Page 7 - 072013073

Basic HTML Version

RANGKAIAN BUMN Innovation Expo memang
padat. Tidak hanya menggelar pameran, expo
ini juga menggelar talkshow dari berbagai BUMN
seperti RNI dengan terobosan inovasi di RNI
Group, Wika dengan strategi marketing di luar
negerinya, PLN dengan komitmen mendukung
produksi dalam negeri, dan transformasi bisnis
LKBN Antara dari B2B ke B2C. Satu terobosan
lain yang muncul dalam kegiatan tersebut
adalah BUMN Youth Gathering. Ya. Tidak mau
ketinggalan, Pemuda BUMN yang tergabung
dalam Ikatan Duta BUMN pun menunjukkan
taringnya dalam berinovasi. Alfa Haga (Hutama
Karya), Widya Mariska (BNI) dibantu beberapa
pemuda dari Pelindo II yaitu Irfan Yuta dan
Aulia Ali bersama dengan Harry Fitra dari PLN
menginisiasi pertemuan seluruh Pemuda BUMN.
RJ Lino, Direktur Utama Pelindo II tampak
antusias membagi pengalaman dan prestasinya
dalam membesarkan pelabuhan terbesar di
Indonesia itu. “Acara seperti ini bagus untuk
anak muda,” ujarnya. BUMN Youth Gathering ini
memang baru pertama kali diadakan. Berawal
dari Pekan Olahraga dan Seni pada Oktober
2012 yang lalu, Pemilihan Duta BUMN yang
diselenggarakan kedua kalinya ini melahirkan
14 pasang Duta BUMN 2012. “Tujuan Duta BUMN
adalah meningkatkan peran positif generasi
muda yang menjadi panutan serta pendorong
kemajuan generasi muda dalam berbagai
bidang,” kata Ketua Presidium Forum Humas
BUMN, Purwanto.
Duta BUMN dalam sambutannya menyatakan
suatu kebanggaan bagi mereka dapat
menyelenggarakan suatu kegiatan yang
mempertemukan seluruh pemuda BUMN.
“Perlu disampaikan bahwa sebelum BUMN
Youth Gathering, kami terlebih dahulu
menyelenggarakan forum-forum kecil secara
berkala yang kami namakan Sharing Session”.
Sejak 14 Februari 2013, telah terselenggara
tujuh kali Sharing Session hingga partisipan
berjumlah lebih dari 150 pemuda BUMN. Sharing
Session ini akan berlangsung sepanjang tahun.
BUMN Youth Gathering diisi dengan paparan
kinerja Pelindo II oleh RJ Lino, Ibu Noviana
C. Purnamasari VP BNI, serta motivasi
kewirausahaan oleh Safir Senduk. Para pemuda
yang hadir dari berbagai BUMN tampak antusias
mengikuti acara hingga selesai.
Di ujung acara, penyelenggara memberikan
penghargaan kepada tiga stan terbaik.
Penghargaan ini diperoleh Telkom sebagai
peringkat pertama, Garuda Indonesia di
tempat kedua, dan Pertamina di posisi ketiga.
Penghargaan diberikan Ketua Presidium Forum
Humas BUMN, Purwanto. Dengan demikian,
Telkom dan Pertamina menyamakan kedudukan
dengan empat penghargaan, tiga dari BUMN
Innovation Award dan satu dari BUMN Innovation
Expo. Selamat!
[Tbk]
dok. duta bumn
BULETIN
BUMN •
EDISI 73 • TAHUN VII • 1 JULI 2013
7
BUMN Innovation Expo yang digelar 27 hingga 30 Juni di Hall A Jakarta Convention Center lalu,
diisi sedikitnya 30 perusahaan, namun tidak hanya perusahaan yang bisa berinovasi, pegawai
mudanya pun bisa menunjukkan terobosan versi mereka.
