Ruang Kosmos Antar Candi Di Wilayah Borobudur

Candi dan lingkungannya sebagai produk budaya masyarakat abad IX-X Masehi, masa Mataram Kuna, disusun sebagai gambaran ruang sakral simbol kosmos. Sebagai ruang sakral, gambaran kosmos ditunjukan melalui lingkungan candi yang dikelilingi lahan subur, dekat dengan sumber air dan tersedianya bahan bangunan.

Untuk mewujudkan candi dan lingkungannya sebagai simbol kosmos digunakan tanda-tanda yang sama dan menunjukkan keteraturan. Misalnya, desain tata ruang halaman baik candi Hindhu maupun Budha ditata berundak-undak dengan halaman pusat di tempat tertinggi. Demikian halnya arsitektur candi menggambarkan tiga lapis dunia yang terbagi atas kaki candi (kamadatu), tubuh candi (rupadatu), dan atap candi (arupadatu).

Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Borobudur diketahui adanya sistem tanda yang terbingkai dalam satu kesatuan perlambang simbol kosmos. Hal ini ditunjukkan dengan rangkaian tanda yang terstruktur. Ketiga candi ini terletak dalam satu garis imajiner yang menggambarkan ajaran Budha Mahayana.

Perjalanan dimulai dari Candi Mendut (sambaramarga) berlanjut ke Candi Pawon (prayogamarga) dan berakhir di Candi Borobudur mendaki tahap demi tahap hingga puncak tertinggi (darsanamarga, bhavanamarga, asaikamarga).

Secara denotatif lokasi Candi Mendut dan Candi Pawon di dataran dan kedua candi ini mengarah ke pintu sisi timur Candi Borobudur yang menjulang tinggi di atas bukit. Sementara lokasi dataran secara konotatif dimaknai sebagai suatu lingkungan yang bersifat duniawi (laukika), yaitu sebagai tempat peribadatan untuk persiapan menuju tujuan akhir ritual.

Letak Candi Borobudur lebih tinggi dari Candi Mendut dan Candi Pawon secara konotasi menunjukkan Candi Borobudur sebagai simbol di atas dunia (lokattara). Hal itu menunjukkan orientasi ritual terpusat di Candi Borobudur. Akhir laku spiritual adalah kesempurnaan dalam memperoleh pengetahuan yang didasarkan pada kebijaksanaan, yaitu perilaku, kata-kata, usaha yang benar, dan sembahyang yang benar.

Sumber: Wirasanti, Niken. 2016. Lingkungan Candi Abad IX-X Masehi Masa Mataram Kuna di Poros Kedu Selatan-Prambanan. Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan