Presiden Beri Amanat Pengembangan Lima Destinasi Prioritas Bali Baru

Pemerintah sudah menetapkan 10 Bali Baru, yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Candi Borobudur, Mandalika, Gunung Bromo, Wakatobi, Labuan Bajo, dan Morotai. Presiden Joko Widodo turut memetakan enam masalah di sejumlah destinasi pariwisata prioritas atau Bali Baru.

"Rapat sore ini akan dibahas mengenai pengembangan destinasi pariwisata prioritas. Tiga tahun lalu sudah disampaikan bahwa akan dibangun 10 bali baru tetapi sekarang kita memang baru memberi prioritas pada 5 lokasi terlebih dahulu," kata Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Kantor Presiden RI, Jakarta, Senin.

Presiden pun memaparkan enam masalah utama di lima lokasi wisata prioritas pembangunan pemerintahan Jokowi, yang meliputi Mandalika, Toba, Manado, Labuan Bajo dan Borobudur.

Salah satu permasalahan yang ditemui adalah Pengaturan Tata Ruang. Selain itu akses konektivitas menuju destinasi wisata juga perlu diperhatikan.

"Saya lihat infrastruktur masih banyak yang perlu dibenahi, baik berupa terminal airport, runway yang masih kurang panjang, konektivitas jalan menuju ke tujuan wisata, dan berkaitan dengan dermaga pelabuhan," tambah Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, fasilitas yang tersedia di lokasi wisata harus diperhatikan dan ditingkatkan. "Tolong dikejar betul, saya minta pemprov turun ke bawah. Pemerintah kabupaten/kota diajak membenahi, misalnya penataan PKL (pedagang kaki lima), restoran-restoran kecil, toilet, standar toilet minimal harus bintang 4 sehingga orang masuk betul-betul diberikan pelayanan yang baik," tegas Presiden.

Selain itu, aspek Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu diperhatikan. Menurut Presiden, hal itu penting untuk menopang pelayanan di kawasan pariwisata.

"Berkaitan dengan SDM semua diberikan training sehingga bisa betul-betul mampu melayani wisatawan dengan baik dengan ramah tamah, melayani dengan senyuman, dan ini akan memberikan dampak yang baik, baik berubah di budaya kerja, budaya melayani, budaya kebersihan," jelas Presiden.

Jokowi mengatakan, pameran kebudayaan serta pasar seni harus dapat tempat yang lebih banyak, sehingga ada wadah untuk menunjukkan tradisi budaya yang ada di destinasi wisata. Ditambah, kolaborasi bersama para desainer untuk meningkatkan nilai tambah.

"Berkaitan dengan pasar, pasar seni, kemudian budaya yang perlu ditampilkan. Banyak sekali yang masih perlu dikerjakan." Lanjutnya.

Terakhir, Jokowi menilai kurangnya promosi pariwisata Indonesia. Jokowi meminta agar promosi pemasaran pariwisata ditingkatkan lagi.

"Soal promosi harus dilakukan besar-besaran sehingga betul-betul kita mendapatkan manfaat dan multiplayer effect besar dan efek pertumbuhan bagi ekonomi daerah," kata Presiden.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan