Ratu Boko Gelar Sendratari Jelang Sunset, Pengunjung " Rasanya Sempurna "

Pagelaran sendratari Ginanjar Mulyo dan Wayang Bundengan Hangruwat ditampilkan oleh sanggar tari Ngesti Laras dari Wonosobo, Jawa Tengah, dihadirkan oleh Taman Wisata Ratu Boko bersama dengan BPCB DI Yogyakarta Unit Ratu Boko, di depan pintu gerbang Keraton Ratu Boko, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (12/1). Acara tersebut diadakan sebagai wujud kepedulian terhadap kesenian tradisional, dan juga sebagai daya tarik wisatawan terhadap situs sejarah.

Keraton Ratu Boko dengan eksotisme pemandangan matahari terbenam di balik gerbang utama keraton dijadikan sebagai latar belakang pementasan sendratari yang menurut rencananya digelar selama dua hari, Sabtu (12/1) sampai hari Minggu (13/1) tersebut. Dengan pemandangan eksotis disertai dengan kesenian budaya tradisional akan menambah daya tarik pengunjung yang berkunjung ke Keraton Ratu Boko.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh GM Unit Ratu Boko, Wiharjanto. Menurutnya, acara tersebut diadakan sebagai bentuk wujud kepedulian kesenian tradisional yang masih ada di masyarakat dan juga sebagai daya tarik pengunjung yang berada di Keaton Ratu Boko.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama BPCB DI Yogyakarta dan sanggar tari dari Wonosobo, yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Harapan kami, semoga kegiatan kesenian saat sunset ini berlanjut sehingga dapat menjadi kesan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung kesini. " Terang beliau.

Kepala BPCB DI Yogyakarta Unit Kraton Ratu Boko Tri Hartini mengatakan bahwa acara ini untuk mendukung meningkatnya pengunjung ke Kraton Ratu Boko. "Kami bekerja sama dengan Unit Ratu Boko, agar pengunjung Ratu Boko meningkat. Dan semoga kesenian tradisional yang ada di masyarakat terus hidup dan tumbuh. Kami akan terus mendukung kegiatan di Ratu Boko yang berbasis kegiatan kesenian tradisional. " Imbuhnya.

GM Unit Ratu Boko menambahkan bahwa besok (Minggu, 13 Januari 2019) akan ditampilkan pentas sendratari Dyah Bhumijaya.

"Untuk acara besok (Minggu, red) kami akan adakan sendratari Dyah Bhumijaya, yang mana salah satu acaranya adalah dengan mengadakan acara pensucian oleh pendeta. Kemudian setelah acara pensucian akan dilakukan sedekah bumi, dimana nanti raja akan memberikan hasil bumi berupa umbi-umbian kepada para pengunjung yang hadir. " Lanjut beliau.

Salah satu pengunjung yang menyaksikan pagelaran kesenian tari Ginanjar Mulyo, Sari (22 tahun) mengatakan bahwa dirinya senang sekali bisa menyaksikan sendratari tradisional di Ratu Boko ini.

"Saya amat senang dan menikmati pertunjukkan tari tradisional tadi sekalian menyaksikan suasana matahari terbenam di tempat ini, rasanya sempurna. " Kata perempuan asal Surabaya tersebut.

Dalam pertunjukkan tarinya, sanggar tari Ngesti Laras berinteraksi secara langsung pada penonton dengan cara mengajak pengunjung untuk menari bersama dan juga mencoba memainkan alat musik tradisional khas Wonosobo yaitu Bundengan.

Atas apresiasi pengunjung, pembina sanggar tari Ngesti Laras, Mulyani, mengaku senang dapat tampil di depan pengunjung Candi Ratu Boko.

"Saya senang dapat membawa kesenian tradisional dari daerah kami kehadapan para wisatawan Ratu Boko. Semoga penonton senang dan puas pada apa yang kami tampilkan disini. " Imbuhnya.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan