Makna Simbolik Candi Bubrah

Secara filosofis simbolik, Candi Bubrah ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki candi manapun dan ada di kitab manapun. Yaitu simbolisasi dua konsep mandala, Vajradhatu Mandala dan Garbhadhatu Mandala.

Konsep ini dalam khasanah Hindu dikenal dengan Lingga dan Yoni, yang melambangkan maskulinitas dan feminimitas. Perlambang kehidupan semesta yang selalu diwarnai dua hal. Konsep Vajradatu diwakili kehadiran arca Dhyani Buddha dari empat arah mata angin.

Sedangkan Garbhadhatu diwakili altar dan relung untuk Tri Ratna. Sebuah penggambaran teratai dengan 16 kelopak perlambang 16 Boddhisattwa utama.
Penyatuan dua konsep mandala di satu bangunan ini menimbulkan berbagai intrepretasi. Namun diyakini visualisasi konsep itu merupakan perwujudan Yab Yum, dewa dewi yang dianggap wujud Adi Buddha.

Yab Yum berasal dari bahasa Tibet, yang Yab artinya ayah yang agung, sedang Yum ibu yang agung. Dengan kata lain, merekalah orang tua semesta,asal muasal semua kehidupan di dunia.

Sebagai satu kesatuan mandala Buddha, bisa diintretpretasikan tahap ritual keagamaan pada masa kuno. Diawali di Candi Sewu sebagai perlambang konsep Vajradhatu Mandala. Sesudah itu ritual dilanjutkan ke Candi Lumbung yang jadi perlambang konsep Garbhadhatu Mandala. Upacara akan diakhiri di Candi Bubrah, yang di candi ini melambangkan penyatuan dua komponen semesta.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan