Bagian Kompleks Keraton Ratu Boko

Situs Keraton Ratu Boko seluas 25 hektare berada di atas ketinggian bukit yang dikelilingi tembok batu berundak-undak menyerupai benteng. Menurut prasasti Abhyagiri Vihara, pada mulanya situs Ratu Boko ini adalah sebuah wihara yang didirikan pada 792 Masehi oleh Tejahpurnapane Panamkarana atau yang lebih dikenal sebagai Rakai Panangkaran (746-784 M) yang berasal dari kerjaan Medang Mataram. Rakai Panangkaran kemudian memilih menjalani ritus hidup dan mendirikan Abhyagiri Vihara atau ‘Wihara diatas bukit yang bebas dari bahaya’.

Prasasti Abhyagiri Vihara yang ditemukan di kawasan bukit Ratu Boko ini kemudian dikait-kaitkan dengan keberadaan situs Ratu Baka. Situs ini bercorak agama Buddha karena didirikan oleh Rakai Panangkaran yang beragama Buddha dengan ditemukannya arca Dyani Buddha.

Namun uniknya, dilokasi yang sama juga ditemukan unsur-unsur yang berasal dari agama Hindu, yaitu dengan adanya arca Durga, Ganesha dan Yoni. Dibawah kuasa raja yang bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni, komplek wihara ini kemudian diubah menjadi keraton pada tahun 856 Masehi yang dilengkapi dengan benteng yang difungsikan sebagai kubu pertahanan dalam pertempuran perebutan kekuasaan dikemudian hari.

Secara keseluruhan, selain pintu gerbang gapura batu yang disusun berundak-undak, situs Keraton Ratu Boko yang memang menyerupai komplek istana jaman kerajaan kuno itu terdapat situs-situs lain berupa Candi Pembakaran yang terdapat sumur suci. Tirta Amerta atau air suci yang berasal dari sumur tersebut digunakan umat Hindu untuk upacara Tawur Agung.

Area Paseban berfungsi sebagai tempat penerimaan tamu yang hendak menemui raja. Pada area Pendopo yang merupakan bangunan pusat yang tiang-tiangnya terbuat dari kayu. Akibat faktor usia, tiang-tiang kayu tersebut mengalami pelapukan sehingga yang tersisa hanya berupa Pringgitan atau bangunan dasar yang terbuat dari batu andesit.

Bagian Kolam yang terdiri dari tujuh buah kolam, lima kolam besar dan dua kolam kecil. Sementara dibagian selatan terdiri dari 28 kolam, 14 kolam besar berbentuk bulat dan 13 kolam kecil berbentuk bulat serta satu kolam berbentuk kotak.

Di bagian timur terdapat dua buah goa yang terdiri dari Goa Wadon dengan adanya relief simbol Yoni dan Goa Lanang dengan simbol Lingga. Selain itu, terdapat area Keputren atau tempat khusus wanita yang terdiri dari 2 batur terbuat dari batu andesit menghadap arah barat.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan