TWC Rencana Bangun Kereta Gantung Antara Candi Prambanan Dengan Ratu Boko

DETIK.COM | Cable car atau kereta gantung akan menghubungkan dua kawasan wisata, yaitu Candi Prambanan dengan Candi Ratu Boko. Rencana ini masih didiskusikan dengan pemerintah daerah setempat.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) atau TWC Edy Setijono mengatakan, untuk pembangunan cable car ini pihaknya tengah berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Ini kan masih FGD ya. Kami diskusi dengan pemerintah Kabupaten Sleman. Kita diskusi sama Pemprov DIY karena lahannya bukan punya kami nih," katanya di DPR Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Dia menjelaskan, kereta gantung merupakan alternatif untuk menyebar kunjungan wisatawan. Apalagi, Candi Prambanan merupakan ikon destinasi wisata.
Kereta gantung dibutuhkan untuk mempermudah akses dari satu titik ke titik lain.

"Prambanan ini sudah ikon. Nah kita komunikasi keluar kan yang kita jual Prambanan. Nah Prambanan itu sudah jadi trigger untuk tumbuhnya kawasan. Muncul lah destinasi yang dikelola oleh masyarakat. Kalau dia tidak memanfaatkan market Prambanan kan sayang," jelasnya.

"Tetapi aksesbilitasnya susah. Nah kita mengusulkan kalau memungkinkan itu di-support pemerintah, misalnya ya buat cable car itu akan membuat distribusi orang yang sudah datang ke Prambanan tersebar ke wilayah yang lain jadi efek ekonominya menyebar," paparnya.

Pihaknya pun mengaku sudah melakukan studi teknis, tapi belum melakukan studi untuk aspek ekonominya. Terangnya, investasi yang dibutuhkan untuk membangun kereta gantung ini sebesar US$ 3,5 juta hingga U$ 5 juta per km.

"Per km ya ivestasinya US$ 3,5 sampai US$ 5 juta per km. Tergantung dari kualitas peralatan itu," ungkapnya.

 


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan