Sertijab Menteri Pertahanan, Dirut DAHANA Salami Menhan

Direktur Utama PT DAHANA (Persero) menghadiri undangan serah terima jabatan dari Menteri Pertahanan 2014 - 2019 Ryamizard Ryacudu kepada Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju Prabowo Subianto. Prosesi serah terima berlangsung dengan penandatangan memorandum di Lantai 16, Gedung A.H Nasution, Kamis, 24 Oktober 2019.

Usai penyerahan memorandum, peserta yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, Panglima TNI, Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, pejabat tinggi Kemenhan beserta tamu undangan memberikan selamat kepada Prabowo. Terlihat dalam barisan tamu undangan Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Budi Antono dan Ketua Komeks Holding National Defense and Hightechnology Industries (NDHI) Elfien Guntoro turut memberikan selamat.

Kemudian seluruh hadirin menuju ruang tengah untuk menyantap makan siang yang telah disediakan oleh panitia, di ruang tersebut digelar kembali acara yang hangat dengan nuansa kekeluargaan. Prabowo Subianto kemudian bercerita tentang masa lalunya bersama Ryamizard yang telah bersama-sama sejak Akabri.

"Saya mengenal Pak Ryamizard itu sudah puluhan tahun. Kita dulu taruna bersama-sama di Lembah Tidar, digembleng sama-sama, saya kenal beliau, semangatnya tidak jauh dengan saya. Sangat merah putih. Sampai dikatakan kalau Pak Ryamizard hatinya dibelah, yang keluar merah putih. Karena itu, saya merasa bangga mengikuti jejak beliau," ujar Prabowo.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ryamizard yang memberikan laporan beberapa hal penting terkait tugas Kementerian Pertahanan seperti maraknya radikalisme yang telah masuk ke berbagai institusi baik pemerintah atau swasta hingga kondisi perang dagang internasional yang akan mempengaruhi pertahanan Indonesia.

Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Budi Antono berharap dengan pergantian Menhan turut bertujuan untuk mendahulukan produk dalam negeri yang sudah tersertifikasi seperti, Bom P 100 Live dan Bom P 250 Live. DAHANA sendiri mampu memproduksi 10.000 Bom untuk Sukhoi, dan juga memiliki filling TNT plant dan Pabrik Fuze bomb.

"Selain itu, kami dari Konsorsium Roket sedang membuat Roket Rhan 122 B. Apabila sudah dapat serrtifikat, kami berharap dipakai oleh TNI, proyek strategis Propelan cepat terwujud dengan dana dari pemerintah. Sehingga Indonesia bisa mandiri dalam hal MKK dan MKB serta roket. Kami juga berharap dengan dukungan Menteri baru kami dapat menjadi tuan rumah di Negeri sendiri dalam hal bahan peledak komersial," harap Budi.

Acara kemudian diakhiri dengan upacara penglepasan Ryamizard Ryacudu dengan barisan pegawai Kementerian Pertahanan di lantai dasar Gedung AH Nasution.


Kategori Berita