Tradisi Payung Nusantara Dalam Festival Payung Indonesia di Candi Prambanan

Tradisi Payung Nusantara Dalam Festival Payung Indonesia di Candi Prambanan

Festival Payung Indonesia (FESPIN) memasuki tahun ke-6 penyelenggaraan. Pada gelaran FESPIN tahun ini, festival yang menampilka ragam kesenian payung tradisi dari berbagai daerah di Nusantara akan menjadi perhelatan yang sungguh menarik. Karena, akan ada banyak kolaborasi seni tradisi dengan para kreator muda serta didukung dengan tempat penyelenggaraan FESPIN kali ini yang berada di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan.

Dalam keterangan persnya, Direktur Program FESPIN Heru Mataya mengaku bahwa melalui FESPIN ini, para pengrajin payung tradisional dari berbagai daerah di Indonesia mulai bergeliat hidup kembali, sehingga seni tradisi ini dapat bertahan.

"Lima tahun terakhir ini kita lihat festival payung ini sudah dapat membangun pangsa-pangsa pasar baru, sehingga dapat menghidupkan pengrajin-pengrajin payung tradisional dari berbagai daerah di Indonesia." Terang Heru dalam kegiatan konferensi pers di Lapangan Garuda, Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Rabu (4/9/2019).

Festival ini akan menampilkan beragam seni tradisi payung tradisional dari beragam daerah di Indonesia. Selain itu, para pengunjung dapat pula mencoba langsung bagaimana cara membuat payung tradisional dengan mengikuti kelas-kelas workshop yang akan diadakan selama acara berlangsung.

"Desa-desa payung di Indonesia seperti dari daerah Banyumas, Tasikmalaya, Kendal, Juwiring, Sawahlunto akan kami undang untuk mengikuti dan mengisi workshop-workshop yang kami agendakan selama kegiatan FESPIN ini berlangsung." lanjut Heru.

Guna mendukung kegiatan ini, FESPIN akan dibantu oleh puluhan sukarelawan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. "Ada 100 volunter dari 62 kota dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka yang nantinya akan mendukung berbagai kegiatan di festival ini. Selain itu, mereka juga akan mengabarkan kegiatan ini melalui media sosial masing-masing, sehingga gaung festival ini akan semakin terdengar." terang Heru.

Sementara itu, General Manager PT Taman Wisata Candi Prambanan Aryono Hendro Malyanto melalui kegiatan ini diharap sebagai suatu ekses guna menarik minat kunjungan wisatawan ke destinasi cagar budaya, seperti candi, terutama bagi wisatawan muda dan milenial.

"Harapan kita akan menjadi daya tarik bagi anak muda. Bagaimana kita dapat membuat agar cagar budaya dapat menjadi daya tarik kunjungan wisatawan, terutama bagi anak muda. Tidak hanya candi saja yang mereka kunjungi, namun pernak-pernik lainnya yang dapat mendorong tingkat kunjungan wisatawan ke Prambanan." Terang Aryono.

GM Prambanan tersebut juga berharap kegiatan seperti ini akan terus belanjut di masa depan, dengan beragam kreasi-kreasi baru sehingga dapat terus menarik minat kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan. "Harapan kami semoga dengan kegiatan ini akan mendongkrak kunjungan wisatawan. Semoga kegiatan ini menjadi pendorong kunjungan di Prambanan menjadi lebih baik." Tutup Aryono.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan