Pemerintah telah menyiapkan Rp7,2 triliun untuk mendanai
revitalisasi 52 pabrik gula di seluruh Indonesia. Ketua Umum Ikatan
Ahli Gula Indonesia (Ikagi) Bambang Prijono Basoeki di Yogyakarta,
Sabtu (23/2), mengatakan, revitalisasi itu meliputi peningkatan
kapasitas produksi dan peningkatan mesin produksi yang diharapkan dapat
menigkatkan rendemen produksi pabrik gula.
Usai penutupan Kongres Ikagi IX di Yogyakarta, ia menambahkan dengan
revitalisasi tersebut produksi gula konsumsi untuk 2008 diestimasikan
2,7 juta ton, meningkat dibandingkan 2007 yang hanya 2,4 juta ton.
“Jika tahun 2008 produksi bisa mencapai 2,7 juta ton maka kita bisa
swasembada gula untuk konsumsi karena kebutuhan hanya 2,6 juta ton,”
katanya.
Ia mengatakan, jika target produksi 2008 tercapai maka sebenarnya
tidak perlu impor gula konsumsi. Namun, kebijakan pemerintah mengimpor
gula tidak masalah karena bertujuan menjamin stok dalam negeri agar
aman. Ditanya tentang situasi cuaca seperti itu apakah optimis target
tercapai, ia mengatakan optimis karena bisa melalui perluasan lahan
maupun peningkatan produktivitas gula tiap hektar.
Dalam kongres itu berhasil dibentuk pengurus baru Ikagi periode
2008-2011 dengan Ketua Umum Bambang Trijono Basoeki, Wakil Ketua Adi
Prasongko, Sekjen Soetojo, Bendahara Sugiyanto. Kepengurusan itu
dilengkapi Kompertemen dan cabang.
Sumber : Suaramerdeka
Source :Suaramerdeka
Rp7,2 Triliun untuk Revitalisasi Pabrik Gula
25 February 2008
Pemerintah telah menyiapkan Rp7,2 triliun untuk mendanai
revitalisasi 52 pabrik gula di seluruh Indonesia. Ketua Umum Ikatan
Ahli Gula Indonesia (Ikagi) Bambang Prijono Basoeki di Yogyakarta,
Sabtu (23/2), mengatakan, revitalisasi itu meliputi peningkatan
kapasitas produksi dan peningkatan mesin produksi yang diharapkan dapat
menigkatkan rendemen produksi pabrik gula.
Usai penutupan Kongres Ikagi IX di Yogyakarta, ia menambahkan dengan
revitalisasi tersebut produksi gula konsumsi untuk 2008 diestimasikan
2,7 juta ton, meningkat dibandingkan 2007 yang hanya 2,4 juta ton.
“Jika tahun 2008 produksi bisa mencapai 2,7 juta ton maka kita bisa
swasembada gula untuk konsumsi karena kebutuhan hanya 2,6 juta ton,”
katanya.
Ia mengatakan, jika target produksi 2008 tercapai maka sebenarnya
tidak perlu impor gula konsumsi. Namun, kebijakan pemerintah mengimpor
gula tidak masalah karena bertujuan menjamin stok dalam negeri agar
aman. Ditanya tentang situasi cuaca seperti itu apakah optimis target
tercapai, ia mengatakan optimis karena bisa melalui perluasan lahan
maupun peningkatan produktivitas gula tiap hektar.
Dalam kongres itu berhasil dibentuk pengurus baru Ikagi periode
2008-2011 dengan Ketua Umum Bambang Trijono Basoeki, Wakil Ketua Adi
Prasongko, Sekjen Soetojo, Bendahara Sugiyanto. Kepengurusan itu
dilengkapi Kompertemen dan cabang.
Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )