Beberapa Arca Simbol Ajaran Budha Di Candi Borobudur

Singa
Menurut ajaran agama Budha, tokoh singa adalah kendaraan Sang Budha pada awal waktu naik ke surga dan simbol kekuatan pengusir pengaruh jahat untuk menjaga kesucian candi (Balai Konservasi, 2016:43). Arca singa digambarkan dalam posisi duduk dengan kedua kaki depan lurus, dan kaki belakang dilipat. Bagian kepala sampai ke leher singa dalam arca ini digambarkan dalam posisi duduk, kedua kaki belakangnya dilipat, sementara kaki depan tegak. Bagian belakang tubuh singa telah aus dan tidak terdapat adanya indikasi penggambaran ekor. (Depdikbud, 2012:13-14).

Kala
Kala adalah hiasan berupa kepala raksasa yang digambarkan dengan mata melotot dengan hiasan stilir (disamarkan). Kala melambangkan waktu, maut, dan hitam. Dalam arsitektur candi biasanya diletakkan pada bagian atas pintu masuk atau ambang atas tangga candi. Kala dapat digambarkan dengan rahang bawah atau tanpa rahang bawah dengan ukiran tangan seperti akan menerkam.

Kala pada doorpel (ambang atas pintu masuk) pada candi Borobudur digambarkan tanpa rahang bawah. Selain pada ambang atas pintu tangga candi, kala pada candi Borobudur juga digunakan sebagai jaladwara (saluran air) (Balai Konservasi, 2016:43).

Jaladwara
Di beberapa tempat di sepanjang dinding luar langkan terdapat jaladwara atau saluran untuk membuang air dari selasar. Jaladwara terdapat di kebanyakan candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta Jaladwara di candi Mendut lebih ramping dan lebih kecil dibandingkan dengan Jaladwara dengan Jaladwara pada candi Borobudur (Depdikbud, 2014:38)


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan