Srawung Radio TWC bersama Komunitas Turun Tangan

Kembali lagi di Srawung bersama Radio TWC, bersama host anda Farah Candra. Kali ini kita kedatangan tamu dari Komunitas Turun Tangan Yogyakarta. Kita akan ngobrol bareng dengan Mas Yusuf, Mbak Tiara, dan Mbak Nita.

Komunitas Turun Tangan ini berdiri sejak awal tahun 2013, dan muncul karena kegelisahan masyarakat terhadap politik yang terjadi di Inonesia. Tujuan komunitas ini untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang ingin berpolitik. Mereka membantu individu yang tidak memiliki sokongan dana ataupun masa namun memiliki visi & misi yang jelas untuk perkembangan Indonesia ke depannya.

Selain itu mereka juga mendorong anak muda agar berpartisipasi di bidang politik, agar anak muda jaman sekarang tidak apatis terhadap politik dan termakan isu-isu politik yang belum jelas kebenarannya. Pada perkembangannya dari tahun ke tahun, komunitas ini tidak hanya berkecimpung di bidang politik, namun juga di bidang sosial,ekonomi, maupun budaya.

Salah satu anggota Komunitas Turun Tangan. Yusuf, yang sudah bergabung bersama komunitas sejak 2015 berperan sebagai Humas dan Project Leader menceritakan beberapa program yang pernah mereka lakukan.

"Salah satu program yang pernah kami lakukan yaitu GSP, atau Gerakan Sarapan Pagi. Kami melakukan kegiatan ini karena menyadari banyak orang malas untuk sarapan pagi. Padahal, sarapan pagi penting untuk melakukan aktifitas di pagi hari." Ujar Yusuf.

Lalu, Tiara yang berperan sebagai Human Resource Development di komunitas juga ikut menambahkan.

"Kita juga pernah melakukan pendampingan dengan warga di desa-desa, agar mereka bisa mengelola potensi pariwisata di desa mereka. Kita bekerja sama di Taman Raja Balitung dengan murid penerima beasiswa untuk mengembangakan tempat tersebut. Kita melakukan bersih sungai, lingkungan dan lain-lain." Tambah Tiara yang sejak 2018 bergabung dengan Komunitas Turun Tangan.

Dalam perjalanannya, banyak hal dan kejadian menarik yang terjadi dalam kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Turun Tangan. Salah satunya yang pernah dialami oleh Yusuf ketika mengikuti gathering relawan nasional di Medan.

"Disana saya bertemu dengan para relawan dari seluruh Indonesia. Kita memiliki visi yang sama tentang Indonesia, meskipun memiliki misi yang berbeda-beda. Intinya kita tetap satu tujuan, disitu saya merasa tersentuh." Cerita Yusuf.

Sebagai anggota baru sejak Agustus 2019, Nita juga memiliki kesan yang mendalam saat ikut turun ke lapangan bersama siswa mengembangkan destinasi wisata Taman Raja Belitung.

Di akhir acara, Yusuf, Tiara & Nita berbagi tips agar tetap bersemangat menjalani kegiatan di komunitas yang dijalani. Diantaranya dengan selalu bersungguh-sungguh dalam menjalani kegiatan komunitas, mencari hal yang memang disenangi di dalam komunitas tersebut, tahu kapasitas diri ketika menjalani kegiatan dan selalu komunikasi dengan sesama rekan-rekan di komunitas.

Dalam waktu dekat ini, Komunitas Turun Tangan akan membuka rekrutmen relawan yang telah dibuka sejak hari ini (15 Februari 2020) hingga 29 Februari.

"Syaratnya mudah kok, Anggota harus domisili di Yogyakarta, berumur 18 tahun dan bersedia berkomitmen di Komunitas Kayu Tangan." tutup Tiara.

Untuk info lebih lanjut dan informasi seputar Komunitas Turun Tangan bisa menghubungi di akun Instagram @turuntangan.yk


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan