Peringatan World Bamboo Day di Kawasan Mandala Borobudur TWCBPRB Ikut Tanam Bambu di Wringinputih

Organisasi pemerhati dan peduli bambu di Jateng-DIY menggelar acara peringatan Hari Bambu Internasional (World Bamboo Day) di Kawasan Mandala Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng pada 17-22 September 2012. Puncak peringatan Hari Bambu International (World Bamboo Day) dilaksanakan pada 18 September 2012, di Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Peringatan World Bamboo Day 2012 ditandai dengan aksi penanaman pohon bambu di Desa Wringinputih. Selain itu ada kegiatan seminar Budidaya dan Industri Bambu untuk Kesejahteraan Masyarakat yang Berkelanjutan, Temu Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Unggulan Bambu dengan tema Pengembangan Bambu untuk Pemberdayaan Masyarakat serta Pelestarian Alam dan Budaya, serta Pertunjukan dan Pameran Seni Budaya Bambu dalam Kehidupan Bangsa Indonesia. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk memberi inspirasi kepada masyarakat dan pemerintah mengenai potensi bambu bagi kehidupan manusia dan alam. Menurut Marc Peeters, salah satu pemrakarsa World Bamboo Day dari World Bamboo Organization (WBO), dipilihnya Borobudur lantaran selama ini komoditi tanaman bambu seolah-olah terpinggirkan. Apalagi sampai saat ini, belum ada kepedulian kebijakan dari pemerintah terkait masalah pengembangan bambu. Adapun misi pengembangan bambu di balik ketenaran World Herritage Candi Borobudur, supaya bambu Indonesia bisa mendunia. PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko menyambut baik kegiatan ini. Sebagai pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, memberikan dukungan terhadap kegiatan peduli lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Mandala Borobudur sebagai sebuah Corporate Social Responsibility. Hal ini diungkapkan Kabid Penelitian dan Pengembangan PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (TWCBPRB), Jayeng Legowo, “Kami mewakili PT.TWCBPRB memberikan dukungan terhadap kegiatan pengembangan Kawasan Mandala Borobudur ini. Dengan bambu, harapan kami dapat mengembangkan potensi alam yang ada disini, untuk peningkatan kegiatan perekonomian masyarakat. Pendampingan akan kami lakukan sebagai salah satu bentuk dukungan dan kepedulian PT.TWCBPRB kepada lingkungan masyarakat Kawasan Mandala Borobudur”. Turut hadir dalam acara peringatan World Bamboo Day ini, Imam Susilo Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kehutanan (Kemenhut), Staf Ahli Menteri Kementrian Pertanian RI Prabowo Respatyo Caturoso, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi DIY Achmad Dawam, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Jateng Oman Djuharna, serta aktor kawakan Ray Sahetapy yang didaulat memimpin pembacaan Deklarasi “Gerakan Kebangkitan Bambu Nusantara 18 September 2012″. Dalam Deklarasi “Gerakan Kebangkitan Bambu Nusantara 18 September 2012″ intinya berisi tentang beberapa upaya untuk melakukan kegiatan pelestarian bamboo di Indonesia. Sebab, bamboo saat ini sudah terancam habitatnya dan kelestarianya di Indonesia. “Upaya-upaya itu diantaranya melakukan gerakan penanaman seribu bamboo, menjadikan bamboo sebagai soko guru ekonomi kerakyatan, mengupayakan rekayasa teknologi pengelolaan bamboo, membudayakan bamboo didalam kehidupan sehari-hari serta menjadikan program pemulihan lingkungan berbasis bamboo,” ungkap Ray Sahetapi. Usai pembacaan Deklarasi, beberapa pejabat Kemenhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Propinsi Jateng-DIY serta perwakilan PT.TWCBPRB melakukan penanaman benih pohon bambu yang dilakukan di Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng.Acara kemudian ditutup dengan temu usaha dari beberapa lapisan masyarakat yang peduli bambu diantaranya para petani bamboo dari seluruh Jateng-DIY, penyuluh pertanian bamboo dan pelaku usaha bambu di Jateng-DIY ini.(RR bdr/Humas)

Kategori Berita