PENERAPAN TEKNOLOGI Informasi (TI) di BUMN
telah menjadi concern Kemen BUMN sejak
beberapa tahun lalu. Melalui Peraturan Menteri
Negara BUMN Nomor: PER-01/MBU/2011 telah
diamanatkan untuk menerapkan TI di BUMN.
Peraturan ini kemudian ditindaklanjuti kembali
dengan diterbitkannya Peraturan Menteri BUMN
Nomor: PER-02/MBU/2013 tanggal 18 Februari
2013 tentang Panduan Penyusunan Pengelolaan
Teknologi Informasi Badan Usaha Milik Negara.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh 365 peserta
dari seluruh BUMN ini, Kemen BUMN hendak
menegaskan pentingnya komitmen pimpinan
perusahaan dalam transformasi BUMN melalui
penerapan TI. “Selaku pemegang saham, Kemen
BUMN mengharapkan pengelolaan teknologi
informasi dapat dimanfaatkan secara optimal,
terukur dan terarah memenuhi prinsip GCG. Oleh
karenanya, setiap pimpinan BUMN, terutama
Dirut dan Komut harus memahami pentingnya
teknologi informasi,” tegas Menteri BUMN,
Dahlan Iskan dalam sambutan tertulisnya.
Panduan Penyusunan Pengelolaan Teknologi
Informasi BUMN mengamanatkan tiga hal
penting yang harus dilakukan semua BUMN,
yakni masterplan TI, tata kelola TI, serta
sinergi TI BUMN. Melalui masterplan TI,
diharapkan pengembangan dan pemanfaatan
TI di masing-masing BUMN selaras dengan
strategi bisnis jangka panjang, menengah
dan pendek perusahaan. “Transformasi bisnis
dari waktu ke waktu harus diiringi dengan
peran TI di dalamnya,” pesan Dahlan. Tidak
hanya itu, BUMN harus berpikir kreatif untuk
meningkatkan posisinya dalam persaingan,
seperti menerapkan e-business, semacam
e-commerce dan e-procurement. Untuk itu,
BUMN perlu mengeluarkan kebijakan tata
kelola TI di lingkungan perusahaan serta mulai
mempertimbangkan penjajakan peluang sinergi
sesuai kebutuhan.
Beberapa CEO BUMN diundang untuk
memaparkan praktek TI di BUMN. CEO Bank
Mandiri, BRI dan KAI tampak menjelaskan
strategi dan success story implementasi TI
dalam mensukseskan transformasi bisnis di
perusahaannya. Dwi Soetjipto, CEO Semen
Indonesia
berkesempatan
menunjukkan
keefektifan teknologi informasi. Ia melakukan
video conference untuk meresmikan ‘ERP Go
Live’ di Than Long Cement Company (TLCC),
Vietnam. Johan Samudra, CEO TLCC menjelaskan
kesiapan TLCC dalam menerapkan ERP. “Dengan
ERP ini, pengelolaan operasional dan keuangan
TLCC terintegrasi dengan sistem TI Semen
Indonesia sehingga memudahkan monitoring
dan controlling anak perusahaan,” kata Dwi.
Wakil Menteri BUMN, Mahmuddin Yasin
mengingatkan bahwa pengelolaan TI perlu
disertai peningkatan kompetensi sumber daya di
BUMN. ”Teknologi informasi dapat memfasilitasi
perubahan ke arah yang lebih baik, namun
teknologi informasi tidak dapat dengan sendiri
menciptakan perubahan”. Diharapkan target
maturity level dari Tata Kelola TI BUMN dalam 5
tahun ke depan adalah minimal maturity level 3
sesuai dengan yang ditetapkan.
rekam
peristiwa
sentot
Kemen BUMN menggelar Business Executive Gathering pada Senin (1/7) yang lalu di Birawa
Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta. Acara ini menghadirkan seluruh Direktur Utama,
Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas dan para pimpinan TI seluruh BUMN.
BUSINESS EXECUTIVE GATHERING
TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK
TRANSFORMASI
BUMN INNOVATION EXPO 2013
TEROBOSAN LAIN:
BUMN YOUTH GATHERING