Thursday, 24 April 2014

Portal Kementerian BUMN | Direktori BUMN

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Visi Kementerian BUMN : "Meningkatkan peran BUMN sebagai instrumen negara untuk peningkatan kesejahteraan rakyat berdasarkan mekanisme"

Achievements

Activity

April  2014
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
   
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30  

Contact Us

pic

Polls

How Is My Site?

View Results

Loading ... Loading ...

Obligasi BTN kelebihan permintaan

24 May 2012

Kupon obligasi BTN sekitar 7,9%

Kelebihan permintaan mencapai 1,3 kali

JAKARTA PT Bank Tabungan Negara Tbk mengindikasikan akan menetapkan tingkat kupon obligasi senilai Rp2 triliun pada level 7,9%.

Sementara itu, penawaran obligasi Bank Tabungan Negara (BTN) tersebut saat ini mengalami kelebihan permintaan hingga 1,3 kali atau setara dengan Rp2,6 triliun

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro mengatakan perseroan akan menetapkan tingkat imbal hasil obligasi tersebut. Sebelumnya, bank BUMN ini menawarkan tingkat imbal imbal hasil (yield) 7,25%-8% untuk emisi obligasi tahap pertama senilai Rp2 triliun dengan jangka waktu 10 tahun.

Obligasi yang akan diterbitkan itu merupakan tahap pertama dari rencana penerbitan surat utang berkelanjutan senilai total Rp4 triliun.

Kemungkinan pada level yang pas sebesar 7,9%. Kalau kelebihan permintaan hingga 1,3 kali terjadi pada level penawaran tingkat imbal hasil pada level imbal hasil 8%, tetapi untuk kupon 7,9% penawarannya sesuai dengan jumlah obligasi yang ditawarkan,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Rencananya, dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit serta melunasi surat utang Rp300 miliar yang akan jatuh tempo pada bulan ini.

“Namun, upaya menerbitkan obligasi harus kami lakukan untuk mendukung ekspansi kredit ke perumahan yang memiliki tenor panjang,” terangnya.

Sumber pendanaan

Iqbal menjelaskan harus ada dana hasil penerbitan obligasi yang bisa digunakan untuk menyeimbangkan sumber pendanaan yang bertenor pendek dengan kredit yang disalurkan oleh perseroan yang bersifat jangka panjang (maturity mismatch).

“Penerbitan obligasi merupakan bagian dari rencana kami menggelar ekspansi kredit perseroan sebesar Rp30 triliun per tahun,” lanjut Iqbal.

Penentuan tingkat imbal hasil obligasi tersebut menggunakan acuan yield dari surat utang negara dengan tenor yang sama.

Masa pra penawaran surat utang yang bertenor 10 tahun itu dimulai pada 2 Mei dan berakhir pada 16 Mei 2012 Pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan diperkirakan keluar pada pada 28 Mei.

Adapun masa penawaran akan dilakukan pada 30Mei hingga 31 Mei 2012, dan pencatatannya di bursa dijadwalkan 6 Juni 2012.

Perseroan telah menunjuk tiga perusa; haan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi yakni PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Indo Premier Securities.

Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk. Obligasi itu mendapat peringkat idAA oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia dan AA(idn) oleh PT Fitch Rating Indonesia. (munir.haikal@bisnis.co.id)



Kirim Komentar

Baca Komentar ( 0 )

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

: *


*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>