Relief Bertani Di Candi Borobudur dan Candi Prambanan

Pada relief Karmawibhangga yang terdapat pada tubuh Candi Borobudur, terdapat adegan yang melukiskan laki-laki dan perempuan pergi ke sawah atau ladang bersama. Adapun pada relief cerita Awadana dan Jataka, tergambar seorang laki-laki yang sedang membajak sawah menggunakan dua sapi.

Dua relief ini di Candi Borobudur ini menggambarkan teknik petani dalam melakukan kegiatan di lahan pertaniannya. Hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat jaman dahulu merupakan pettani ulung yang telah menggunakan tenaga tambahan dalam menggarap lahan pertanian miliknya.

Kehidupan Masyarakat Jawa Kuno yang sudah memanfaatkan binatang untuk membantu pengolahan tanah untuk pertanian. Hal ini terlihat di Relief Jataka panil 336 dimana terlihat petani memanfaatkan dua ekor sapi untuk membajak sawah lengkap dengan alat bajak dan tongkat untuk membantu menggerakkan sapi.

Relief ini merupakan relief dekoratif pada candi, yaitu relief yang menggambarkan pemandangan (bukan relief cerita dengan tema tertentu). Namun dari relief ini dapat diketahui bahwa pada masa itu (abad 9-10) telah mengenal membajak tanah dengan menggunakan ternak sapi dan menggunakan alat bajak.

Setelah dipanen, padi biasanya diangkut ke lumbung padi. Pada relief Jataka dan Awadana, terdapat pahatan beberapa laki-laki sedang mengikat padi dan seorang memikul dua ikat besar padi.

Proses selanjutnya mengolah padi menjadi beras. Masyarakat Jawa Kuno, biasanya para perempuan, menumbuk padi kering dengan lumpang dan alu. Pekerjaan ini digambarkan pada relief cerita Krsnayana di Candi Wisnu, Prambanan.

Relief-relief tersebut membuktikan bahwa proses bertani merupakan salah satu kegiatan utama masyarakat masa lampau. Kegiatan ini melibatkan baik laki-laki maupun perempuan. Pertanian menjadi sumber penghidupan utama yang dikerjakan secara bersama-sama.

Sumber: Historia | Kebudayaan.kemdikbud.go.id


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan