TWC Gelar Pelatihan Tingkatkan Produktivitas Kopi Borobudur

 

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko ( Persero ) melalui PKBL TWC melaksanakan program pelatihan untuk meningkatkan produktifitas hasil perkebunan kopi di Desa Keruk, Majaksingi, Kecamatan Borobudur. Acara ini merupakan bagian dari program BUMN Hadir Untuk Negeri diikuti oleh UMKM binaan PKBL TWC.

UMKM peserta pelatihan ini merupakan UMKM binaan dari PKBL TWC yang sudah berjalan dalam beberapa tahun ini. Pelatihan ini dalam rangka meningkatkan produktifitas dari perkebunan kopi sehingga dapat meningkatkan hasil dan kualitas bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Perusahaan Achmad Muchlis, Manager PKBL Bambang Sarwo Eddy, General Manager Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana, General Manager Manohara Jamaludin Mawardi, Manager Balkondes dan Homestay Jatmika.

Dalam sambutannya ketika membuka pelatihan ini Achmad Muchlis berharap kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan produktifitas dari budidaya tanaman kopi ini mulai dari penanaman, panen dan pengolahannya.

" Pelatihan dapat ditularkan kepada masyarakat sekitarnya supaya juga meningkat, tidak hanya meningkat dalam hal menanam saja melainkan meningkat dalam hal kualitas dari kopi tersebut. Masyarakat tidak hanya memanfaatkan biji kopi saja tetapi seluruh bagian dari pohon kopinya juga, hal tersebut lah yang dirasakan perlu diketahui oleh masyarakat, " tambahnya.

TWC juga menyerahkan 3 buah alat pengolahan biji kopi yaitu mesin pengelupas biji kopi, mesin penghancur biji kopi, dan mesin penepung biji kopi dan juga bibit kopi.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 20 kali pertemuan, yang di isi oleh Agus Muryono selaku pemandu lapangan kopi dari Dinas Pertanian kabupaten Magelang dan Dahlan sebagai sukses story dalam budidaya tanaman kopi yang berasal dari desa Sambak, Kajoran, Magelang, yang belum lama ini sudah mendapatkan penghargaan tingkat provinsi sampai dengan nasional.

" Dalam sebuah pohon kopi kita bisa lakukan penyambungan agar dapat menghasilkan biji kopi yang memiliki kualitas baik dan jumlah yang lebih banyak. Selama ini masyarakat hanya melaksanakan budidaya tanaman kopi secara konvensional saja, sehingga hanya mendapatkan biji kopi yang memiliki kualitas standar saja," ujar Agus.

Produk kopi dari Desa Keruk tersebut dipasarkan ke Balkondes yang berada di sekitar Candi Borobudur dan juga membuka cafe di Jakarta dan Yogyakarta. Hasil olahan biji kopi ini diberi nama Borobudur Coffee. Produk ini dijadikan sebagai buah tangan atau oleh oleh ketika orang berkunjung ke Borobudur.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan