Kepastian Izin Jadi Kendala Investasi di Indonesia
13 February 2008Manado: Sekretaris Nasional Tim Peningkatan Ekspor dan
Peningkatan Ivestasi (PEPI) Bacelius Ruru mengungkapkan, kepastian izin
berusaha masih menjadi kendala bagi investor ketika akan menanamkan
modalnya di Indonesia. Karena itu, menurut dia, pemerintah pusat serta
daerah harus mampu memberikan pelayanan terbaik di bidang perizinan
bila ingin investasi masuk ke Indonesia. “Yang penting bagi investor
adanya kepastian batas waktunya, kalau izin tiga hari harus benar-benar
diselesaikan selama kurun waktu tersebut,” kata Bacelius di Manado,
Sulawesi Utara, Selasa (12/2).
Selain itu, siapa yang berwenang menerbitkan izin harus dijelaskan
secara pasti kepada investor. Sebab jika tidak, hal itu akan berdampak
buruk dan investor beralih ke daerah atau negara lain hanya karena
pelayanan yang diberikan tidak memuaskan. “Untuk kepastian ijin, sistem
pelayanan satu pintu dan satu atap (one stop service) harus benar-benar
direalisasikan. Sebab dengan demikian maka investor tidak perlu datang
kesana kemari untuk mengurus persyaratan usaha,” ucap dia.
Bacelius menjelaskan, soal kepastian izin banyak dikeluhkan oleh
investor. Untuk itu, instansi yang berwenang dalam soal itu harus
benar-benar memperhatikannya. Selain perizinan, pemerintah daerah juga
diminta agar tidak terlalu mementingkan soal pelaporan saat investor
sudah mulai berusaha di Indonesia. “Yakn,i dengan membatasi hanya pada
hal yang penting dan sangat urgen saja,” lanjut Bacelius.
Saat ini, Indonesia sudah kalah menarik dibandingkan beberapa negara
Asean seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Padahal di era 1980
hingga 1997, Indonesia menjadi salah satu negara tujuan investasi yang
sangat menarik.
Selain faktor perizinan, ketersediaan infrastruktur menjadi hal penting
yang harus diperhatikan pemerintah daerah jika ingin menarik minat
investasi lebih banyak masuk. Di antaranya yang sangat penting adalah
pelabuhan, bandar udara, jalan, listrik, air, telekomunikasi.
“Bagaimana investasi masuk kalau ekspor Sulut harus dilakukan melalui
Surabaya atau Jakarta. Ini pasti menjadi kendala yang dapat menghambat
investor masuk,” tutur Bacelius
Sumber : Liputan6
Source :Liputan6

Kirim Komentar
Baca Komentar ( 0 )