Pemugaran Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini pertama kali ditemukan oleh Raffles yang berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Kondisi Candi Borobudur banyak mengalami kerusakan. Upaya penyelamatan Candi Borobudur terus menerus dilakukan selama masa kolonial Hindia Belanda hingga Indonesia merdeka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kerusakan Candi Borobudur adalah karena air hujan yang masuk ke dalam tubuh candi. Pemerintah Indonesia bersama UNESCO berhasil melaksanakan pemugaran secara menyeluruh pada tahun 1973 – 1983. Bantuan tenaga ahli baik dari dalam negeri maupun dari berbagai negara serta tenaga kerja dari masyarakat sekitar candi telah menyelamatkan Candi Borobudur dari kerusakan yang lebih parah.

Pada rentang waktu 1975-1982, demi melindungi candi besar peninggalan sejarah ini, Pemerintah Indonesia kembali melakukan pemugaran besar-besaran. Proyek kolosal ini melibatkan 600 orang untuk memulihkan candi. Setelah renovasi, UNESCO kemudian memasukkan Borobudur ke dalam daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 1991. Dan hingga kini, Borobudur tetap menjadi salah satu kebanggaan Indonesia.

Kepribadian bangsa tidak dapat secara mendadak dibentuk dari unsur-unsur masa kini, kepribadian bangsa ini berurat akar dalam masa-masa yang sudah lewat, dan berkembang dari masa ke masa seiring dengan sikap hidup yang dianut oleh bangsa itu.

Masa kini adalah akibat dari masa lalu dan masa datang akan berkembang berlandaskan masa kini. Maka nilai-nilai kehidupan bangsa kita dimasa lalu harus kita gali dan pelihara untuk menegakan martabat bangsa demi pembangunan masa depan.

Adanya pemugaran dan penyelamatan Candi Borobudur agar kebesaran jiwa bangsa kiat dapat diteruskan oleh generasi penerus, tidak hanya dalam bentuk cerita dan gambar tetapi dalam bentuk wujud yang nyata. Generasi mendatang dapat menikmati dan meresapi nilai-nilai moral, pendidikan dan keagungannya.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan