Sri Sultan: Candi Prambanan Adalah Monumen Toleransi

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan bahwa kompleks wilayah Candi Prambanan adalah merupakan Monumen Toleransi. Hal ini dikemukakan pada acara pembukaan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) di Rama Shinta Resto, Prambanan, Yogyakarta, Minggu (21/7/2019).

"Di Prambanan ini kita melihat dua candi dari dua agama, Hindu dan Buddha berdiri berdampingan. Usianya sudah seribu tahun, dan selama seribu tahun ini dijaga oleh masyarakat yang mayoritas muslim." Terang Sri Sultan.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa adanya Candi Prambanan dan Candi Sewu dalam satu komplek ini menandakan adanya budaya luhur yang tinggi dari leluhur bangsa Indonesia.

"Kompleks Candi ini merupakan cerminan bentuk toleransi, kerukunan, adanya saling menghargai dan menghormati dan itu merupakan simbol dari tingkat kebudayaan, tingkat keberadaban dan tingkat keluhuran budaya nenek moyang kita." Terangnya.

Muhadjir juga mengaku saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan menatap kemegahan Candi Prambanan di kala malam tertegun dan merinding.

"Saya sewaktu menyanyikan Indonesia Raya kemudian melihat Candi Prambanan, merinding saya. Saya membayangkan ribuan tahun lalu nenek moyang kita telah membangun karya sebesar itu, sekarang apa yang kita bangun untuk Indonesia ini ke depan." Lanjutnya.

Sri Sultan pun berpesan kepada para peserta yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia untuk belajar dari mitos legenda pembangunan Candi Prambanan yang konon hanya berlangsung selama satu malam saja.

"Semoga legenda ini menjadi inspirasi kaum muda untuk bisa mengaktualisasi semangat Bandung Bondowoso dengan mengakselerasi penemuan-penemuan inovatif di bidang sains dan teknologi untuk memperkuat peran Indonesia di era industri 4.0 ini. Selamat membangun Prambanan-Prambanan baru, demi kemajuan bangsa yang tetap berbasis budaya Indonesia." Tutup Sri Sultan.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan