Serunya Menaiki Segway di Candi Prambanan

Dunia pariwisata di Indonesia terus berkembang. Meningkatnya junlah wisatawan dari tahun ke tahun makin membuat para pengelola objek wisata untuk berlomba meningkatkan daya tariknya. Hal ini juga beriringan dengan ekspektasi wisatawan yang kian meningkat, seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi.

Kompleks Candi Prambanan pun tak ingin ketinggalan dalam melangkah. Beragam inovasi terus dilakukan untuk menarik minat wisatawan. Salah satunya dengan terus meningkatkan ragam fasilitas permainan, yang salah satunya adalah alat bernama Segway.

Segway adalah sejenis otopat yang berpenggerak tenaga listrik. Segway yang diciptakan pada tahun 2001 tersebut dikendalikan dengan gerak tekan kaki dan tubuh kita. Bila kaki menekan ke depan maka segway akan melaju ke depan, dan berhentin bila kita menekan lebih dalam bagian tumit kaki kita. Alat ini berjalan dengan dua roda besar yang seimbang, sehingga pengendara tidak susah dalam menyeimbangkan tubuh.

Salah satu operator segway, Toro (24 tahun), mengatakan bahwa untuk tingkat pemakaian segway oleh wisatawan cenderung meningkat dari hari ke hari. Apalagi jika memasuki akhir pekan atau libur panjang akhir tahun kemarin.

"Untuk wisatawan yang mencoba alat ini sebenarnya mengalami kenaikan. Apalagi memasuki libur akhir tahun kemarin dan akhir pekan. Dalam waktu dekat, kita juga akan menambah alat yang sudah ada, sebagai respon meningkatnya minat wisatawan." jelasnya.

Wisatawan yang turut mencoba segway pun mengaku senang, walau pada awalnya ketakutan. Seperti yang diucapkan Nina (22 tahun) yang mencoba alat tersebut bersama dua temannya, "Awalnya takut jatuh karena baru pertama kali coba. Namun setelah lancar, jadi bisa keliling-keliling ke beberapa area disini tanpa capek."

Wisatawan dapat menemukan tempat operator segway yang berada di utara Candi Prambanan, serah dengan jalur keluar candi. Dengan membayar 100 ribu, wisatawan dapat berkeliling ke tiga candi lain, yaitu, Candi Lumbung, Bubrah dan Candi Sewu dengan menggunakan alat ini, selama 1 jam pemakaian. Sedangkan untuk yang hanya sekedar mencoba, diberi waktu 15 menit yang dikenakan biaya 30 ribu rupiah.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan