Pertunjukan Dyah Bhumijaya Hibur Pengunjung Ratu Boko

PT TWC Unit Ratu Boko bekerjasama dengan BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) mengadakan Tari Jelang Sunset di halaman Keraton Ratu Boko, Minggu (15/7/2019)

Tari jelang sunset kali ini mengangkat kisah nyata dari prasasti "wuatan tija" tahun 802 Saka (880 M). Secara garis besar Prasasti tersebut memuat isi tentang sejarah politik. 
Pada kisah tersebut ada beberapa tokoh diantaranya Sri Maharaja Rake Lokapala, Rakyan manak, Dyah Bumi Jaya, Rakai Landhayan, Masyarakat Desa Wuatan Tija, Pandega kerajaan, Pembawa payung kerajaan.

Secara garis besar kisah ini menceritakan tentang intrik politik di Kerajaan Medang yang menjadi salah satu penyebab peperangan. Prasasti Wuatan Tija ini diawali dengan penculikan rakyat manak (istri kayu wangi) oleh adiknya yang bernama Rakyan Landhayan dan diturunkan di Tangar, kemudian "Maturun Apuy" di Taas. Rakyan Landhayan kemudian meninggal dalam kejaran prajurit Medang dan kemudian dibunuh lalu dicandikan di tengah hutan.

Dyah bumi jaya melarikan diri ke arah selatan dan sampai ke desa Wuatan Tija. Pejabat desa Wuatan Tija menyelamatkannya dan ia diantarkan kembali ke kerajaan. Hati Raja Loka Pala teramat senang, sehingga desa Wuatan Tija dijadikan perdikan dan menjadi milik Bumi Jaya, dan Raja membuat selamatan dengan membagikan makanan dan berbagai barang yang menarik kepada rakyat.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan