di pintu masuk Kampung  Sariasih. (IDR)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/dahana-serahkan-bantuan-seperangkat-komputer-kepada-desa-sadawarna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ganti Komisaris Utama, Dahana “Kembali ke Asalnya”</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/ganti-komisaris-utama-dahana-%e2%80%9ckembali-ke-asalnya%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/ganti-komisaris-utama-dahana-%e2%80%9ckembali-ke-asalnya%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 05:35:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muryan Awaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/dahana/?p=3345</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta. Rabu (01/04), Tepat sepekan setelah resmi berganti komisaris utama, PT  DAHANA (Persero) menggelar acara pisah sambut Komisaris Utama. Acara  pisah sambut yang digelar di Hall Bidakara Pancoran Jakarta ini untuk  menyambut komisaris utama yang baru Letjen  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/ganti-komisaris-utama-dahana-%e2%80%9ckembali-ke-asalnya%e2%80%9d/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/Pisah-Sambut-Komut.jpg"><img class="alignleft" src="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/Pisah-Sambut-Komut-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Jakarta.</strong> Rabu (01/04), Tepat sepekan setelah resmi berganti komisaris utama, PT  DAHANA (Persero) menggelar acara pisah sambut Komisaris Utama. Acara  pisah sambut yang digelar di Hall Bidakara Pancoran Jakarta ini untuk  menyambut komisaris utama yang baru Letjen TNI Budiman, dan melepas  komisaris utama sebelumnya, Eddy Sumarno Siradj yang kini menjabat  sebagai Komisaris Utama di BUMN perkapalan, PT PAL Indonesia, Surabaya.<span id="more-3345"></span></p>
<p>Budiman  yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI ini  dilantik menjadi Komisaris Utama PT Dahana pada Rabu (24/04) di  Kementerian BUMN. F. Harry Sampurno, Direktur Utama PT Dahana menyebut  pergantian komisaris utama perusahaan ini sebagai “Kembalinya Dahana ke  asal habitatnya”.</p>
<p>Menurut mantan Direktur Keuangan &amp;  Pengembangan Usaha PT Dahana ini, Komisaris utama Dahana sejak lahirnya  perusahaan pada tahun 1966, posisi komisaris utama hampir selalu dijabat  oleh Sekretaris Jenderal Kemenhan. “Ini sesuai dengan sejarah Dahana  yang  berada langsung di bawah pengawasan Kemeterian Pertahanan,” ujar  Harry.</p>
<p>Harry menyebut, posisi komut yang kini dijabat oleh Sekjen  Kemenhan ini bisa menjadi momentum penting perusahaan fokus menggarap  industri strategis untuk kepentingan nasional, khususnya bahan peledak  untuk kemandirian pertahanan dalam negeri.</p>
<p>Bagi Budiman, Dahana  bukan BUMN yang asing lagi. Lama berkecimpung di lingkungan Departemen  Pertahanan, membuat jenderal bintang tiga ini sudah kerap bersentuhan  langsung dengan perusahaan bahan peledak yang lahir dari proyekTNI AU  ini. Posisinya sebagai Sekjen Kemhan, membuat beberapa izin kotrak jual  beli bahan peledak harus melalui meja kerjanya di Medan Merdeka jakarta.   “Dari proposal-proposal bahan peledak itulah saya kenal Dahana,”  pungkas Budiman.</p>
<p>Budiman juga mengapresiasi kemajuan Dahana saat  sekarang. Mantan Wakasad TNI AD ini menyebut Dahana sebagai BUMN yang  berbeda dengan BUMN lainnya. “Tak seperti saudara-saudaranya sesama  BUMN, meski terbilang beraset kecil, Dahana justru bisa sembuh dengan  cepat dari penyakitnya,” ungkap Budiman. (Idr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/ganti-komisaris-utama-dahana-%e2%80%9ckembali-ke-asalnya%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meroketkan Dahana Lewat Industri Roket</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/meroketkan-dahana-lewat-industri-roket/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/meroketkan-dahana-lewat-industri-roket/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 05:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muryan Awaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/dahana/?p=3342</guid>
		<description><![CDATA[Tahun  1999 hingga 2008, bisa jadi merupakan tahun-tahun paling suram yang  dilewati sektor pertahanan Indonesia. Selama satu dekade, Indonesia  dijatuhi sanksi embargo militer karena dianggap melakukan pelanggaran  HAM di Timor Leste, efeknya luar biasa, negara ini  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/meroketkan-dahana-lewat-industri-roket/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/produk-n-jasa-kami-5.jpg"><img class="alignleft" src="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/produk-n-jasa-kami-5-300x120.jpg" alt="" width="458" height="183" /></a></strong>Tahun  1999 hingga 2008, bisa jadi merupakan tahun-tahun paling suram yang  dilewati sektor pertahanan Indonesia. Selama satu dekade, Indonesia  dijatuhi sanksi embargo militer karena dianggap melakukan pelanggaran  HAM di Timor Leste, efeknya luar biasa, negara ini tak mampu memasok  kebutuhan alutsista untuk menjaga kedaulatan wilayahnya. Ini lantaran  hampir semua peralatan pertahanan, dan pendukungnya saat itu dipasok  dari impor.<span id="more-3342"></span></p>
<p>Efeknya luar biasa. Berbagai pesawat misalnya, harus  “dikanibal” untuk memperbaiki bagian pesawat lainnya agar bisa tetap  terbang, karena nihilnya suku cadang yang dipasok dari luar negeri. Hal  serupa terjadi hampir pada semua penunjang pertahanan, salah satunya  propelan, bahan utama pendorong semua jenis roket yang dibuat saat ini,  juga tak luput dari jenis alutsista yang diboikot. Ketiadaan propelan  membuat roket dalam negeri menjadi onggokan barang rongsokan.</p>
<p>Pengalaman  masa sulit tersebutlah yang kemudian mendorong pemerintah, menggandeng  sejumlah BUMN Industri Strategis untuk serius menggarap proyek  kemandirian alutsista. Program sinergi apik tesebut mulai menunjukkan  hasilnya, beberapa BUMN yang ditunjuk mampu membuat sendiri beberap  alutsista yang dibutuhkan, atau membuat alat pendukung untuk alutsista  yang dibuat BUMN lainnya.</p>
<p>Adalah PT DAHANA (Persero) yang kemudian  secara khusus mengemban tugas menjadi pionir industri peropelan pertama  di dalam negeri. Jauh sebelumnya, BUMN handak ini “kebagian tugas”  sebagai pembuat sekaligus pengisi handak untuk berbagai roket dan bom  pesawat tempur latih.  Maka, proyek industri propelan yang rencananya  akan dibangun sinergis di lahan <em>Energetic Material Center</em> (EMC) ini, bisa menjadi batu loncatan PT Dahana (Persero) berperan lebih besar dalam ketahanan nasional.</p>
<p>Propelan  bernilai sangat strategis. Propelan tak hanya mampu menjadi barang  komplementer dalam industri alutsista, lebih jauh menjadikan Indonesia  mampu unjuk gigi dalam kompetisi di ruang langit yang diarahkan pada  kemandirian pembuatan dan peluncuran satelit luar angkasa. Semua itu tak  dapat dicapai tanpa adanya kemandirian propelan di masa mendatang, yang  kini mulai dirintis selangkah demi selangkah oleh PT DAHANA (Persero).</p>
<p>Tentunya  bagi BUMN yang ditukangi oleh F. Harry Sampurno ini, pertimbangan  bisnis menjadi yang nomor dua dalam proyek ini. Jauh hari, PT DAHANA  (Persero) telah bertekad menjadi salah satu gerbong dalam industri yang  menunjang kemapanan negara dalam bahan peledak. Tak cukup hanya menjadi  perseroan yang bonafid untuk negara, namun menjadi perusahaan yang  selalu berprinsip pada <em>“serving </em><em>the </em><em>nation better”.</em>(IDR)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/meroketkan-dahana-lewat-industri-roket/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budiman Diangkat Menjadi Komisaris Utama PT Dahana</title>
		<link>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/budiman-diangkat-menjadi-komisaris-utama-pt-dahana/</link>
		<comments>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/budiman-diangkat-menjadi-komisaris-utama-pt-dahana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 09:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muryan Awaludin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bumn.go.id/dahana/?p=3339</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta. Rabu  (24/04), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali melakukan  perombakan di tubuh PT DAHANA (Persero).  Sekretaris Jenderal Kementrian  Pertahanan  RI Budiman, diangkat menjadi Komisaris Utama PT Dahana  (Persero). “Atas nama Menteri BUMN, rapat umum  &#8230; <a href="http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/budiman-diangkat-menjadi-komisaris-utama-pt-dahana/"> <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/Komisaris-baru.jpg"><img class="alignleft" src="http://portal.dahana.com/wp-content/uploads/Komisaris-baru-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Jakarta.</strong><strong> </strong>Rabu  (24/04), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali melakukan  perombakan di tubuh PT DAHANA (Persero).  Sekretaris Jenderal Kementrian  Pertahanan  RI Budiman, diangkat menjadi Komisaris Utama PT Dahana  (Persero). “Atas nama Menteri BUMN, rapat umum pemegang saham telah  menetapkan pengangkatan Budiman sebagai Komisaris Utama PT Dahana  (Persero),” kata Dwijanti Tjahjaningsih, Deputi Bidang Usaha Industri  Strategis dan Manufaktur Kementrian BUMN.<span id="more-3339"></span></p>
<p>Pengangkatan tersebut  menggantikan komisaris utama sebelumnya, Eddy Sumarno Siradj yang dalam  waktu bersamaan juga diangkat menjadi komisaris utama di PT PAL  (Persero). Dalam pelantikan yang digelar di lantai 9 Gedung Kementerian  BUMN Jalan Medan Merdeka Selatan tersebut, Kementerian BUMN hanya  merombak pada posisi Komisaris Utama PT Dahana.  Hadir dalam pelantikan  tersebut seluruh direksi perusahaan, termasuk Direktur Utama PT Dahana  (Persero) Fajar Harry Sampurno.</p>
<p>Bagi Budiman sendiri, DAHANA sudah  tidak asing lagi.  Sebagai mantan Wakasad, Budiman sudah lama  berkecimpung dalam industri pertahanan, termasuk PT DAHANA (Persero).   Saat pelantikan, Budiman mengapresiasi peran DAHANA yang semakin  signifikan dalam industri strategis dan pertahanan. Tahun ini,  perusahaan handak plat merah ini sedang merencanakan pembangunan  industri propelan di Energetic Material Center (EMC) Subang.</p>
<p>Usai  pelantikan, jenderal bintang tiga berpangkat Letjen ini berharap bisa  cepat bekerjasama dengan direksi perusahaan.  “Dahana saat ini tumbuh  menjadi perusahaan yang sangat pesat, laba tahunan yang menurun lebih  disebabkan pembangunan yang besar tahun lalu, aset perusahaan justru  meningkat sangat signifikan,” ujar Budiman. (IDR)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bumn.go.id/dahana/publikasi/berita/budiman-diangkat-menjadi-komisaris-utama-pt-dahana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
