Pembukaan Rapat Visitor Management Plan Borobudur

Candi Borobudur, monumen yang dibangun pada abad ke 8 imi dikenal sebagai Candi Buddha terbesar di dunia. Pengembangan kawasan Candi Borobudur diperlukan agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dari waktu ke waktu.

Pemerintah menilai perlunya sentuhan agar Candi Borobudur makin mendunia.
Sejalan dengan tujuan itu, Borobudur ditetapkan satu dari sepuluh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas pada 2019. Konsep itu dikenal juga dengan program 10 Bali baru.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), telah menyusun Integrated Tourism Master Plan (ITMP) KSPN Borobudur. Salah satunya adalah pembahasan Visitor Management Plan untuk Candi Borobudur.

Direktur Keuangan, SDM & Investasi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Palwoto membuka kegiatan pembahasan Visitor Management Plan di Ruang VIP Kantor Pusat PT TWC, Jumat (18/1/2020). Kegiatan ini guna merancang serta menentukan kebijakan dalam pengelolaan pengunjung di Candi Borobudur.

“Semoga apa yang diputuskan dalam kegiatan hari ini bisa menjadi rujukan, menjadi pedoman kita dalam menentukan strategi keberadaan heritage akan tetap baik, serta memberikan kontribusi terbaik. Bahwa keberadaan Borobudur ini tidak hanya menjadi simbol, tapi juga memberikan kemaslahatan bagi masayarakat di sekitarnya, namun juga kontribusi bagi bangsa Indonesia secara umum.” Terang Palwoto.

Kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa stakeholder seperti Balai Konservasi Borobudur, Bappenas Kabupaten Magelang, Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa tengah, Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, serta para professional yang berasal dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) DI Yogyakarta —Jateng dan juga akademisi Program Studi Kajian Pariwisata, Universitas Gadjah Mada.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan