Peserta Asia-Europe Meeting Kunjungi Candi Borobudur Peluang Promosikan Candi Borobudur

Borobudur, 19 September 2012. Delegasi dari 35 negara menghadiri pertemuan Menteri-Menteri Kebudayaan Kawasan Asia dan Eropa (Asia-Europe Meeting) ASEM di Yogyakarta untuk membahas penanganan kota-kota budaya masa depan yang berkelanjutan.Pertemuan kelima para Menteri Kebudayaan tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan Menteri Kebudayaan ASEM ke-4 di Poznan Polandia pada 2010. Pertemuan tersebut juga merupakan forum diskusi untuk memecahkan berbagai masalah warisan budaya serta mengidentifikasi pemanfaatan dari lanskap kota bersejarah (historic urban landscape) dengan manajemen berkelanjutan. Pertemuan tingkat Menteri yang berlangsung hingga 20 September 2012 itu dihadiri oleh 120 delegasi yang terdiri dari para Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri, Duta Besar dan pejabat senior dari 35 negara di Asia dan Eropa. Selain peserta dari negara anggota Asia Europe Meeting, pertemuan itu juga dihadiri oleh perwakilan dari Unesco, European Union dan ASEF (Asia Europe Foundation). Warisan budaya merupakan sumber identitas masyarakat suatu bangsa, sekaligus merupakan faktor penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Candi Borobudur merupakan warisan budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia. Para peserta ASEM ini menyempatkan diri berkunjung ke Candi Borobudur, Jawa Tengah pada Rabu, 19 September 2012, mengingat lokasinya yang tidak jauh dari Yogyakarta. Beberapa negara peserta ASEM seperti India, Laos, Malaysia dan Bangladesh mengunjungi situs candi Budha peninggalan wangsa Syailendra ini. Mereka begitu antusias dan kagum dengan bangunan megah Candi Borobudur. Menteri Kebudayaan Malaysia, YB Dato Seri Utama Dr. Rais Yatim beserta istri Ybhg Datin Seri Masnah Rais, mengungkapkan perasaan senang dapat mengunjungi Candi Borobudur. Beliau juga menanyakan beberapa hal kepada guide yang mendampingi, diantaranya bagaimana sejarah dan cara membangun Candi Borobudur. Menteri Kebudayaan Malaysia berkunjung bersama 26 orang rombongan, dimana kebanyakan orang tua dari para delegasi yang ikut berkunjung berasal dari Indonesia. Dengan kunjungan para Menteri Kebudayaan, Wakil Menteri, Duta Besar dan pejabat senior dari 35 negara ini diharapkan dapat membantu mempromosikan pariwisata Candi Borobudur ke Asia dan Eropa.(RR bdr/humas)

Kategori Berita