Thursday, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Bukit Asam (Persero), Tbk

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Achievements

Activity

April  2014
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Contact Us

pic

Polls

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Bangun rel baru, PTBA Gandeng Pathway

10 October 2008

JAKARTA,
Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) akan memiliki semakin banyak
alternative untuk mengangkut batubara di Sumatera. Setelah berhasil membentuk
perusahaan patungan antara PTBA, PT Transpacific Railways, dan China Railways
Engineering Corporation (CREC), PTBA kembali menjalin kerjasama membangun jalur
kereta  api dengan Pathway Internasional.

Menurut Direktur
Utama PTBA, Sukrisno perusahaannya akan segera menandatangani kontrak angkutan
dengan pembangun PT Pathway Internasional.”Kita menggandeng PT Pathway
Internasional dalam kontrak angkutan. Dalam kerjasama ini, PT Pathway akan
membangun rel kereta api dari Tanjung Enim (Sumatera Selatan) ke Pelabuhan
Pulau Baai (Bengkulu),” ujar Sukrisno di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Rabu
(8/10/2008).

Untuk proyek ini
PTBA tidak menyertakan saham sama sekali, hanya akan menggunakan jasanya.”Kita
akan terikat kontrak dengan Pathway yang rencananya kan dilakukan minggu depan
tanggal 17 Oktober 2008,” ujar Sukrisno. Menurutnya, rel kereta api ini akan memiliki
kapasitas angkut hingga 30 juta ton per tahun. Rencananya pembangunan rel akan
dilakukan pertengahan 2009 selama 66 bulan sampai akhirnya siap beroperasi.

 Hanya saja, Sukrisno mengelak menyebutkan
berapa nilai kontrak yanag disepakati dengan Pathway Internasional.

 

Cexim dan Boc Komit US$ 1,1 M

Pembangunan jalur
kereta pengangkut batubara itu dilakukan dengan pertimbangan tingginya
permintaan batubara.
Hal itulah
yang kemudian mendorong PTBA membuat perusahaan patungan dengan PT Transpacific
Railways, dan China Railways Engineering Corporation (CREC). Konsorsium
tersebut  akan membangun dan
mengoperasikan rel baru.

“Yang sudah komit
untuk melakukan pembiayaan  adalah
perbankan dari China
yakni Cexim dan Bank of China (BoC),”katanya. Kedua  bank tersebut lanjut Sukrisno telah komit
untuk menyediakan dana US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 10,5 triliun.

Lebih lanjut Sukrisno
mengatakan, untuk proyek konsorsium ini PTBA tidak terlalu bingung mencari
modal karena hanya memiliki 10 persen saham saja.”PT Transpacific Railways juga
punya 10 persen, sedangkan sisanya adalah modal dari CREC,”ujar Sukrisno.
Makanya tidak mengherankan jika
keterlibatan perbankan China lebih karena didalam proyek ini perusahaan China
punya saham yang besar.

Untuk
pembangunannya sendiri, masih menunggu penyelesaian perizinan. Yang sudah
keluar perizinannya dari Gubernur Lampung. Sedangkan yang dari Gubernur
Sumatera Selatan masih dalam proses, setelah itu baru ke Departemen
Perhubungan.” Kalau itu sudah selesai baru mulai proyeknya,” ujar Sukrisno.

Pembangunan rel
kereta api tersebut dimaksudkan untuk membantu PTBA dalam meningkatkan jumlah angkut
batubara yang diperkirakan akan mmeningkat 20 juta ton per tahun pada  2012. Proyek tersebut adalah melengkapi jalan
rel yang sudah ada sepanjang 410 kilometer (km). Jalur rel yang baru lebih
pendek karena tidak melalui Prabumulih – Baturaja baru memasuki wilayah
Provinsi Lampung, tetapi dari Tanjung Enim langsung ke Baturaja tanpa melaui
Prabumulih.

 

 

Business Today, 9
Oktober 2008

Source :Business Today



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Your email address will not be published. Required fields are marked *

: *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>