Tingkatkan Pariwisata, Kawasan Borobudur Jadi Proyek Percepatan Pembangunan

Kawasan Borobudur dengan keberadaan situs warisan dunia, Candi Borobudur menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah Jawa Tengah serta pemerintahan pusat Republik Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pengajuan kawasan Borobudur oleh pemerintahan daerah Jateng sebagai satu dari tiga objek percepatan pembangunan yang akan didukung oleh pemerintah pusat.

"Satu, kawasan industri. Kedua pariwisata, kawasan Borobudur. Yang ketiga, pemberesan kawasan industri yang sudah ada, kerja sama antara Indonesia dan Singapura di Kendal. Jadi ada Brebes, Borobudur, dan Kendal dalam arti luas. Konsep integrated antara Jogja dan Jateng. Ini tiga hal yang tadi kami sampaikan," ucap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo setelah mengikuti rapat terbatas percepatan pembangunan Jawa Tengah bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (9/7/2019).

Menurut Ganjar, permintaan tersebut terkait upaya pemenuhan target pertumbuhan ekonomi 7 persen di Jawa Tengah. Dengan demikian, Kawasan Wisata Borobudur jadi pengungkit efektif untuk pertumbuhan perekonomian.

“Konsepnya, mesti mengawinkan dua pemerintahan, Jateng dan DIY. Terlebih dengan adanya New Yogyakarta Air Port yang semakin membuka peluang penguatan jalinan itu. Beberapa peraturan kita minta Presiden direview untuk disesuaikan kondisi itu," terangnya.
Menurut Ganjar, Presiden sangat menyambut positif usulan yang ia ajukan. Ganjar menuturkan, Presiden menyatakan pemerintah siap untuk membantu pemda mewujudkan tiga hal yang diajukan itu.

Jokowi berharap, dengan adanya ratas ini, upaya mendorong perekonomian Jateng dapat maksimal dan akhirnya berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional. "Kita harapkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah lebih baik," ucap Jokowi.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan